Jumat, 07 September 2012

Mari Kita Berhenti Mengidolakan Artis!



Judulnya pasti kontroversial untuk teman-teman yang masih mengidolakan artis, tapi beginilah judul ini. Apa yang mau aku posting disini adalah berkenaan tentang aku *jadi rada nganeh gini*, tambahan deh… dan tentang kita semua.

Aku mau cerita *duduk manis* sewaktu kelas 9, di kelas aku, ada seorang teman dan dialah yang paling gembar-gembor super junior dan DBSK (tau kan??) Dan sekarang dia malu banget kalau inget masa-masa itu. Rasanya dosa itu bertumpuk, soalnya dulu semua teman-temannya yang bilang Korea itu banci dah kena virus yang dia sebarin….  Coba kebayang gak satu orang aja misalnya yang dia tularin tu virus nyebar ke 10 orang, 10 orang nyebar ke 100 orang, 100 orang nyebar ke 1000 orang. Jadilah tabungan dosa buat dirinyasendiri…

Kenapa tabungan dosa? Karena gak ada manfaatnya secuil pun! Malah banyak banget mudhorotnya.

Satu contoh kasus, di Palestina sempat ada kejadian, orang-orang Israel membunuh belasan anak-anak palestina Cuma untuk mendapat sepetak tanah. Dan untuk apakah sepetak tanah yang telah dibayar dengan darah anak-anak tidak berdosa ini? Untuk berdansa ala DBSK!!!

Contoh kasus yang lain, tentang skandal Ariel dan Luna. Ada kejadian anak laki-laki memerkosa anak perempuan dengan alasan mengikuti sang idola, Ariel! Naudzubillah…

Contoh konkritnya deh, berapa banyak uang yang kau habiskan Cuma untuk beli cd album si artis atau untuk beli tiket konser mereka? Bagaimana kalau uang itu kamu sumbangkan ke anak-anak kurang mampu? Lebih bermanfaat mana?

Tidak berat untuk tidak mengidolakan artis lagi. Aku juga sudah mencoba menghapus Kyuhyun dari benak aku, dan gak berat koq. Malah rasanya segalanya lebih plong… untuk apa memikirkan orang yang gak mikirin kita???

Mungkin banyak dari teman-teman yang tidak setuju. Tapi baca dulu deh ayat Al-Qur’an dibawah ini. Menentang aku boleh, tapi menentang ayat Al-Qur’an??

“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (Al-Munafiqun ayat 4)

Reaksi:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...