Selasa, 01 Mei 2018

Cara Meningkatkan Skor TOEFL 50 poin dalam Sebulan

Cara meningkatkan skor TOEFL - Tulisan ini ditulis dari pengalaman pribadi saya meningkatkan skor TOEFL ITP resmi ETS secara drastis dalam waktu sebulan, yang tadinya 527 menjadi 573. Well, mungkin gak drastis-drastis amat sih, tapi itu skor yang wajar didapatkan jika cara belajarnya tepat. Bukan cuma TOEFL, skor IETLS kemungkinan akan setara seperti itu. Kalau teman-teman berusaha dengan waktu yang lebih panjang, tentunya peningkatannya akan lebih tinggi lagi. Saya pribadi ngerasa, belajar sebulan itu sangatlah tidak maksimal karena beberapa materi yang saya lewati. Target saya awalnya 600, tapi saya berhenti belajar TOEFL karena mengejar IELTS. Insyaa Allah 2 bulan lagi, kalau nilai saya di atas 6.5, akan saya share disini pengalaman saya :D
 
Antara Februari dan April, saya 1 bulan off belajar TOEFL. Jadi bersih 1 bulan belajar sungguhannya.

Pertama, pelajari bagian paling lemah terlebih dahulu (Kalau saya structure & written expression).

Ketahui kelemahan kalian dari TOEFL ITP, apakah listening, reading, atau grammar (structure and written expression)? Pelajari dulu dari yang terlemah atau dianggap paling sulit, baru yang dianggap paling mudah.

Untuk mengukur nilai TOEFL, teman-teman bisa mengikuti beberapa TOEFL simulation/preparation yang diadakan beberapa kursus bahasa Inggris di Indonesia. Namun, pahamilah bahwa skor TOEFL preparation bukanlah skor TOEFL sesungguhnya dan tidak bisa digunakan untuk mendaftar beasiswa (LPDP, Australia Award, atau Fulbright). Selain itu, skor TOEFL preparation juga selalu jauh lebih mudah daripada tes TOEFL resmi dari ETS dan listeningnya lebih lambat. Tapi setidaknya ini membuat kalian terbiasa dengan suasana tes TOEFL.


Saya sendiri sudah beberapa kali mengambil TOEFL preparation dan 2 TOEFL resmi. Saya paling lemah di Grammar, biasanya nilai Structure Written Expression (Alias Grammar) saya tidak jauh-jauh dari 450-an bahkan di TOEFL preparation!
Skor TOEFL Preparation saya
Nah, kuncinya adalah pelajari bagian paling lemah atau paling dianggap sulit terlebih dahulu. Buku yang saya rekomendasikan adalah The Complete Guide to The TOEFL Test sebagai panduan belajar Grammarnya selanjutnya adalah Practice Exercises TOEFL BARRON 6th Edition dan latihannya bisa ditambahakn dari 4 latihan Peterson TOEFL Practice (Gak harus dari Peterson juga bisa sih, selama paket soalnya standar TOEFL ITP). Dalam satu bulan gak usah intip-intip buku lain deh, saya rekomendasikan dua buku ini aja dulu dab 4 latihan soal. Kebanyakan? Well, dari pengalaman saya, selama kalian memprioritaskan TOEFL dan disiplin, selalu ada waktu buat istirahat koq. Hehe.

Prioritas wajib diselesaikan dan dipahami: The Complete Guide to The TOEFL Test.


Skor saya paling meningkat disini, dari 460 ke 570 (110 poin), jadi temen-temen gak ragu kan sama saran saya? Hehehe. Kenapa kita perlu untuk meningkatkan bagian tersulit dahulu? Karena penting untuk merasa percaya diri saat mengerjakan soal. Lalu beberapa hari sebelum tes dapat mereview ulang materinya tanpa merasa otak kosong melompong.

Well, saya udah belajar bahasa Inggris 15 tahun semenjak saya kelas 3 SD. Dan satu buku ini (yang notabene dipelajari hanya dalam 1 bulan) telah mengalahkan grammar yang udah dipelajari 15 tahun!


Lalu setelah menyelesaikan buku The Complete Guide to the TOEFL Test, saya ke latihan soal Barron dan juga Peterson. Nah di tiap soal, saya menulis tipe grammar apa yang salah dalam soal latihan itu. Misalnya ada soal nomor 28 mengenai penggunaan proper atau properly, terus setelah saya jawab, saya tulis di samping soalnya: “word form: tentang penggunaan adverb atau adjective” seperti itu.  Lalu di structure, ada soal yang diawali oleh kata “not only” berarti ini kondisi aturan kata khusus dalam bahasa Inggris yang disebut inversion. Terus saya tulis disamping soalnya “word order: inversion”. Jadi bukan pakai feeling, tapi memang tahu aturan-aturan khususnya.

Structure and Written Expression jangan pakai feeling. Kalau kalian pakai feeling, kemungkinan nilai kalian disini akan mentok di 500-an sebanyak apapun kalian latihan soal. Kenapa? Karena banyak banget soal jebakan yang menggunakan irregular form dari adverb, irregular form dari adjective, inversion, non-count noun, irregular plural, jebakan antara gerund atau infinitive, dsb.  Nah, soal-soal ini adalah soal-soal “kondisi khusus” atau pengecualian aturan dalam grammar yang biasanya kalau pakai feeling malah salah. Jadi pelajari konsep grammarnya secara menyeluruh. Jangan yang basic saja.


Selanjutnya, pelajari kedua yang dianggap tersulit (Kasus saya reading).

Di sela-sela belajar structure written expression (sebelum saya khusus belajar reading), saya mengistirahatkan diri dengan membaca buku-buku favorit saya dalam bahasa Inggris yaitu buku The Hunger Games, The Catching Fire dan juga Harry Potter and the Philoshopers Stone. Saya istirahat, tapi saya belajar reading juga tanpa sadar. Tadinya mau baca Harry Potter 1-7 sampai habis, tapi gak ada waktunya. Ebook-ebook ini bisa kalian peroleh gratis di internet.


Sebenarnya gak harus banyak sih, dalam sebulan satu buku juga cukup selama kalian disiplin meluangkan waktu kalian “istirahat sambil belajar”. Dari ketiga buku di atas, yang saya baca full hanya “The Catching Fire” karena mindblowing banget plot-twistnya Suzanne Collin.

Setelah saya selesai belajar structure written expression selama 2 minggu, saya meluangkan waktu saya belajar reading satu minggu. Lagi-lagi rekomendasi saya adalah The Complete Guide to the TOEFL test. Hehe.


Latihan skimming (menangkap main point) dan scanning (menemukan keyword detil) itu penting. Scanning adalah bagaimana menemukan keyword yang dicari dalam hitungan detik (2-3 detik). Lalu baca kalimat yang mengandung keyword dan jawab dgn kemantapan hati. Jangan tergoda untuk baca terlalu panjang, karena itu bisa tricky dan menjebak. Kecuali kalimat yang mengandung keyword blum menjawab, baca satu kalimat sebelum dan sesudahnya saja.

Bakal banyak juga pertanyaan tersirat yang biasanya pertanyaannya gini “What does the the passage imply?", ini adalah kemampuan membaca kalimat "tak terlihat" antar kalimat. Orang-orang bilang ini adalah tipe soal tersulit di reading, akhirnya saya ngulang-ngulang latihan soal ini terus selama 7 hari itu.


3 hari dalam 7 hari saya khususkan untuk menambah vocabulary. Kuasai 500 vocabs wajib yang perlu dikuasai di reading. Di The Complete Guide sudah mencantumkan beberapa, tapi gak ada salahnya juga kalian lebih banyak searching di Google dgn keyword “toefl must words”. Biar vocabs kalian makin banyak. Terus hafalkan dengan metode imajinasi dan cerita, ingatan kalian meningkat 10 kali lipat!! Youtube how to memorize fast and easily.


Selanjutnya, belajar yang paling mudah (kasus saya listening).

Karena saya cukup bagus di listening (maklum, sering ngobrol online sama bule ehem!) jadi saya gak belajar listening sama sekali kecuali satu hari untuk menghafal idiom atau peribahasa dalam bahasa Inggris. Sisa seminggunya lagi? Balik lagi ke grammar! Hehehe. Ada syukurnya sih saya lemah di grammar, jadi saya berani ngobrol sama bule tanpa mikirin aturan grammar.

Karakter favoritku, Dany dari Game of Throne aja gak mikirin grammar. wkwk.
Tapi well ini yang saya sengaja lakukan sblm mendapatkan listening 580 (paling tinggi dari semuanya meski tidak belajar):

1.      Nonton serial CTV amerika The Good Doctor (satu hari satu episode) tanpa subtitle.

2.      Nonton serial HBO Game of Thrones (season awal-awal) subtitle bahasa Inggris. Btw, favorit saya Daenerys Targaryan tapi saya gak rekomendasiin kalian nonton ya, karena banyak adultery part-nya. Di luar adultery part, banyak banget yang bisa ditonton dan wow.

3.      Nonton Harry Potter 1-7 tanpa subtitle.

4.      Hafalin idiom.

5.      Latihan soal secara menyeluruh (listening, structure written, dan reading) dalam paket soal Peterson.

Jadi yang saya lakukan kebanyakan nonton, terus hafalin idiom-idiom khusus misalnya “a stone’s throw from” yang artinya “not so far atau close to” atau “under the weather” yang artinya “kinda ill” dsb.

Tapi andaikan nih saya lemah di listening, saya akan mempelajari buku The Complete Guide dan aturan-aturannya dalam listening. Seperti misalnya homonym, similar sound, bagaimana cara fokus dan membedakannya. Selain itu kita perlu memahami berbagai tipe soal, mulai dari di dialog ad  kontradiksi, penolakan, saran, pengulangan, dsb dan kita cukup fokus pada speaker 2. Jadi kalau speaker satu terlewat, gak apa-apa. 90% jawaban biasanya ada di speaker 2.


Listening The Complete Guide bagus karena dialognya cepet seperti tes ETS (bule ngomong sambil makan krupuk maicih), Barron bagus karena soal listeningnya susah-susah (bahkan short dialog bisa yang harusnya cuma 4 line, di Barron bisa 12 line). Terkadang soal tes ETS TOEFL bisa gabungan kesulitan dari kedua buku ono. Gak gitu juga deng, tapi pengalamanku biasanya ada satu dua soal kayak gitu.

Extended conversation, kalau saya sih menempatkan diri saya di si cewek dari percakapan. Lalu membayangkan teman saya yang bicara sebagai laki-lakinya. Jadi itu lebih mudah. Beberapa peserta ada yang menutup mata, saya hanya mengubah posisi duduk saya yang sudah saya program di otak “setiap saya duduk begini, saya akan fokus dan saya masuk ke dalam cerita extended conversation” gitu.

Sementara untuk short lecture, saya mewajibkan diri saya mendengar kalimat pertama dari short lecture tersebut. Lalu setiap kalimat selanjutnya lebih rileks, fokus, dan mengaitkan dengan kalimat-kalimat sebelumnya untuk menangkap setiap makna tersirat. Well, itu memang bukan tugas mudah apalagi kalau short lecturenya udah ngomongin istilah-istilah yang gak kebayang di otak.


Hmm.. satu tips jitu deh dari saya untuk listening: THINK IN ENGLISH. BERPIKIR DALAM BAHASA INGGRIS. Misalnya gini, short lecture mau dimulai, saya berpikir.. “the short lecture is going to start, from the items I read, I think its gonna about how previous people move heavy things like pyramids in pra-colonial era...  ok, Maryam... focus... ~~

Yaa... berpikirlah dalam bahasa Inggris, jadi otak kalian gak kerja dua kali untuk menerjemahkan listening yang kalian denger ke bahasa Indonesia lalu baca lagi jawabannya dalam bahasa Inggris lalu terjemahin lagi ke Indonesia.... Padahal listeningnya cepeeet banget kayak bule makan kripik maicih. Mempelajari bahasa Inggris dengan menerjemahkannya di otak adalah jalan panjang nan menyakitkan. Solusinya, banyakin nonton tanpa subtitle deh. Jitu!


Ringkasnya cara meningkatkan skor TOEFL 50 poin dalam sebulan adalah:

1.      Ambil TOEFL Preparation Test dan ukur kekuatan dan kelemahan.

2.      Pelajari dulu bagian yang dianggap paling sulit dan hasil paling lemah.

3.      Pelajari dan kerjakan soal buku The Complete Guide to The TOEFL Test.

4.      Belajar dari buku Practice Test TOEFL BARRON 6th Edition.

5.      Perbanyak latihan soal (standar TOEFL ITP).

6.      Untuk reading, baca buku-buku berbahasa Inggris yang disukai.

7.      Latihan skimming dan scanning cepat, latihan menangkap makna tersirat (inference, imply) dan kuasai minimal 500 vocabulary yang sering muncul di test TOEFL.

8.      Untuk listening, perbanyak tayangan televisi atau film berbahasa inggris tanpa subtitle atau dengan subtitle bahasa Inggris. Tanpa subtitle lebih baik.

9.      Ketahui cara terbaik agar diri bisa fokus dan tenang saat listening.

10.  Pelajari idiom-idiom yang sering digunakan dalam short dialog.

11.  Kuasai masalah teknis seperti cara membedakan homonym, similar sound juga bagaimana biasanya similar sound tidak muncul dalam pertanyaan tentang inference question.

12.  Saat short dialog, fokus pada speaker kedua.

13.  Berpikirlah dalam bahasa Inggris.

You Might Also Like
Free Download Ebook IELTS + Audio Lengkap
14 Cara Menjadi Pembicara Forum Internasional
Tips Mendapatkan Sponsor Keluar Negeri

Reaksi:
Comments
1 Comments

1 komentar:

  1. Terima kasih, sangat bermanfaat sekali untuk saya yang akan mengikuti tes toefl 2 minggu lagi untuk syarat sidang skripsi. Semoga mencapai target 450 aamiin

    BalasHapus

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...