Rabu, 27 Agustus 2014

Donnie Darko: A Puzzle Movie


Ada sebuah film yang tidak dapat disimpulkan dengan mudah. Dengan nuansa yang tidak nyaman, cerita yang tidak biasa, atau dapat dikatakan aneh. Bisa dikatakan film itu memiliki ide yang sangat orisinal dan belum pernah ditonton di film lainnya. Salah satunya adalah film Donnie Darko, sebuah cult film dengan ending yang sangat mengejutkan (twist ending). Beberapa penonton harus menonton lebih dari 2 kali untuk mengerti ending dari film ini. Ya, karena film ini lebih mirip sebuah puzzle yang amat rumit dan membuat penonton berpikir lebih keras untuk memahami maksudnya.

Donnie Darko adalah seorang remaja yang sejak kecil memiliki masalah dalam melakukan komunikasi social. Donnie digambarkan memiliki pemikiran di luar batas normal sehingga sering kali dalam setiap lontaran katanya menimbulkan perselisihan dengan orang lain. Hingga akhirnya ia memiliki masalah dalam menjalin hubungan, dengan keluarganya, teman-temannya, termasuk guru-gurunya.

Masalah Donnie bertambah saat bertemu Frank, seekor kelinci raksasa yang sering kali muncul dalam penglihatannya. Frank memberitahukan bahwa dunia akan kiamat pada 28 hari, 6 jam, 42 menit, dan 12 detik lagi. Namun hanya Donnie saja yang dapat melihat Frank dan mengikuti setiap intruksi Frank. Hal ini membuat Donnie sering berjalan dalam tidur. Sehingga suatu hari, Donnie ditemukan tidur di tengah lapangan golf dengan tulisan di tangannya: 28 hari, 6 jam, 42 menit, 12 detik.

Setibanya di rumah, Donnie melihat seluruh keluarganya berkumpul di depan rumah. Para polisi melakukan evakuasi karena ternyata, sebuah bagian mesin pesawat terjatuh tepat di kamar Donnie. Kamar Donnie hancur, namun Donnie terselamatkan karena semalam dia berjalan tidur ke lapangan golf. Namun, semenjak kejadian itu perilaku Donnie menjadi semakin aneh. Ia menjadi semakin sering berjalan dalam tidur dan melakukan hal-hal buruk yang tidak masuk akal sesuai dengan permintaan teman ilusinya yaitu Frank.

Donnie menjadi memiliki kekuatan di luar batas kemampuan manusia pada umumnya. Di bawah instruksi dari Frank, Donnie menghancurkan pipa air besar di sekolahnya dan membuat sekolahnya kebanjiran. Dia juga menancapkan kapak pada patung tembaga di sekolahnya yang amat keras. Donnie juga membakar rumah seorang trainer terkenal. Dan ia juga bisa melihat gelombang air keluar dari tubuh orang lain, dan menebak perilaku apa yang akan dilakukan orang lain tersebut. Terkadang ia bicara sendiri, menusuk-nusukkan pisau ke wajahnya di cermin, mencuri pistol milik ayahnya, dsb.


Melihat perilaku anaknya, orang tua Donnie membawanya ke seorang psikiater. Psikiater mengatakan bahwa Donnie mengidap Skizofrenia Paranoid, sebuah penyakit psikologis dimana dia ketakutan ditinggalkan oleh temannya Frank hingga melakukan apapun yang Frank minta. Donnie sendiri tidak memiliki teman lagi di sekolahnya kecuali Gretchen, gadis yang akhirnya mau menjadi pacarnya.

Sisi normal dari Donnie tidak ingin mengatakan bahwa dirinya gila (Seperti yang dikatakan oleh Psikiater). Ia ingin menyimpulkan bahwa yang dialaminya bukanlah ilusi belaka. Akhirnya ia berbincang-bincang dengan guru fisikanya untuk menafsirkan kejadian yang dialaminya secara ilmiah. Guru itu pun memberikan Donnie sebuah buku berjudul “The Philosophy of Time Travel” yang ditulis oleh Roberta Sparrow. Seorang wanita tua yang pernah hampir ditabraknya dan wanita itu dianggap gila karena selalu menanti sepucuk surat di depan rumahnya. Namun, tidak pernah ada sepucuk surat pun dalam kotak surat itu.

Saat Donnie membaca buku tersebut, ia mendapati bahwa isi buku tersebut sangat persis dengan yang dirinya alami. Pelan-pelan Donnie pun menerima apa yang dia alami bukanlah ilusi juga bukan kebetulan saja. Tidak seperti yang dkatakan oleh psikiater. Pada gurunya, Donnie bicara tentang konsep time travel hingga gurunya tak lagi ingin bicara pada Donnie. Begitu pula Donnie bicara pada pacarnya Gretchen, namun pacarnya tidak mengerti apa yang Donnie katakana.

Pertanyaannya, apakah Donnie benar-benar gila? Lalu apakah yang terjad dengan 28 hari kemudian benar-benar kiamat? Memang, film ini butuh perjuangan dan tidak mudah untuk dilewati apalagi mengingat durasinya yang lebih dari dua jam. Namun pada awalnya, saya mengira bahwa film ini adalah film thriller psychologist, namun konsep sebenarnya dari film Donnie Darko adalah Parallel Universe. Dimana ada dua dunia yang muncul dalam penglihatan Donnie, dan Donnie disuruh untuk kembali menormalkannya.

Ketika dunia parallel tercipta, sebuah objek aneh muncul. Kembali ke masa lalu, sebuah mesin pesawat yang tiba-tiba jatuh di depan rumah Donnie adalah sebuah glitch dimana ketika dunia parallel muncul, tercipta tiga copy. (satu di dunia nyata, satu di dunia parallel, satu di depan penglihatan Donnie). Kopian ketiga muncul menyebabkan dunia tidak stabil dan dapat menyebabkan dunia kiamat. Cara untuk menormalisasi dunia adalah dengan membuang mesin melalui portal ke dunia nyata sehingga hanya dunia parallel yang hancur.

Meskipun tidak mudah untuk mendapatkan arti yang sesungguhnya dari film ini, mengingat durasinya yang dua jam, namun tidak ada penyesalan saat menonton film bernuansa aneh ini. Di era film yang semakin gencar dengan film-film horror dan romantis murahan, kelebihan Donnie Darko justru menawarkan nuansa baru dengan ending cerita yang tidak terlupakan. Meskipun setiap penonton memiliki interpretasi masing-masing dalam menyimpulkan film ini, namun untungnya Richard Kelly terbuka menjelaskan sosok Donny Darko tersebut dan tidak sok misterius seperti David Lynch.

Kekurangannya, mungkin bagi beberapa penonton film ini dianggap hanyalah film membosankan yang berjalan dengan lambat. Terkadang akan bertanya, “Film apa ini?” atau “Ini beneran? Koq aneh banget…” sehingga tidak jarang sebelum menonton pertengahan film, mereka akan mengganti menonton film lain yang lebih jelas maksudnya dan lebih menegangkan dibandingkan menonton film yang membutuhkan pikiran dalam mencerna setiap adegan seperti potongan puzzle berserakan.

Reaksi:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...