Rabu, 27 Agustus 2014

[Analisis Psikologi] Lagu Pengiring Bunuh Diri, Gloomy Sunday

Penasaran? Dengar lagunya di video di bawah
Ditulis oleh: Maryam Qonita

Lagu dan musik adalah ungkapan jiwa seseorang. Seringkali lagu yang kita nyanyikan mencerminkan keadaan kita pada suatu waktu. Masih banyak di antara kita yang suka mendengarkan bahkan menyenandungkan lagu-lagu tanpa meneliti syairnya sehingga tanpa sadar lagu tersebut mengungkapkan kepahitan dunia, keputusasaan, cinta duniawi, dendam, hingga akhirnya terang-terangan mengajak kita untuk bunuh diri. Seperti diketahui, mayoritas tindakan bunuh diri dihubungkan dengan mood disorder (Beck & Sterr, dalam Nevid., dkk., 1997). Mood disorder sendiri bisa disebabkan mendengarkan lagu-lagu melo.

Gloomy Sunday adalah sebuah lagu yang ditulis oleh seorang pianis Hungaria, Lazzlo Javor tahun 1933. Liriknya sendiri ditulis dengan nama Vege a Vilagnak (End of The World). Lagu tersebut kemudian dijadikan irama musik oleh Rezsoe Seres. Tidak lama setelah peluncurannya, lagu itu menjadi hits dan meledak di pasaran. Akan tetapi, kejadian buruk yang tidak diperkirakan terjadi. Kekasih Lazzlo Javor mencabut nyawanya tidak lama setelah peluncuran lagu tersebut yang sebelumnya menulis surat berisi niat bunuh diri berbunyi, Gloomy Sunday.

Beberapa waktu kemudian, seorang pegawai negeri Hongaria bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri. Mayatnya ditemukan dalam posisi menelungkup di atas kopian lirik lagu Glooomy Sunday. Selanjutnya, seorang gadis berupaya meracuni dirinya. Ketika kepergok, lagu Gloomy Sunday masih mengalun di dalam ruangan tersebut. Ada sebuah kisah lagi yang terjadi di sebuah restoran di Budapest. Seorang pemuda menembak dirinya ketika band musik di restoran itu baru saja memainkan lagu Gloomy Sunday.

Setelah dinyatakan lagu tersebut memakan banyak korban dengan situasi yang semakin tidak terkendali, pemerintah Hongaria melarang pemutaran lagu itu di tempat umum. Meskipun begitu, ketenaran lagu itu sudah tidak terbendung hingga ke negara lain Tentunya, hal ini menambah lebih banyak korban. Di Inggris, lagu ini dilarang diputar BBC karena laporan kasus bunuh diri yang melonjak tajam.

Ternyata bukan hanya pendengar lagu tersebut yang terdorong bunuh diri. Tahun 1968, Rezsoe Seres yang membuat aransemen musik Gloomy Sunday pun mencoba bunuh diri dengan cara terjun dari sebuah bangunan. Ia sempat dibawa ke rumah sakit, namun di sana ia mencekik dirinya sendiri hingga tewas dengan kawat, sungguh tragis. Sebelumnya, ia memang mengaransemen musik Gloomy Sunday ini untuk dipersembahkan pada kekasihnya yang meninggal bunuh diri. Kalau dihitung, secara keseluruhan terjadi 200 upaya bunuh diri di seluruh dunia yang berkaitan dengan Gloomy Sunday.

 

Teori Emosi dalam Musik


Menurut Alf Gabrielsson (1992), seorang ahli di bidang psikologi musik, untuk memahami ekspresi emosi dalam musik, kita perlu membedakan antara proses “emotion perception” dan “emotion induction”. Maksudnya, seorang pendengar musik dapat saja menangkap ekspresi emosi dari sebuah musik tanpa perlu mengalami emosi itu sendiri. Proses yang dimaksud dengan emotion perception atau persepsi emosi yang terkandung dalam musik. Itu artinya, ada nilai “objektif” dari fungsi emosional musik yang membuat kita sebagai pendengar dapat mengenali musik yang bernuansa sedih, gembira, dsb. Hal ini berdampak pada mood pendengar bahkan lagu-lagu sedih bisa menyebabkan mood disorder hingga depresi.

Seperti diketahui, bunuh diri sering kali diasosiasikan dengan gangguan mood. Paling kurang, 15 % individu dengan depresi, sukses melakukan bunuh diri (Mental Helath. Net). Lebih dari 90 % orang-orang yang bunuh diri, menderita atau mengalami gangguan psikologis. (Black & Winokur., Brent & Kolko., Conwel., Dkk., Garland & Zigler., Orbach., dalam Nevid., dkk., 1997).

Lebih jauh lagi, saat mendengar sebuah musik, kita dapat mengalami emosi tertentu. Inilah proses emotion induction, dimana musik membawa kita hanyut dalam emosi tertentu. Seseornag, karenanya dapat dengan bebas memberikan respon emosi terhadap musik yang didengarnya. Secara gamang, emotion perception dimaksudkan sebagai kerja intelektual (sebatas proses persepsi kognitif) sementara, emotion induction melibatkan respon emosional (apa yang dirasakan saat mendengar musik tertentu).

 

Lirik Lagu Gloomy Sunday dan Artinya

 

Gloomy Sunday



Sunday is gloomy
the hours are slumberless
dearest the shadows
I live with are numberless

Little white flowers
will never awaken you,
not where the dark coach
of sorrow has taken you

Angels have no thought
of ever returning you
would they be angry
if I thought of joining you?

Gloomy Sunday

Gloomy Sunday
with shadows I spend it all
my heart and I
have decided to end it all

Soon there'll be prayers
and candles are lit, I know
let them not weep
let them know, that I'm glad to go

Death is a dream
for in death I'm caressing you
with the last breath of my soul
I'll be blessing you

Gloomy Sunday

Dreaming, I was only dreaming
I wake and I find you asleep
on deep in my heart, dear

Darling, I hope
that my dream hasn't haunted you
my heart is telling you
how much I wanted you

Gloomy Sunday

It's absolutely gloomy sunday


Terjemahan Lagu Gloomy Sunday


Minggu yang suram
Tanpa jam tidur yang nyenyak
Tersayang,bayanganku
hanya tinggal dengan jumlahnya

Bunga putih kecil
Tidak akan pernah membangunkan kamu
Tidak dimana pelatih hitam
Kesedihan telah bersama kamu

Malaikat tidak pernah berpikir
untuk kembalikan kamu
Apa mereka akan marah,
jika aku memikirkan bergabung dengan kamu?

Minggu yang suram

Minggu yang suram,dengan bayang-bayang
Aku menghabiskan itu semua
Hatiku dan aku
Telah memutuskan untuk mengakhiri semuanya

Segera akan ada lilin
Dan doa yang menyedihkan aku tahu
Biarkan mereka tidak menangis
Biarkan mereka tahu bahwa aku senang pergi

Kematian adalah mimpi
Kematian,aku membelaimu
Dengan jiwa terakhir dari jiwaku
Aku akan memberkatimu

Minggu yang suram

Bermimpi,aku hanya bermimpi
Aku bangun,dan aku menemukanmu sedang tertidur
Didalam hatiku,disini

Sayang,aku berharap bahwa mimpiku
Pernah menghantuimu
Hatiku untuk kamu
Betapa kuinginkan kamu

Minggu yang suram

Dampak Psikologi & Fisiologi dari lirik Gloomy Sunday

 

Dampak Fisiologi


Pada suatu saat, Dr. Masaru Emoto berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Perancis, Palestina, hingga ke Makkah. Tahun 2005 lalu dia diundang ke PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya bahwa air bisa “mendengar” kata-kata, “membaca” tulisan, dan bisa “mengerti” pesan. Dalam bukunya, “The Hidden Messege in Water”, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan seperti pita magnetik atau compact disk.

Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Dr. Masaru Emoto pun telah melakukan eksperimen menarik dengan mengekspos air terhadap musik. Hasilnya ternyata benar-benar menunjukkan sebuah perubahan dramatis dan jelas. Air yang diperdengarkan lirik lagu dengan kata-kata negatif menunjukkan perubahan kristal airnya sungguh-sungguh hancur. Sebuah foto yang membuat orang gemetar.

Sementara itu, tubuh manusia memang 75% adalah air, otak 74,5%, darah 82%, dan tulang yang keras pun mengandung 22% air. Apabila kata-kata yang diafirmasi dan didengarkan pada tubuh yang sebagian jam besarnya adalah air ini adalah lirik lagu Gloomy Sunday seperti: “Minggu yang suram” atau “Kematian adalah mimpi” dengan lirik-lirik sedih yang kuat, maka tidak heran kalau vibrasi pesan-pesan galau itu merambat kepada seluruh molekul air dalam tubuh manusia dan menyatu bersama darah, daging, otak, dan tulang.

 

Dampak Psikologi


Minggu yang suram
Tanpa jam tidur yang nyenyak
Tersayang,bayanganku
hanya tinggal dengan jumlahnya

Lagu ini diawali dengan sebuah bentukan kata yang negatif “suram” dimana kalimat awal merupakan kesan pertama yang ditangkap oleh pembaca. Dalam psikologi abnormal, dikenal istilah kurva normal berbentuk lonceng yang dipelajari di Psikodiagnostik. Perspektif ini menggunakan pengukuran statistik dimana semua variabel yang diukur didistribusikan dalam suatu kurva normal. Rata-rata orang berada di tengah, namun titik ekstrim terletak di awal dan di akhir dimana kesan ini akan membekas begitu kuat. Seperti itu pula saat kita belajar, materi yang begitu menempel di otak adalah materi paling pertama dipelajari dan materi paling terakhir di pelajari. Maka dari itu, pada pertama kali mendengar lagu ini sudah memberikan kesan yang suram.

“Tanpa jam tidur yang nyenyak” kalimat ini juga masih dalam titik ekstrim meskipun sedikit bergeser. Menggambarkan tidak ada yang bisa dilakukan seseorang saat itu kecuali berusaha tertidur di hari minggu yang notabene tanpa aktivitas. Sementara bayang-bayang kian menghantuinya seperti dalam kalimat selanjutnya, “tersayang, bayanganku hanya tinggal dengan jumlahnya”

Lirik ini juga dari awal menunjukkan sebuah perasaan terasing. Padahal Durkheim (dalam Meyer & Salmon, 1998) menyebutkan jika perasaan terasing atau teralienisasi (seperti halnya stockbrokers pada depresi tingkat tinggi), depresi, dan banyak lagi adalah hal-hal yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan bunuh diri atau usaha bunuh diri.

Bunga putih kecil
Tidak akan pernah membangunkan kamu
Tidak dimana pelatih hitam
Kesedihan telah bersama kamu

“Bunga putih kecil” lirik ini menekankan kata putih dimana putih sendiri dalam perspektif Psikologi sering diasosiakan sebagai ungkapan yang dingin, monoton, dan kaku. Tanpa sadar telah menanamkan ke dalam alam bawah sadar bahwa kehidupan si penyanjung syair ini memiliki kehidupan yang monoton atau membosankan dan lemah seperti bunga yang kecil dan cepat layu .

“Tidak akan membangunkan kamu” lirik ini masih bersifat abstrak, namun jika digabungkan dengan lirik sebelumnya seakan-akan menunjukkan bahwa dalam kehidupan monoton tersebut si penyanjung masih merindukan sosok kekasihnya yang telah meninggal. “Kamu” disini adalah sang kekasih yang tidak akan bangun selama-lamanya. Meskipun sang penyanjung syair sangat merindukan untuk bertemu dengannya dalam hidup yang terasa sangat kaku. Kemungkinan, faktor risiko bunuh diri yang terbesar salah satunya adalah penolakan dari seseorang yang dicintai (Blumenthal., Brent., dkk., Trautment., dkk., Joiner & Ruud, dalam Nevid., dkk., 1997).

Tidak dimana pelatih hitam”, pelatih hitam disini menggambarkan malaikat maut dimana malaikat maut pun tidak dapat membangunkan kembali sang kekasih yang telah meninggal. Lirik selanjutnya “Kesedihan telah bersama kamu” menggambarkan dalam kematian sang kekasih membawa kesedihan yang teramat dalam dan penyesalan.

Malaikat tidak pernah berpikir
untuk kembalikan kamu
Apa mereka akan marah,
jika aku memikirkan bergabung dengan kamu?
Minggu yang suram

Malaikat tidak pernah berpikir untuk kembalikan kamu” Hal ini menunjukkan rasa marah pada malaikat karena tidak mengembalikan sang kekasih. Hal ini juga secara tidak langsung menanamkan bahwa manusia pun memiliki pengetahuan terhadap alam gaib sehingga tidak heran jika secara alam bawah sadar, sang pendengar merasa tidak takut untuk memilih bunuh diri.

Apa mereka akan marah, jika aku memikirkan bergabung dengan kamu?” masih menunjukkan rasa marah. Namun, secara alam bawah sadar kalimat ini malah memberi pesan bahwa si penyanjung syair penasaran apa yang akan terjadi jika dia bunuh diri. Dan hal in malah memberi pesan tantangan untuk sang pendengar, “Kau tidak akan tahu sampai kau melakukannya! Beranikah kau melakukannya (baca: bunuh diri)?

Aliran-aliran psikodinamik terbaru yang muncul, masih terfokus pada kemarahan sebagai inti permasalahan atau penyebab terjadinya tindakan bunuh diri atau usaha bunuh diri (Maltsberger, dalam Hoeksema, 2001).

Minggu yang suram” lirik ini adalah afirmasi yang ditekankan pada paragraf akhir. Sehingga afirmasi yang dilakukan dengan bentukan kata negatif ini menjadikan kesan yang begitu kuat dan semakin terekam dalam otak.

Minggu yang suram,dengan bayang-bayang
Aku menghabiskan itu semua
Hatiku dan aku
Telah memutuskan untuk mengakhiri semuanya

Minggu yang suram, dengan bayang-bayangAfirmasi kembali dilakukan. Penulis syair ini, seorang pianis Hungaria, Lazzlo Javor begitu jenius dalam membuat syair. Dia menempatkan kalimat negatif setiap akhir dan awal bait lagu. Dimana seperti telah dijelaskn sebelumnya, dalam Psikologi Abnormal, titik ekstrem yang begitu membekas ditempatkan di awal dan akhir.

“Aku menghabiskan itu semua” Dalam psikologi Gestalt, dikenal seseorang cenderung untuk melihat segala sesuatu menjadi keseluruhan. Si penyair lagu ini memiliki sebuah persepsi kalau memang ia telah melewati masa-masa yang suram, monoton dan penuh bayang-bayang hingga akhirnya ia maka ia ingin segera menghabiskannya. Namun kehidupan itu telah membuatnya putus asa, bahwa tidak ada yang bisa menyelesaikannya kecuali dia memutuskan untuk bunuh diri. Seperti dalam baris selanjutnya, Hatiku dan aku telah memutuskan untuk mengakhiri semuanya”

Segera akan ada lilin
Dan doa yang menyedihkan aku tahu
Biarkan mereka tidak menangis
Biarkan mereka tahu bahwa aku senang pergi

Energi itu mengikuti imajinasi (Albert Einstein, Relativity, The Special and the General Theory, 1916). Seperti itu pula yang dilakukan oleh sang penulis, dia memiliki energi atau kekuatan untuk mati dengan mengimajinasikan dalam bait di atas. Seperti kata “Lilin” yang melambangkan kematian bagi orang katholik, atau kata “doa” yang melambangkan kepasrahan kepada Tuhan namun kesedihan tiada berlalu.

Biarkan mereka tidak menangis, biarkan mereka tahu bahwa aku senang pergi.” Tanpa sadar kalimat ini menekankan, dalam kehidupan yang ditinggalkannya nanti, kehidupan sosial akan lebih baik. Dimana orang-orang justru mengharapkan sang penyair untuk segera meninggal.

Kematian adalah mimpi
Kematian,aku membelaimu
Dengan jiwa terakhir dari jiwaku
Aku akan memberkatimu

Minggu yang suram

Dalam situasi yang menyesakkan, harapan adalah sebuah kekuatan (G.K. Cherstone, dalam Reflections of Life, 2012). Seperti itu pula, harapan sang penyair untuk mati dimana di bait ini dia sudah membayangkan bagaimana kematiannya yang menjadi harapan. Dia mengharapkan dari kematiannya, maka jiwanya dan jiwa kekasihnya bisa saling bertemu. Dengan kematian, satu-satunya cara agar sang penyair bisa membelai sang kekasih. Sekali lagi, paragraf ini ditutup dengan kalimat afirmasi negatif, “Minggu yang suram

Bermimpi,aku hanya bermimpi
Aku bangun,dan aku menemukanmu sedang tertidur
Didalam hatiku,disini

Para ilmuwan psikologi meneliti mimpi dan mengatakan dalam tidur nyenyak, yaitu pada gelombang delta, seseorang tidak akan mengalami mimpi. Mimpi justru ada akibat banyaknya pikiran yang dibawa sebelum tidur sementara tidak mampu untuk tidur nyenyak. J. Allan Hobson mengatakan 95% mimpi dilupakan karena pemrosesan informasi tidak aktif pada tahap REM. Namun sang penyair begitu mengingat mimpinya, itu artinya sang kekasih yang digambarkan dalam nyanyiannya begitu berharga dan terekam dalam memorinya.

Calvin (1990) bahwa dalam mimpi, emosi ikut terlibat dan kebanyakan yang terbawa adalah emosi-emosi negatif atau perwujudan dalam kehidupan si pemimpi sehari-hari.

Sayang,aku berharap bahwa mimpiku
Pernah menghantuimu
Hatiku untuk kamu
Betapa kuinginkan kamu

Minggu yang suram

Shneidman (dalam Halgin & Whitbourne, 2003) menyatakan bahwa individu yang mencoba bunuh diri adalah individu yang mencoba untuk mengkomunikasikan rasa frustrasinya kepada seseorang yang dianggap penting oleh individu tersebut.  Seperti itu pula pesan kekuatan yang disampaikan pada sang kekasih. Lagu ini ditutup dengan kekuatan sebuah harapan, kekuatan cinta, kekuatan keinginan untuk bertemu, dan ditutup lagi dengan afirmasi negatif, “Minggu yang suram

 

Dampak Psikologi dan Fisiologi dari Aransemen Musik “Gloomy Sunday”


Dampak Psikologi


Tanpa sedikit meremehkan lagu ini, karena saat penulis mendengarkan lagu Gloomy Sunday, lagu ini adalah lagu dengan aransemen musik yang sangat melo diiringi suara biola yang sangat menyakitkan telinga. Penulis memiliki rasa penasaran mengapa lagu ini bisa menjadi sangat fenomenal dan banyak yang mengaguminya bahkan membuat orang galau berat dan ingin bunuh diri.

Jika dipikirkan sepintas, lagu ini sangat sederhana karena hanya diiringi dengan gesekan biola sepanjang lagu. Jadi, selain liriknya yang maknanya menyentuh, suara si penyanyi wanita yang pelan namun terasa hatinya menjerit, sebenarnya ada rahasia apa lagi yang menjadi kekuatan dari lagu Gloomy Sunday untuk membuat ratusan pendengarnya memilih mati bunuh diri?

Joh Sloboda (1992) melakukan eksperimen sederhana. Ia seorang psikolog asal Inggris yang merupakan pecinta musik.Sebuah pola teridentifikasi oleh Sloboda, dan pada prinsipnya nada yang membangun ketegangan seperti Gloomy Sunday membuat seseorang tanpa sadar meneteskan air mata.

Martin Guhn mengatakan “Melodi yang menimbulkan ketidakselaran menimbulkan ketegangan” Begitu pula yang dirasakan oleh penulis saat mendengar lagu ini, saat harmoni terinterupsi pertama kali, terdengar seperti suara jeritan perempuan diikuti nada yang melambat, namun sesungguhnya ia sedang menyanyi. Batin pendengar terasa seolah didekap rasa dingin dan suasana mendadak terasa suram. Gesekan biola yang susul menyusul membuat telinga terasa sakit dan tegang silih berganti, namun menciptakan kemelut perasaan yang kuat, memicu reaksi yang tidak biasa, dan saat itulah air mata menetes.

Untuk memperkuat suasana, si penyanyi yang notabene berganti orang 52 kali ini, memainkan suara ketika nada panjang dimainkan pada chorus diikuti dengan munculnya harmoni suram. Pada tiap bait terkadang dinaikkan nada hingga satu oktaf,  harmoni digeser, dibingkai dengan penguatan volume suara pada “Dengan jiwa terakhir dari jiwaku Aku akan memberkatimu” lalu ditutup dengan lirik dramatis “Minggu yang suram

Dampak Fisiologi


Penelitian oleh Robert Zattory dari McGill University menyebutkan bahwa musik yang menguncang emosi membuat tubuh melepaskan dopamine dari otak tengah. Hormon yang sama juga dilepaskan ketika manusia mengkonsumsi makanan, melakukan aktivitas seksual, atau mengkonsumsi narkoba. Zattory mengatakan pada kesimpulannya, semakin provokatif sebuah lagu, semakin sering pendengar mengulangnya. Semakin sering pendengar mengulangnya, semakin kuat pesan yang diterima hingga menguatkan pendengar untuk melaksanakan pesan-pesan dari musik atau lagu tersebut.

Sementara hormon dopamin diproduksi cukup besar, secara ilmiah, mendengarkan lagu-lagu galau menyebabkan hormon seratonin dalam otak berkurang. Hal itulah yang menyebabkan dri menjadi lebih sedih, mudah depresi, tidak semangat, lesu, dan gampang letih. Fakta-fakta yang ada menunjukkan jika rendahnya tingkat serotonin pada otak manusia, berpengaruh terhadap kecenderungan seseorang untuk melakukan bunuh diri dan percobaan bunuh diri (Stanley., dkk, dalam, Nevid., dkk., 1997).

Banyak penelitian menemukan adanya keterkaitan antara bunuh diri dengan rendahnya tingkat serotonin (Mann & Arango, dalam Hoeksema, 2001). Bunuh diri, sangat berhubungan dengan gejala-gejala depresi, dan fakta-fakta yang ada menyebutkan jika depresi dengan penurunan kadar serotonin dihubungkan individu (Purselle & Nemeroff, 2002). Individu yang pernah mencoba bunuh diri (suicide attemptter) dengan tingkat serotonin yang rendah, sepuluh kali lebih besar peluangnya untuk mengulang perbuatannya (bunuh diri) dibandingkan dengan individu dengan tingkat serotonin yang tinggi (Roy, dalam Hoeksema 2001). Rendahnya serotonin akan menimbulkan impulsifitas, ketidakstabilan, dan kecenderungan bertindak secara berlebihan dalam situasi tertentu (Spoont, dalam Nevid., dkk., 1997). Sangat memungkinkan bila rendahnya jumlah serotonin memberikan kontribusi kepada seseorang untuk berprilaku impulsif, salah satunya perilaku bunuh diri.

Daftar Pustaka

·         Keliat, B.A. 1993. Seri keperawatan: tingkah laku bunuh diri. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
·         LAB/UPF Ilmu Kedokteran Jiwa. 1994. Pedoman Diagnosis Dan Terapi. Surabaya:    Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan RSUD.Dr. Soetomo.
·         Supratinya,A. 1995. Mengenal Perilaku Abnormal.Yogyakarta: Kanisius.

 

Sumber Internet


Susanto, Cornelius Eko. Angka Bunuh Diri Meningkat. http://www.mediaindonesia.com/read/2011/01/01/195735/71/14/Angka-Bunuh-Diri-Meningkat (Diakses pada 19 Januari 2012 )
Utama, Arya. Bunuh Diri Menurut Pandangan Psikologi. http://ilmupsikologi.wordpress.com/2010/03/30/bunuh-diri-menurut-pandangan-psikologi/ (Diakses pada 18 Januari 2012 )



Reaksi:
Comments
1 Comments

1 komentar:

  1. kereen , nambah ilmu , di blog2 lain hnya mngutarakan misteri lagu nya , tanpa ada analisa yg jelas , dan kbnyakan hsil copas -,- , di sini saya di bawa hanyut sama analisa2 yg rapih ,makasih ilmunya min keren

    BalasHapus

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...