Jumat, 20 Mei 2011

[ Puisi Kematian ] Hanya 10


Puisi Kehidupan dan Kematian - Hanya 10
By: Tazkiyyatun Nafsiyah
Puisi ini Dimuat di Majalah Pondok Pesantren Husnul Khotimah



Huft.Huft.Huft.

Aku mulai menghitung nafas

Salah satu alveolus ini terisi

Ada tanya terbit di selipan rongganya

Duk.duk.duk

Aku mulai membilang lagi

Atrium terisi

Ventrikel susut

Ada heran yang terjadi di detik ke 5

Tiap pagi Tuhan tak akan alpa memberi oksigen

Namun kali ini, tinggal jatah akhirku

Di senja yang temaram

Tuhan tak pernah silap menyalakan kardia

Namun kali ini amat lemah kurasa degupnya

Beberapa ATP habis

Untuk menunggu jawabnya

Dan seluruh anggota selula menggelengkan kepala

Pertanda tidak di detik ke 6

Risaulah semua

Pecahlah dan mulai meremuklah aku di detik ke 7

Nukleus retikulum kromosom mitokondria

Sitoplasma karioteka peroksisom

Lisosom

Ribosom

Semua berdehem di detik ke 8

Menyindir roh yang tak juga mengerti

Mungkin sisa-sisa ATP cukup untuk membuatnya mafhum pada detik ke 9

Tapi jantung mulai menangis dan redup

Pembuluh darah kini sepi dan kosong

Dan detik ke 10

Alveolus mengeluarkan karbondioksida terakhirnya

Izroil pergi bersama roh, bersama sepotong pelajaran bisu

Aku tersudut, bersama sesal yang tersisa.


You Might Also Like:

Pencarian:
  • puisi kematian kahlil gibran
  • puisi kematian sahabat
  • puisi kematian cinta
  • puisi kematianku
  • puisi tentang kematian seseorang
  • puisi renungan kematian
  • puisi kematian untuk kekasih
  • syair kematian islam
  • puisi kehidupan dan kematian

Reaksi:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...