Kamis, 20 Mei 2010

Kenapa Aku Suka Menulis?



Kenapa aku suka menulis? Awalnya aku juga tidak tahu kenapa. Orang bilang karena aku punya keturunan seni dari sang kakek yang seorang sutradara dan umi yang pernah jadi penulis scenario. Kata mereka juga itulah penyebab ceritaku sering bergaya film.
Awalnya, aku menulis adalah untuk bermain-main dengan teman-temanku. Ceritaku yang berjudul ‘ngotak-ngatik temen’ yang berjumlah dua buku sidu 58 lembar itu memiliki nama-nama tokoh temen satu kelasku sendiri sewaktu kelas 6 SD. Dan ternyata mendapat sambutan cukup heboh dari anak kelas karena aku menjodoh-jodohkan mereka di buku itu.
Lalu, aku menulis lagi di kelas 1 SMP. Kakakku tidak melanjutkan cerita buatannya yang berjudul ‘Mutiara’ sehingga aku melanjutkannya sendiri karena menurutku cerita itu bagus. Yaitu tentang seorang muslimah yang terpaksa harus menikah dengan seorang aktor luar negeri.
Sekarang? Aku menulis karena menulis adalah keseharianku seperti aku ke belakang. Aku tidak percaya pada mood karena mood itu bisa dikembalikan kalau kita mulai menulis lagi. Aku menulis karena dengan menulis aku bisa mewujudkan hal-hal yang hampir mustahil terjadi di dunia ini. Seperti seorang ayah yang memenjarakan putranya sendiri.
Selain itu, dengan menulis juga aku bisa dihargai oleh teman-temanku dan dengan menulis juga aku bisa berbagi pengetahuan kepada orang lain.
Kini aku mulai mengirim cerpen ke majalah sekolah dan sudah dua cerpen dimuat dan satu artikel. Selain berbagi pengetahuan, menulis bisa menambah penghasilan kalau aku sedang miskin. Dari penghasilan itu, biasanya aku gunakan untuk beli kopi (kalau mau menulis sampai begadang), buku tulis, pulpen, film (untuk cari inspirasi), menyewa buku bacaan (untuk cari inspirasi juga), dan untuk ke internet buat observasi. Cukuplah uangnya. Jadi bisa terus-terusan menulis, asik kan? Hehe.
Kata Bang Aswi di seminar penulisan yang kuhadiri, menulis sesuatu yang baik bahkan akan mendatangkan kebaikan pada kita tanpa habis bahkan bila kita sudah meninggal. Pahala kita setiap orang membacanya akan mengalir terus ke kita. Enak ya?
Kata Mas Tere-Liye menulis itu tak jauh berbeda dari berbicara. Pada dasarnya sama, yaitu menyusun kata-kata. Tapi menulis itu JAAAUUUUHHH lebih baik dari berbicara, karena kalau hanya mahir berbicara (maksudnya gosip) tidak akan mendatangkan kebaikan apapun untuk kita, malah mendatangkan keburukan.
BTW, aku salut nih sama Mas Tere-Liye, soalnya dari usia kepenulisannya yang sudah lebih tua dari umurku, dia tidak begitu terkenal karena memang tidak ingin terkenal. Waktu aku searching di google aja yang keluar foto-foto film India. Mas Tere-Liye bahkan bilang kalau dia tidak punya televisi di rumahnya, itu karena dia tidak ingin menonton gossip!
Balik ke tujuan awal aku menulis ini, aku bilang aku suka menulis. Ya pokoknya aku suka menulis!

Reaksi:
Comments
2 Comments

2 komentar:

  1. nah, nanti aku akan menyusulmu...
    cerpenku harus bisa terbit di koran minggu >.<

    BalasHapus
  2. Wah Mba suka nulis? Kebetulan banget aku ada info kompetisi menulis nih mba, siapa tau cocok, coba dilirik aja dulu disini http://kompetisimenulis.com/

    BalasHapus

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...