Senin, 28 Desember 2015

Mengenal Diri Melalui Johari Window

Selain bicara tentang “cinta”, ada lagi ilmu psikologi sosial yang saya anggap paling menarik untuk dibahas, yakni 4 ruangan self (diri) yang disebut sebagai Johari Window. Ini penting, soalnya salah satu awal titik kesuksesan adalah dengan mengenal diri kita sendiri. So, here we go!!


Self atau diri terbagi atas empat bagian dalam Johari Window:



  1. Open self: yakni informasi tentang diri kita yang diketahui oleh publik, yakni diketahui oleh diri kita sendiri dan orang lain. Open Self disebut juga sebagai arena.
  2. Blind self: yakni informasi tentang diri kita yang diri kita tidak ketahui namun orang lain tahu. Misalnya kita tidak sadar bahwa diri kita ini sensitive dan mudah tersinggung, namun orang lain hanya membicarakan kita di belakang dan menjauhi kita tanpa memberi tahu alasannya.
  3. Hidden self: yakni informasi tentang diri kita yang kita ketahui namun tidak diketahui orang lain. Ini seperti fakta-fakta tentang diri kita yang kita sembunyikan dari orang lain.
  4. Unknown self: yakni informasi tentang diri kita yang tidak diketahui oleh siapapun, diri kita maupun orang lain. Unknown self merupakan bagian dari alam bawah sadar yang sering kali muncul ketika kita jatuh tertidur, entah dalam mimpi atau dibawah pengaruh hypnosis.
Lalu pertanyaan selanjutnya, self yang ideal dan sehat itu yang seperti apa?

Jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah: kita terus berusaha untuk memperbesar bagian arena atau open self kitaDengan memberi tahu orang lain tentang diri kita sendiri dan juga meminta pendapat orang lain akan diri kita sendiri. Selama kita nyaman, bukalah open self sebesar-besarnya. Dengan begitu, kehidupan mungkin terasa lebih ringan ketika kita berusaha jujur dan orang lain juga terbuka.

Dan karena saya adalah orang yang berusaha memperbesar arena, meskipun saya orang yang introvert dan lebih suka menyendiri sejak kecil. Arena/open self tersebut saya perbesar pertama dengan mengatakan pada orang lain diri saya apa adanya, mencoba membuka hidden self, salah satu hidden self saya antara lain:

I may seem strong, optimistic, study-holic, opportunist, and ambitious. But just you know that being optimistic isn’t always being happy. It’s taking what the world throws at you and saying “I’m not going to let this get me down.” And honestly, sometimes it can feel as if I was fooling myself.

Oke, pernyataan ini saya tulis dalam bahasa inggris karena terkadang saya lebih mudah mengutarakannya dalam bahasa inggris. Kau bisa melakukannya juga namun dengan bahasa Indonesia. Dan kita bisa memulainya dengan orang-orang terdekat kita, di lingkungan dimana kita biasa bersosialisasi. 

Mohon dibedakan bukan untuk diumbar di status facebook, karena timbal balik yang diperoleh juga mungkin tidak efektif.



Lalu selanjutnya, saya meminta teman saya untuk menuliskan tanggapannya tentang diri saya yang saya tidak ketahui. Kali ini untuk mencoba membuka blind self. Lalu teman saya berkata bahwa ada beberapa gossip aneh tentang diri saya di jurusan selama ini, dan dia terus merahasiakannya demi kebaikan saya. Lalu dia menuliskan dua buah kata di handphonenya:

Maryam freak

Oke, mungkin saya selama ini tidak menyadarinya. Tapi itu memang benar, menjadi show off dalam hal positif selalu terlihat freak, dan memang freak sih. Buat orang lain pun, bentuk dari blind self ini memang bisa jadi berupa pil pahit yang harus diterima kalau itu benar adanya.

Ini hanya satu contoh yang mendekati dari hidden self dan blind self ketika berusaha diungkap untuk memperbesar open self. Lalu selanjutnya bagaimana dengan unknown self??? Sebuah misteri yang tidak bisa diungkap kecuali ketika kita dalam keadaan tidak sadar. Salah satu caranya adalah dengan dihipnosis atau dengan mencatat mimpi-mimpi yang kita alami segera setelah kita terbangun dari tidur.

Dalam kasus saya, saya punya satu folder berjudul “Mimpi-Mimpi Tidur” dimana isinya adalah kumpulan word document yang isinya mimpi-mimpi saya dan diurutkan berdasarkan tanggal. Oke, saya tahu saya emang freak. Hahaha. Tapi beginilah ketika Sigmund Freud mengeksplorasi dirinya juga, ketika berusaha membuka alam bawah sadar dia.




Kau tahu, bisa jadi terdapat emosi-emosi negative yang tersimpan di masa lalu yang belum kita maafkan, dan akhirnya muncul dalam bentuk mimpi sebagai permasalahan yang belum terselesaikan. Maka dari itu, selesaikanlah dan maafkanlah emosi itu dari sekarang sebelum menumpuk dan mengarah pada stress, depresi atau bahkan psikopatologi.

Sebagai salah satu bentuk dari mimpi saya tanggal 22 Desember yang merupakan H-1 sebelum saya hosting sebuah event internasional, dengan menghabiskan uang tabungan sendiri dan penghasilan bulanan. Waktu itu indomie goreng kriting adalah makanan paling mewah yang saya makan seharga 3600 rupiah per bungkus, dan jerawatan pun bermunculan karena saya stress dan makanin telor mulu selama berminggu-minggu. Setelah makan mie goreng kriting, saya pun tertidur siang:

Di dalam tidurku, aku bertemu aktor Korea Joo Won di fan-meeting di Korea. Aku terpilih sebagai fans yang beruntung maju ke depan untuk dinyanyikan lagu olehnya. Dia akhirnya menghiburku dengan menyanyikan satu lagu “My Love” ost dari Baker King Kim Tak Goo. Aku mencoba bicara padanya dengan bahasa Inggris, namun dia bilang “Tidak apa-apa, saya belajar bahasa Indonesia” Fans lain teriak-teriak, karena aku adalah fans yang beruntung dipanggil ke depan.
Pulang dari konser, badan aku capek semua dan tidur di atas kasur bersama ummiku dengan memeluknya sambil tersenyum. The end. 

Well, mimpi ini adalah bentuk mimpi yang tidak terealisasi dari harapan saya yang terpendam ketika menghadiri fan-meeting Joo Won di Lotte Mart, Jakarta. Waktu itu saya memotretnya dengan kamera HP saya sendiri dan melihatnya langsung dengan mata kepala saya. Namun fans yang maju ke depan bukan saya… krik krik krik… jadi emosi ini muncul dalam mimpi sebagai emosi negatif yang belum selesai dan belum diikhlaskan. LOL.



Masih banyak unknown-self yang saya sendiri masih tidak ketahui. Atau beberapa unknown-self yang saya ketahui, tapi malah masuk dalam hidden-self karena saya tidak nyaman jika harus memberi tahukannya pada orang lain. Tidak apa-apa, selama kita masih nyaman untuk membagikannya dengan orang lain.

So, this is mine... 






Sekarang, buatlah johari window punyamu sendiri. Buat di atas kertas empat kotak, dan isi masing-masing kotak tersebut dengan berbagi dan meminta masukan pada teman-teman di sekitarmu. Ditunggu johari window kalian yaa…. :D

Sekian dan semoga bermanfaat.

Reaksi:
Comments
1 Comments

1 komentar:

  1. Thanks for sharing.. Jd dapat ilmu psikologi nih :)


    Keknya asyik dibuat untuk game di grup mentoring :)

    BalasHapus

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...