Jumat, 12 Juni 2015

Tersalibnya Yesus


Muslim    : Apa alasan kaum Kristen mengatakan bahwa Yesus tersalib itu untuk menyelamatkan alam dan untuk menghapuskan dosa-dosa manusia?

Nasrani    : Dalam Lukas 2:12 ada tersebut: “Malaikat berkata pada gembala-gembala, bahwa pada hari ini telah diperanakan buat mereka seorang juru selamat, Al-Masih”

Muslim   : Tidak ada persaksian atas kebenaran tukang-tukang gembala, dan tidak ada pula keterangan bahwa yang berkata itu adalah malaikat. Menurut Matius 27:1,2,26 bahwa: Yesus diikat orang, dipukul, lalu diserahkan buat disalib. Kalau sekiranya ia juru selamat, mengapakah ia tidak selamatkan idrinya sendiri lebih dahulu?

Nasrani   : Sengaja ia tidak mau selamatkan dirinya, lantaran datangnya memang buat disalib, untuk menebus dosa-dosa anak-anak Adam.

Muslim   : Apa perlunya Tuhan salib anak-Nya yang tidak berdosa itu buat menebus dosa? Bukankah lebih mudah Tuhan ampunkan saja manusia dengn tidak menumpahkan darah anak-Nya yang berteriak minta-minta tolong itu?
Menurut Matius 27:46-60 bahwa: Yesus berteriak dengan suara yang sangat keras minta tolong dengan perkataan: “Tuhanku! Tuhanku! Mengapa Engkau biarkan daku?” lalu ia berteriak lagi hingga keluar ruhnya.
Kalau betul kedatangannya untuk disalib dan ia sengaja serahkan diri, seperti kata orang-orang Kristen, maka apakah sebab ia berteriak-teriak meminta tolong dengan begitu habit dan sedih? Bukankah ini menunjukkan , bahwa ia tidak ridha mati disalib. Hingga ia salahkan Tuhan dengan perkataan: “Mengapa Engkau biarkan daku” yang berarti, “Mengapa aku yang tidak berdosa ini Engkau biarkan disalib.”

Nasrani     : Yang berteriak itu badan kemanusiaannya Yesus, bukan badan anak Tuhan.

Muslim     : Kalau yang tersalib itu badan kemanusianny, bukan badan anak Tuhan, maka dustalah perkataan-perkatan orang Kristen bahwa: Tuhan irim anak-Nya buat disalib, untuk menebus dosa makhluk.

Nasrani     : Menurut Matius 26:1 bahwa: Sebelum dua hari Yesus sudah diberi tahu kepada murid-muridnya bahwa dia akan diserahkan orang buat disalib. Ini menunjukkan bahwa Yesus (badan ke-Tuhannya) sudah tahu dan menyerah dengan sengaja.

Muslim      : Yesus menyerah itu, memang lantaran sudah tidak bisa menyembunyikan dirinya lagi, bukan lantaran suka atau tidak ridha. Karena bagaimana bisa jadi Yesus ridha buat disalib sedangkan orang yang disalib itu menurut Galatiah 3:13, mal’un yakni kena laknat, terkutuk?
Apakah pantas, atau patut, Tuhan kutuk anak-Nya sendiri? Selain dari itu kalau ia menyerah dengan ridha, mengapakah ia menangis berteriak minta tolong dari atas kayu palang? Apakah Tuhan tidak tahu cara lain selain salib menumpahkan darah buat menebus dosa manusia?

Nasrani     : Dalam Perbuatan Rasul 5:31, ada tersebut: Bahwa Yesus yang disalib Allah angkat dia sebagai ketua dan sebagai juru selamat, untuk memberi taubat kepada Israil, mengampunkan dosa.

Muslim       : Perkataan itu diucapkan oleh Petrus, bukan wahyu dari Tuhan dan bukan pula omongan Yesus sendiri. Kalau tersalibnya Yesus itu betul-betul buat menebus dosa manusia, apakah dosa-dosa di bumi ini sudah tidak ada lagi? Dan sudahkah juga terhapus dosa orang-orang yang tangkap Yesus, pukul dia, ludah dia, permain-mainkan dia, dan salib dia itu?
Kalau dosa-dosa manusia semua sudah ditebus oleh anak Tuhan itu, maka apakah perlunya lagi orang-orang Kristen berpropaganda buat manusia menganut agama Kristen?

Nasrani       : Yesus tebus dosa buat orang-orang yang percaya kepadanya.

Muslim       : Kalau begitu katakanlah bahwa Yesus datang buat menebus dosa orang Kristen saja, bukan yang lainnya. Atau datang buat kebaikan kaum Bani Israil saja. Tapi mengapa dia sendiri berkata: “Aku tidak diutus melainkan untuk kaum Bani Israil yang kesasar”

Nasrani       : Dalam Apsus 5:23 ada tersebut bahwa “Yesus itu menyelamatkan tubuh”

Muslim       : Bagaimana bisa diterima oleh akal bahwa Yesus sebagai penyelamat tubuh, sedang tubuhnya sendiri tak dapat ia selamatkan, hingga ia berteriak sekeras-kerasnya meminta tolong kepada Tuhan, sebagaimana tersebut di atas tadi?

Reaksi:
Comments
1 Comments

1 komentar:

  1. APAKAH ANDA MEMILIKI KASIH TERHADAP ALLAH?

    KESAKSIAN YESUS TENTANG DIRINYA
    Yohanes 5:19-47 (TB) Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
    Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.
    Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
    Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
    supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
    Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
    Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
    Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
    Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
    Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
    dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
    Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
    Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;
    ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.
    Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;
    tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.
    Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.
    Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.
    Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat,
    dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.
    Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,
    namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.
    Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.
    Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah.
    Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.
    Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?
    Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu.
    Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku

    BalasHapus

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...