Minggu, 08 Juli 2012

Kegagalan Tidak Mendefinisikan Dirimu

 Sebenarnya tidak pernah terpikir olehku bahwa aku akan tidak lulus SNMPTN. Yang kupikirkan setidaknya pilihan 1 ada kemungkinan lulus dan pilihan 2 udah pasti lulus. Ternyata oh ternyata tulisan di http://ujian.snmptn.ac.id adalah……… Maaf, peserta atas nama Maryam Qonita dinyatakan tidak lulus SNMPTN 2012 jalur ujian tertulis. Jangan putus asa dan tetap semangat! Semua orang di rumah gak percaya, aku cengo cukup lama dan gak berpindah tempat, mengulangi loading lagi dan lagi tapi tulisan itu tetap gak berubah. Alhamdulillah, setidaknya tulisan di situ meminta maaf dan bukan cacian apalagi makian.

                Mungkin buat teman-temanku yang ditakdirkan Allah melewati ujian sepertiku pasti merasakan hal yang sama. Betapa dalamnya rasa kecewa, rasa sedih, rasa malu, rasa marah, gak percaya campur aduk. Pada akhirnya mengurung diri di dalam kamar sambil berandai-andai…. “kalau saja aku…”, “Kalau saja waktu itu… ” dan bla bla bla.

                Teman, berandai-andai itu haram hukumnya! Aku pun kecewa dan merasa pasti ada yang salah. Setelah masih terus berjuang mengambil kesempatan di SNMPTN tertulis, belajar siang malam, memohon pada-Nya lewat sholat tahajud dan dhuha, lewat shaum sunnah, tiap tetes air mata, tiap huruf demi huruf alquran dan tiap bisik dzikir… Allah mengungkapkan semuanya malam itu yang rasanya seperti makanan pahit harus bulat-bulat ditelan.  Seketika juga anganku melayang dan berada di titik terendah.

                Satu pintu tertutup. Cahaya itu meremang. Aku bangun tidur dan kejadian semalam bukan mimpi. Aku langsung menangis dan gak mau beranjak dari kasur. Yang kuharapkan kemenangan membuatku histeris, ternyata kegagalan menghampiriku dengan sadis! Waktu sudah menunjukkan jam 5 pagi, aku harus sholat subuh. Langkah kaki rasanya begitu berat, tapi aku tetap harus sholat subuh.  Setelah sholat subuh, entah kenapa terpikir untukku menulis cerita ini. Dalam benakku: “Allah pasti ingin aku belajar ikhlas

                SNMPTN memang momen besar. Tapi Allah jauh lebih besar lagi. Aku pikir aku akan sedih selama 7 hari 7 malam, ternyata Allah memapahku dan aku masih dapat berjalan. Setelah semua perjuangan itu… aku yakin suatu saat nanti Allah takkan membuat kita kosong dan kecewa. Ingat sebuah kata-kata bijak, “Kesuksesan itu seperti bola bekel. Sekeras apa kita menghantam dasar, setinggi itu pula kita akan memantul. Semakin keras menghantam maka semakin tinggi memantul.

                Karena pada kenyataannya, hidup kita tak berakhir di sini. Tapi masih panjang insya Allah. kita tidak boleh terdiam di pintu yang sudah tertutup. Kita harus mencari pintu-pintu kesempatan yang lain. Karena kita tidak akan pernah tahu bahwa ada pintu-pintu lain yang ternyata adalah pintu yang membawa kita ke tujuan awal kita, meski dengan melewati jalan yang berbeda. Jadi tetap semangat ya... walau kita sudah melangkah di ranah yang berbeda!

Reaksi:
Comments
1 Comments

1 komentar:

  1. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    Hargailah hari kemarin,mimpikanlah hari esok, tetapi hiduplah untuk hari ini.,
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    BalasHapus

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...