Selasa, 20 Maret 2018

10 Manfaat dan Keutamaan Puasa Daud


Sebelum mengulas manfaat dan keutamaan Puasa Daud, teman-teman mungkin sudah tahu apa itu puasa daud. Puasa Daud adalah puasa yang dilakukan secara selang-seling yaitu sehari puasa dan sehari tidak. Puasa Daud adalah sebaik-baiknya puasa dan derajatnya paling tinggi. Puasa Daud ini adalah puasa Nabi Daud a.s. yang mana disampaikan oleh Rasulullah sebagai puasa yang paling utama dan sudah mencakupi puasa sunnah lainnya.

Dalam hadits dikatakan: “Nabi Daud As. biasa tidur seperdua malam dan shalat pada sepertiganya, kemudian tidur lagi seperenamnya. Dan beliau berpuasa satu hari dan tidak berpuasa satu hari.” [HR Bukhari].

Hadits Mengenai Keutamaan Puasa Nabi Daud.

Dari Abdullah bin Amr bin Al’ash, ia berkata bahwa Rasulullah S.A.W mengatakan padanya.

أَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – وَأَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ ، وَكَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ ، وَيَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا
 
“Sebaik-baik shalat di sisi Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Dan sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud. Nabi Daud dahulu tidur di pertengahan malam dan beliau shalat di sepertiga malamnya dan tidur lagi di seperenamnya. Adapun puasa Daud yaitu puasa sehari dan tidak berpuasa di hari berikutnya.” [HR. Bukhari no. 1131].

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:

لاَ صَوْمَ فَوْقَ صَوْمِ دَاوُدَ ، شَطْرَ الدَّهْرِ ، صِيَامُ يَوْمٍ ، وَإِفْطَارُ يَوْمٍ
 
Artinya : “Tak ada ibadah puasa yang paling afdhol dari pada puasa Daud. Dimana Puasa Daud itu sendiri artinya telah berpuasa sebanyak separuh tahun sebab sehari berpuasa lalu sehari lagi tidak berpuasa begitu pun seterusnya.” (HR. Bukhari no. 6277 dan Muslim no. 1159).
 
Berdasarkan hadits-hadits di atas, diketahui bahwa kedua menegaskan bahwa puasa Daud merupakan puasa paling baik dan paling utama. Bahkan puasa Daud dikatakan lebih baik daripada puasa sepanjang tahun.
 
Dari 'Abdullah bin 'Amru r.a., ia berkata,:

أُخْبِرَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَنِّى أَقُولُ وَاللَّهِ لأَصُومَنَّ النَّهَارَ وَلأَقُومَنَّ اللَّيْلَ مَا عِشْتُ . فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - « أَنْتَ الَّذِى تَقُولُ وَاللَّهِ لأَصُومَنَّ النَّهَارَ وَلأَقُومَنَّ اللَّيْلَ مَا عِشْتُ » قُلْتُ قَدْ قُلْتُهُ . قَالَ « إِنَّكَ لاَ تَسْتَطِيعُ ذَلِكَ ، فَصُمْ وَأَفْطِرْ ، وَقُمْ وَنَمْ ، وَصُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ ، فَإِنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا ، وَذَلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ » . فَقُلْتُ إِنِّى أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ « فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمَيْنِ » . قَالَ قُلْتُ إِنِّى أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ . قَالَ « فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا ، وَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ ، وَهْوَ عَدْلُ الصِّيَامِ » . قُلْتُ إِنِّى أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ « لاَ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ »
 
Artinya:

Disampaikan kabar kepada Rasulullah saw. bahwa aku berkata; "Demi Allah, sungguh aku akan berpuasa sepanjang hari dan sungguh aku akan shalat malam sepanjang hidupku." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadanya ('Abdullah bin 'Amru): "Benarkah kamu yang berkata; "Sungguh aku akan berpuasa sepanjang hari dan sungguh aku pasti akan shalat malam sepanjang hidupku?". Kujawab; "Demi bapak dan ibuku sebagai tebusannya, sungguh aku memang telah mengatakannya". Maka Beliau berkata: "Sungguh kamu pasti tidak akan sanggup melaksanakannya. Akan tetapi berpuasalah dan berbukalah, shalat malam dan tidurlah dan berpuasalah selama tiga hari dalam setiap bulan karena setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa dan itu seperti puasa sepanjang tahun." Aku katakan; "Sungguh aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah". Beliau berkata: "Kalau begitu puasalah sehari dan berbukalah selama dua hari". Aku katakan lagi: "Sungguh aku mampu yang lebih dari itu". Beliau berkata: "Kalau begitu puasalah sehari dan berbukalah sehari, yang demikian itu adalah puasa Nabi Allah Daud 'alaihi salam yang merupakan puasa yang paling utama". Aku katakan lagi: "Sungguh aku mampu yang lebih dari itu". Maka beliau bersabda: "Tidak ada puasa yang lebih utama dari itu".

Lalu bagaimana mengenai keutamaan dan manfaat dari puasa Daud itu sendiri? 

Berikut adalah 10 Keutamaan dan Manfaat Puasa Daud.

1. Bentuk ketaatan terhadap Allah SWT dengan melaksanakan puasa yang paling utama, dan ibadah puasa paling baik. Maka dari itu, insyaa Allah pahala yang kita dapatkan pun akan yang terbaik. Sebagaimana Puasa Daud ini adalah bentuk komitmen dan bukti kecintaan kita terhadap Allah SWT.
 Dalam sebuah hadits Qudsi:

قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى
 
“Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku”.” (HR. Bukhari no. 1904)

2. Pahala ibadah puasa terbaik. Sebagaimana Puasa Daud adalah bentuk komitmen dan ibadah puasa terbaik kepada Allah SWT, maka Allah tentunya akan memberikan pahala terbaik kepada hamba-Nya dan hanya Allah yang punya kuasa akan amalan itu. Pahala dari amalan puasa tidaklah dilipatgandakan sebagaimana amalan lainnya, amalan puasa sifatnya tidak dibatasi pahalanya. Allah dapat melipatgandakannya berlipat-lipat tanpa ada batasan dan itu terserah pada Allah.

Dalam riwayat Ahmad dikatakan:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كُلُّ الْعَمَلِ كَفَّارَةٌ إِلاَّ الصَّوْمَ وَالصَّوْمُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ
 
“Allah ‘azza wa jalla berfirman (yang artinya), “Setiap amalan adalah sebagai kafaroh/tebusan kecuali amalan puasa. Amalan  puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya”.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan b
ahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)
 
3. Membangun sifat sabar dan pandai mengatur emosi. Dengan rajin berpuasa, maka kita membangun sifat sabar dan dapat mengendalikan emosi dengan baik. Sebab, pada dasarnya, orang yang sedang melakukan ibadah puasa dituntut untuk bisa bersabar dan tidak marah agar pahala puasanya tidaklah sia-sia. Dan jika dia bersabar maka pahalanya tidak terbatas karena Allah sendirilah yang akan memberikan dan melipatgandakan tanpa batasan bilangan.
 
Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
 
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10). Al Auza’i mengatakan, “Pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa ditakar dan ditimbang. Mereka benar-benar akan mendapatkan ketinggian derajat.” As Sudi mengatakan, “Balasan orang yang bersabar adalah surga.”.

4. Mengimbangi urusan dunia dan urusan akhirat. Karena puasa Daud ini selang-seling, maka porsinya pas untuk mengingatkan kita antara urusan dunia dan urusan akhirat tanpa mengabaikan salah satunya. Allah SWT menyuruh kita beribadah, tapi Allah juga tidak suka jika kita menelantarkan urusan dunia seperti malas-malasan tidak bekerja, tidak menyambung silaturahmi dan lain sebagainya. Allah berfirman:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
 
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (At Taubah 9 : 105).

5. Selama berabad-abad, puasa merupakan salah satu ritual masyarakat untuk memenuhi tuntutan agama. Bagi umat Islam, puasa Ramadhan hukumnya adalah ibadah yang wajib ditunaikan. Namun tahukah kita ternyata puasa juga memiliki manfaat besar pada kesehatan tubuh?
  • Mencegah kanker: Selama berpuasa, laju pembelahan sel dalam tubuh akan berkurang seiring faktor pertumbuhan yang menurun akibat terbatasnya asupan. Penelitian ini membuktikan bahwa hal ini mampu mengurangi risiko kanker.
  • Menjaga berat badan: Pembakaran lemak menjadi energi dapat membantu mengurangi berat badan dan tingkat kolesterol. Turunnya berat badan akan berdampak baik untuk mengendalikan diabetes dan tekanan darah.
  • Bagi ginjal dan lambung: Puasa mengistirahatkan ginjal yang selalu bekerja jika kita memiliki pola hidup dan pola makan yang tidak sehat (konsumtif). Dengan berpuasa, kita telah menunaikan hak badan untuk beristirahat dari makan terus-menerus dan tubuh tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan berat.
Dan masih banyak laginya. Yang mana kalau ditulis perlu bikin artikel baru :D

6. Mengurangi perilaku konsumtif, khususnya pada wanita yang secara emosional sering tidak mampu mengontrol perilaku konsumtif seperti berbelanja hal-hal tidak penting, atau membeli makan-makanan manis yang berlebihan, dsb. Dengan puasa Daud, hal ini dapat meredam perilaku konsumtif khususnya pada perempuan

7. Menjaga mulut dari pembicaraan yang tidak bermanfaat. Seringkali kita memiliki kebiasaan untuk membicarakan orang lain, seperti gosip atau fitnah. Dengan berpuasa khususnya puasa Daud, kita akan selalu teringatkan untuk menjaga mulut dari pembicaraan-pembicaraan yang menyakiti orang lain atau tidak penting.

Untuk itu berhati-hatilah. Hal ini seagaimana disampaikan dalam QS Al Baqarah : 217:

وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
 
“Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”.

8. Penawar hawa nafsu. Sebagaimana Nabi Muhammad bersabda:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.
 
"Wahai para pemuda! Barang siapa di antara kalian mampu menikah, maka hendaklah segera menikah, dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, sesungguhnya ia bisa menjadi penawar nafsu.".

Fakhrir Ar-Razi mengatakan bahwa puasa menjadi ajang latihan untuk mengendalikan nafsu dan menghindari kecerobohan, juga perbuatan keji. "Hal itu karena puasa mampu menurunkan tensi nafsu perut dan seks," katanya dalam tafsir Muslim: II/770-771, hadis nomor 46.

Karena Puasa Daud adalah puasa dengan frekuensi dan intensitas paling tinggi dari setiap puasa lainnya, maka puasa ini lebih baik dalam menawar hawa nafsu dan menjaga diri dari perbuatan yang keji seperti tensi seks dengan lawan jenis.

9. Mengamalkan puasa daud akan mengingatkan kita untuk menjalani hidup yang sederhana. Kita melatih diri kita untuk lebih bersimpati dan berempati pada lingkungan sekitar, menyumbangkan makanan yang kita miliki pada orang-orang yang lebih membutuhkan, dan menahan diri dari segala sifatnya duniawi.
 
10. Mendapatkan cinta Allah karena amalan yang kontinu sebagai amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
 
"Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. (HR. Muslim no. 783).

Wallahu'alam.

Reaksi:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...