Kamis, 30 Agustus 2012

Kutukan Mumi Fir'aun, Adakah?



Kita tahu kalau Hollywood cukup gencar memproduksi film tentang mumi Firaun dari Mesir. Contohnya aja film “Curse of The Pharaos” (Kutukan Sang Firaun) dan film “Mummy”, yang lalu disangkutpautkan dengan sihir bangsa Mesir Kuno. Tapi pernahkah kita bertanya, sebenarnya kutukan mumi Firaun seperti di film-film itu ada gak sih?

Semua film bertema seperti itu memiliki keyakinan yang sama, yaitu “kutukan” Raja Tutankhamun yang sangat terkenal. Ceritanya, waktu makam si raja dibuka pada tahun 1922, di dalam peti terdapat prasasti yang bertuliskan “Kematian akan segera mendatangi mereka yang menyentuh makam Paraoh.”

Dialah Howard Carter yang telah menghabiskan tujuh tahun lamanya untuk mencari makam Raja Tutankhamun yang dirahasiakan di lembah raja-raja Luxor. Namun, pencarian itu tidak sia-sia. Makam Raja Tutankhamun ditemukan setelah Carter dan timnya menggali sekitar 4 meter di bawah makam Raja Ramses VI, dimana mereka menemukan pintu masuk pada dinding batu yang menuju sebuah lorong. 

Dua peti mati yang berada di luar ruangan terbuat dari emas yang terpasang dari rangka kayu. Sementara, peti mati yang berada di dalam, seluruhnya terbuat dari 300 pound emas murni. Di dalam peti emas itulah Raja Tutankhamun terbaringkan selama 3300 tahun. Setelah Carter melepas 13 lapis kain linen yang menutupi mumi, dia menemukan seuntai kalung di dalamnya. Selama ribuan tahun, damar dan minyak yang digunakan untuk melapisi mumi telah berubah menjadi lem yang merekatkan. Jadi, untuk melepas kalung itu, Carter melakukan tindakan radikal. Yaitu dengan memotong-motong mumi!

Para arkeolog dan para pekerja yang menyentuh makam Raja Tutankhamun dilaporkan meninggal secara misterius dalam tempo waktu yang tidak lama setelah peristiwa pembongkaran terjadi. Bukan cuma itu, para pengunjung yang datang untuk melihat makam pun meninggal secara mendadak setelah berkunjung. Orang yang memamerkan harta karun Raja Tutankhamun di museum juga ikut-ikutan meninggal juga secara mendadak. Masyarakat lantas menyalahkan “kutukan” Raja Tutankhamun atas kematian mendadak 25 orang ini.

Eits, jangan langsung percaya dulu. Ketika penelitian ilmiah dilakukan oleh para ilmuwan, ternyata pembunuh yang sebenarnya berada di dinding makam. Dinding yang dipenuhi ornamen indah tersebut ternyata dipenuhi dengan ribuan bahkan lebih pembunuh mematikan yang telah berumur lebih dari 3000 tahun lamanya. Hiii….

Dinding-dinding itu diselimuti jamur coklat kecil. Dan pembunuh sebenarnya adalah bakteri bernama Aspergillus Niger yang terkandung dalam spora jamur. Spora itu terhisap dan menyerang sel-sel lemah dalam tubuh dan menghancurkannya selagi menyebar. Masalahnya, waktu itu Carter tidak memakai pelindung apapun. Begitu pula teman-temannya, mereka hanya memakai pakaian sehari-hari. Dan otopsi gegabah itu telah melepas banyak pembunuh mematikan yang kasat mata.

Reaksi:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...