Jumat, 07 September 2012

Professor Thailand Masuk Islam Karena Surat An-Nisa : 56

http://2.bp.blogspot.com/-8a-SEyo0lT0/Tpd5c8MvLuI/AAAAAAAAALQ/GHnDrMt_CCQ/s320/Profesor+Tajaten+Tahasen.jpg
Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS An-Nisa : 56)

Subhanallah Maha Benar Allah dengan segala firmannya. Seorang ahli farmakologi Thailand, Professor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand menyatakan diri masuk Islam karena keajaiban dari Al-Quran. Setelah membaca makalah Professor Keith Moore (ahli embriologi dari Kanada) yang mengutip surat An-Nisa ayat 56. Dia menjelaskn bahwa luka bakar yang dalam tidak lagi menimbulkan rasa sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Pulang ke Thailand, Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya dan akhirnya sebanyak 5 mahasiswanya menyatakan diri masuk Islam. Subhanallah!

Ditinjau secara anatomi, lapisan kulit manusia terdiri atas 3 lapisan global. Yaitu epidermis, dermis, dan sub cutis. Pada lapisan sub cutis inilah banyak mengandung syaraf dan ujung-ujung pembuluh darah. Pada saat terjadinya luka bakar yang telah menembus sub cutis, maka hillanglah rasa nyeri dari penderita luka bakar disebabkan karena sudah tidak berfungsi ujung-ujung syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia menyiksa hamba-Nya yang kafir, supaya hamba-Nya tersebut dapat merasakan pedihnya azab Allah SWT.

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (QS. Fushshilat [41] : 53)

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya!

Reaksi:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...