Senin, 18 Januari 2016

11 Kebohongan Terbesar Dalam Kehidupan Manusia


Kebohongan terbesar? Meskipun memang dari definisinya sendiri, kita tidak akan pernah tahu apa itu kebohongan terbesar. Tapi kalau menurut definisi penulis , kebohongan-kebohongan yang bisa dikatakan terbesar adalah karena diterima oleh banyak orang sebagai suatu kebenaran – padahal tidak.

Waktulah yang pada akhirnya akan mengungkap mereka, atau momen tertentu yang dianugerahi dalam hidup. Kita semua hidup di dunia penuh kegelapan dan kita akan mendapat pemahaman yang lebih baik terkait dusta-dusta yang sudah kita telan satu-persatu. Dan inilah yang penulis rangkum…

Uang Tidak Membawa Kebahagiaan
Murni sebuah kebohongan.  Uang adalah akar dari kebanyakan permasalahan di dunia ini, namun juga merupakan solusi. Selalu sangat penting, meskipun bukan yang terpenting. Dan akan selalu begitu.


“Terimakasih Anda Telah Tertarik Pada Universitas ______, setelah pertimbangan yang penuh kehatian-hatian, kami menyesal menginformasikan pada Anda bahwa Anda tidak lulus. Kami menerima banyak sekali aplikasi, dan kami tidak bisa menerima semua kandidat yang pantas dan hebat lainnya.”
Errr…. Mereka tidak menyesal sama sekali dan kamu memang tidak pantas dan tidak hebat.


Kerja Keras Adalah Kunci Kesuksesan
Lalu bagaimana dengan para kuli bangunan, para petani, penambang batu, dan para pekerja keras lainnya? Kerja keras bukanlah kunci kesukesan, karena selain itu, kamu harus unik, cerdas, dan punya bakat. Kerja keras hanyalah kunci untuk menjadi biasa-biasa saja!

Hidup itu Adil, Karena Tidak Adil Untuk Semua Orang.
Kalimat ini tentunya dikatakan oleh seseorang yang tidak mengerti intisari dari kerasnya dan serakahnya dunia.

Setiap Orang Itu Spesial
Kecuali kamu seorang nabi atau anak raja, kamu itu tidak spesial sama sekali. Bahkan kamu tidak memenuhi syarat untuk menjadi biasa-biasa saja. Seseorang membuat dirinya special melalui hal-hal yang dilakukannya. Membuat diri sendiri biasa-biasa saja ataupun berharga, yakni dengan usaha sendiri.

“Aku tidak tahu mengapa aku hamil, aku tidak pernah seks. Lalu anak ini pastilah Anak Tuhan”
Bahkan Yesus sendiri tak pernah mengatakan dirinya anak Tuhan.

Saya akan belajar besok!
Errr… itu artinya saya harap saya akan belajar besok.


Bersakit-sakit Dahulu, Bersenang-senang Kemudian
  • Saat SMA, orang tua cenderung mengatakan, belajar yang keras 3 tahun ini, kau bisa bersenang-senang saat kuliah nanti!
  • Saat kuliah,  orang tua cenderung mengatakan, belajar yang keras 4 tahun ini, kau bisa bersenang-senang saat kelulusan nanti!
  • Setelah kelulusan, aku akan bekerja keras untuk beberapa tahun, menjadi orang kaya raya, dan menikmati masa pensiun!
  • Setelah pensiun, aku seharusnya menikmati hidupku saat masih berenergi, bersemangat, dan sehat!

Saya Tidak Perlu Mencatat Pelajaran di Kelas, Karena Saya Akan Mengingatnya.
Kebanyakan yang dilakukan oleh para murid-murid SMA maupun anak kuliahan. Pada akhirnya banyak yang tidak diingat saat ujian mendekat.


“Bagaimana kabarmu?”
“Baik, bagaimana denganmu?”
“Baik juga. Terimakasih.”
Meski tak selamanya kalimat ini adalah kebohongan, namun orang cenderung mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Dan penanya menanyakan pertanyaan yang jawabannya dia tidak ingin tahu. Inilah yang disebut dengan “pelumas sosial” dan terkadang pertanyaan ini sama sekali tidak tulus.
Jika seseorang menanyakan kabarmu, dan harimu memang sedang sial, maka bagaimana kalau mengatakannya begini: “Hariku menyebalkan, bagaimana denganmu?”



Dan terakhir...



The license user agreement


Reaksi:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...