Sabtu, 08 September 2012

Mengapa Pacaran Haram ? Mengapaaaa???



Mengapa pacaran haram? Bukankah tidak ada dalil qoth’i yang melarang pacaran, yang dimaksud dalam Al-Quran itu adalah dilarang mendekati zina, bukan dilarang pacaran. Jadi jika pacaran tetapi tidak bermaksud untuk mendekati zina, tidak apa-apa kan??

Mungkin itulah pertanyaan bagi kaum muda yang mulai terjangkiti virus merah jambu. Penulis tahu banget koq kalau cinta itu fitrah (baca : Duh... Cinta!), tapi yang penting bagaimana kita mengarahkannya pada yang lebih positif (Baca : Menyikapi Rasa Cinta Pada Lawan Jenis). “Tapi mengapa pacaran haram?” Berbagai alasan pun muncul untuk menghalalkan perbuatan mereka, mulai dari pacaran islami (pacaran koq islami?), HTS (hubungan tanpa status) hingga label kakak adik.

Pacaran Islami ? Apa maksud dari pacaran islami ? Apakah pacaran dengan saling mendakwahi? SMSan riya saling memberi tausiyah ? (baca: Hukum SMS chatting telepon dengan lawan jenis bukan mahram)  Pacaran di pelataran masjid ? Pacaran dengan bahasa akhi ukhti ? Tidak ada istilah pacaran islami sebagaimana tidak ada istilah babi halal hanya karena baca bismillah. (Baca: 10 Logika penangkal pacaran Islami)

HTS, inilah yang juga banyak menjangkiti remaja muslim zaman sekarang. Gak mau pacaran tapi juga gak bisa nahan hasrat untuk dekat dengan lawan jenis. Naudzubillah !! Kalau ada istilah hubungan tanpa status, lebih baik tidak perlu berhubungan sekalian karena gak jelas kan statusnya? Beramal jangan setengah-setengah jika gak mau masuk surga setengah-setengah. Hehehe :D

Kakak adik” Duh apa lagi nih !! Aneh melihat fenomena tersebut, berkhalwat dengan label “kakak adik”. Bentuk barus dari HTS tapi esensinya sama dengan pacaran. Kedekatan yang tidak seharusnya antara ikhwan akhwat bukan mahram. Bermanja-manja di facebook saling curhat seperti tidak ada hijab. Bukankah sebenarnya kita ini memang sudah sebagai saudara? Bukankah Allah telah berfirman, innamal mukmiunuuna ikhwah (sesungguhnya antara orang Islam itu bersaudara). Jadi, memang sudah seharusnya kita memposisikan sesama muslim itu sebagai saudara tanpa perlu melakukan upacara bahwa antum kakak ana dan ana adik antum. Betul??

Ada saja akal-akalan setan untuk menjerumuskan manusia. Selain 3 istilah di atas, saya yakin masih banyak istilah lain dan alasan lain bagi para pelaku pemuja hawa nafsu demi dilegalkannya perbuatan mereka. Lalu sebagai umat muslim yang mengaku bertaqwa, apa yang harus kita lakukan? Tentu saja kembali pada Al-Quran dan As-Sunnah sebagai titik tolak kebenaran.

Dalil-dalil dan penyebab haramnya esensi dari kedekatan khusus ikhwan akhwat bukan mahram :

Mengawali zina

Para pelaku pacaran bisa saja tak mengaku bahwa walaupun pacaran mereka tidak akan melakukan perzinaan. Asal tahu saja, semua orang yang berzina juga pada awalnya berkata hanya bermesraan... hanya smsan... hanya telpon-telponan. Ujung-ujungnya zina.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32).


Yang disuruh oleh Allah bukanlah berzina. Tapi dilarang mendekati zina. Jika mendekati zinanya saja sudah berdosa apalagi berzina. Syaikh 'Abdurrahman As Sa'di dalam kitab tafsirnya menjelaskan, "Larangan dalam ayat ini adalah larangan untuk mendekati zina. Larangan mendekati saja tidak dibolehkan apalagi sampai melakukan zina itu sendiri. Larangan mendekati zina ini meliputi larangan melakukan berbagai pendahuluan dan perantara menuju zina."

Dengan penuh kerendahan hati saya bertanya: Apalagi pintu zina yang paling lebar kalau bukan pacaran (dengan berbagai istilah)?

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)

Dalam hadits lain ketika beliau berkhotbah sholat gerhana matahari, beliau bersabda: “Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung (ghirah) melebihi Allah ketika ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina. Hai umat Muhammad, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.

Dengan penuh kerendahan hati pula saya katakan, kita adalah manusia biasa. Tidak lepas dari nafsu syahwat, dan mudah tergoda oleh setan, tidak puas, lemah dan hatinya mudah terbolak-balik. Jadi tak patutlah jika kita menjamin bahwa pacaran yang kita lakukan tidak mendekati perzinaan. Pacaran pada hakikatnya adalah gerbang perzinaan tanpa perlu ditambah-tambah.

Berduaan dengan lawan jenis


Berduaan dengan lawan jenis merupakan salah satu pelanggaran yang tak bisa dipungkiri. Berduaan di tempat sepi, di tempat gelap, dll. Para pelaku pacaran Islami akan berkata bahwa mereka boleh jadi tidak berduaan di satu tempat sepi dan gelap, tapi berduaan dengan lawan jenis lewat sms, telpon, chatting, facebook dll hukumnya tetaplah berkhalwat. Baca : Hukum SMS chatting telepon dengan lawan jenis bukan mahram


Pada realitanya, aktivis dakwah (ikhwah) yang janjian ketemuan pun pada awalnya adalah khalwat lewat sms, telpon maupun dunia maya. Setan pun ujung-ujungnya takkan menyerah hingga terjadi apa yang mereka inginkan terjadi.

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ

Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih dilihat dari jalur lain)

Tidak menundukkan pandangan

Salah satu penyebab penyakit hati adalah mengumbar pandangan, padahal sudah jelas dalam surat An-Nur ayat 30-31 bahwa muslim dan muslimah diharuskan untuk menjaga pandangan mereka dari lawan jenis yang bukan mahram.

Katakanlah (Muhammad) kepada laki-laki yang beriman, ‘hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, ‘hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka…” (An-Nur ayat 30-31)

Akibat dari tidak menundukkan pandangan adalah : Rusaknya hati, terancam jatuh pada zina, lupa ilmu, turunnya bala, merusak sebagian amal, melalaikan diri dari mengingat Allah dan hari akhirat, dan merendahnya mata.

Untuk lebih jelas tentang Ghadul Bashar (Menundukkan Pandangan) Baca tulisan saya : The Power of Ghadul Bashar (Menundukkan Pandangan)
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى      
Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770).

“Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari? Kiamat.”(HR. Ahmad)

Tidak menjaga aurat

Jika 3 point di atas adalah penyebab dari haramnya pacaran Islami, maka point selanjutnya ini adalah pacaran yang ada di pikiran orang zaman sekarang. Biasanya pihak prialah yang ingin menikmati keindahan tubuh dari sang pacar (Naudzubillah!) Padahal menutup aurat dengan berhijab adalah wajib.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Ahzab: 59).

Ibnu Abbas r.a. berkata, “ayat ini terkait dengan seorang laki-laki yang duduk pada suatu kaum. Lalu lewatlah seorang wanita. Namun bila teman-temannya melihat dirinya, dia menundukkan pandangannya. Sungguh Allah SWT mengetahui keinginan dirinya. Ia ingin andai dapat melihat aurat si wanita.” (Al Jami’li Ahkamil Qur’an, 15/198)

Bersentuhan dengan lawan jenis

Menyentuh lawan jenis dengan sengaja dalam keadaan tidak darurat hukumnya haram. Ini juga adalah salah satu pelanggaran berat dalam pacaran.  Rasululloh Shallallahu’ Alaihi Wa Sallam bersabda: “ Sungguh, kepala salah seorang diantara kamu ditikam dengan jarum besi lebih baginya daripada ia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya “. (HR. Tirmidzi dan Baihaqi dengan Sanad Hasan Shahih).

Dari Asy-Syabi bahwa Nabi saw. ketika membai’at kaum wanita beliau membawa kain selimut bergaris dari Qatar lalu beliau meletakkannya di atas tangan beliau, seraya berkata, “Aku tidak berjabat (baca: menyentuh) tangan dengan wanita.” (HR Abu Daud dalam al-Marassi)

Jika 5 point di atas adalah penyebab pacaran haram menurut Al-Quran dan AlHadits, Di bawah ini saya akan mengulas Dampak dan Kerugian Pacaran :

Jelas berdosa
Bokek gara – gara keluar banyak duit buat SMS, nelpon, beliin coklat, kencan dll.
Membuang – buang waktu produktif
Bikin diri sendiri jadi bekasan buat jodoh yang sesungguhnya
Rentan untuk sakit hati
Setiap urusannya dipersulit
Murka Allah SWT
Rentan untuk melakukan seks bebas
Melawan perintah orang tua jika tidak direstui
Penyebab utama kasus bunuh diri
Lupa akan mengingat Allah. Contoh: saat sholat mikirin pacar
Kebangkrutan dunia akhirat
Kedua orang tuanya takkan diharamkan masuk surga
Akan saling memusuhi dengn pacarnya di akhirat kelak
Dijamin kehilangan privasi
Bikin gelisah pada hal-hal yang gak pasti
Merusaknya amal

Untuk dalil-dalilnya lihat di Dalam Islam Pacaran Itu Haram

Buat kamu-kamu kawan santri menulis yang masih pacaran... apa yang akan kamu lakukan sekarang? Jawabannya lebih baik putusin aja!! Belilah masa depanmu dengan menjadikannya masa lalumu! Bagaimana mau melangkah lebih jauh sementara kau tak memulai satu langkah kecil pun??

Reaksi:
Comments
9 Comments

9 komentar:

  1. gmna brow jadinya kluarga klw gak bsa saling mngenal akan jadi apa kluarga nanti,pacaran adalah mngnal satu ama lainya,dan klw kita sling mngnal insya alloh kluarga akan bahagia

    BalasHapus
  2. @Edi Karen: realitas aja ya bro, sulit kalau pacaran disebut ajang perkenalan. karena pada nyatanya orang pacaran itu selalu berusaha tampil seperfect atau sebaik mungkin didepan pacarnya.

    Islam menawarkan ta'aruf dan itu sudah jelas. Perkenalan lewat kerabat dekat dan keluarga. Kalau gak sreg juga bisa nolak koq.

    Sampai saat ini ta'aruf adalah proses perkenalan yang terbaik yang saya tahu dan pacaran adalah proses perkenalan terburuk. Mario Teguh saja bilang, pacaran hanya membuang-buang waktu tanpa kesungguhan menikah.

    BalasHapus
  3. . sieep ukhty @Maryam Qonita .. anee s7 samee jwban entee .. .
    (з´⌣`ε)

    BalasHapus
  4. @Suka.suka.guee.. ya, terimakasih. saya hanya menyusun berdasarkan dalil dari Quran dan As-Sunnah.

    BalasHapus
  5. maaf ya tapi aku gak sependapat dengan ini, banyak orang bilang kalo pacaran itu adalah proses menuju pernikahan, proses pengenalan diri dengan pasangan, aku pacaran selama ini aku yakin gak pernah koq sok perfect depan pacar aku, ya apa adanya aja, kalo pacaran selama 1 tahun misalnya, untuk tampil perfect itu gak mungkin dan gak rasional menurut aku, pasti capek lah, kalo mengenal dari keluarga dekat atau teman itu juga kita gak bisa langsung tahu kan orang tersebut kayag gimana, nah selain itu juga kalo misalnya nih kita masih sma atau smp, kan kemungkinan untuk saling tertarik lawan jenis itu muncul dan itu manusiawi kan karena masa pubertas, apa itu berarti kita harus menikah pada saat smp atau sma ?? kan enggak, ya itu cuma pendapat aja sih.. maaf ya kalo ada kata2 yang menyinggung

    BalasHapus
    Balasan
    1. manusia LAKNAT,sulit dapat hidayah,kalo hawa nafsu yang kamu dahulukan. Emosi saya kalo ngeliat orang orang fasiq kalo menantang syari'at.

      Hapus
  6. @Anonim, oke... namanya juga manusia pasti pendapatnya beda-beda toh??

    Ya, pacaran memang ajang perkenalan dengan dia lebih dekat. Tergantung orangnya bagaimana dia mau apa adanya atau enggak.

    Tapi sepertinya kerugiannya lebih banyak daripada manfaat yang didapatkan. Sebagai seorang mukmin kita wajib meyakini ayat-ayat quran dan sunnah Rasul. Sependapat atau gak, toh buat kebaikan kita sendiri kan???

    BalasHapus
  7. assalamualaikum warohmatullahiwabarokatuh bolekah saya meng copy tulisan tulisan di blog ini?

    BalasHapus
  8. @Ari Allbatros, sangat boleh.... asal dicantumkan sumbernya.

    BalasHapus

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...