Sabtu, 22 September 2012

Menafsirkan Tuhan, Allah itu Bukan Sesuatu


Allah itu bukan sesuatu...............
Allah itu bukan sesuatu, tidak serupa dengan sesuatu pun (Q.S. Asy-Syura:11)
Allah itu bukan sesuatu, karena tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya(Al-Ikhlas: 4)
Allah itu bukan sesuatu, karena segala sesuatu diciptakan berpasangan sementara Allah Maha Esa (Q.S. Az-Zariyat: 49) (Al-Ikhlas: 1)
Allah itu bukan sesuatu, karena Allah lah yang menciptakan segala sesuatu (Q.S. Al-Fatihah :2)
Allah itu bukan sesuatu, karena Allah lah tempat meminta segala sesuatu (Al-Ikhlas: 2)
Allah itu bukan sesuatu, karena Allah Maha meliputi segala sesuatu (Q.S. Fushilat: 54)
Karena Allah bukan sesuatu, maka Allah tidak bisa kita tafsirkan.......

Menatap matahari dengan mata telanjang, kita tak mampu.
Menghitung bintang di langit, kita tak mampu.
Menghitung ikan di lautan, kita juga tak mampu.
Menafsirkan Allah, Sang Pencipta segala sesuatu, apakah kita mampu???

Tidak sama pembuat molen dengan molen
Pembuat molen tidak pernah jadi molen, dan molen tidak pernah jadi pembuat molen
Tidak sama pembuat siomay  dengan siomay
Pembuat siomay tidak serupa dengan siomay, dan siomay tidak serupa dengan pembuat siomay
Tidak sama tukang bakso dengan bakso
Pembuat bakso tahu cara membuat bakso, tapi bakso tidak tahu cara membuat si pembuat bakso
Tidak sama akal dan pencipta akal
Jadi apakah dengan akal pikiran, kita mampu menafsirkan pencipta akal itu sendiri????

Lalu... untuk alasan apa kita menyembah-Nya, sementara kita tidak tahu bentuknya dan tidak bisa menafsirkan-Nya??
Kita menyembah Allah sebagai wujud syukur karena-Nya telah memberikan kebaikan dan kemudahan. Udara bebas yang kita hirup, makanan yang kita makan, minuman yang kita minum, semua itu gratis dari-Nya, tidak minta bayaran, dan Dia hanya meminta kita untuk beribadah kepada-Nya.

Ilmu tauhid, belajar mengenal Allah dari ciptaan-Nya dan sifat-Nya, bukan tentang dzat-Nya, karena Dia nyata senyata-nyatanya, lebih nyata dari yang nyata. Dan akal pikiran tidak bisa melampauinya. 

Reaksi:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...