Rabu, 27 Agustus 2014

Pemuda, Kepemimpian, dan Belenggu Politik di Indonesia


Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Mereka adalah batu pijakan kebangkitan nasional. Mereka pula adalah motor pergerakan dalam setiap langkah kemerdekaan. Peran pemuda tentu saja ditulis dengan tinta emas sejarah dan tidak dapat dihapus.

Kita bisa lihat di sejarah bangsa, mulai dari Budi Utomo, Kongres Pemuda, perjuangan melawan PKI, sampai dengan proklamasi kemerdekaan semuanya dipelopori oleh para pemuda. Contohnya, pemudalah yang memaksa Bung Karno untuk segara untuk mendeklarasikan kemerdekaan secepatnya. Makanya, proklamasi dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Akan tetapi, pertanyaannya adalah, mengapa reformasi dikerjakan oleh para pemuda? Kenapa tidak golongan tua atau golongan anak-anak? Tentu saja karena pemuda memiliki nilai-nilai positif jika dikaitkan dengan kepemimpinan.

Pertama, pemuda memiliki semangat yang tinggi. Semangat yang tinggi yang dapat membuat orang bekerja dalam produktivitas yang tinggi. Seperti ucapan Dr. Yusuf Qardawi, ibarat matahari, usia muda itu seperti saat jam 12 siang ketika matahari bersinar paling terang dan paling panas.

Kedua, pemuda memiliki keinginan yang tinggi untuk mengekspresikan ide-ide segar mereka. Mereka akan berjuang hingga ide-ide mereka dapat disetujui. Kita bisa melihat saat para pemuda berjuang menurunkan kepemimpinan Soeharto yang dictator.

Ketiga, pemuda memiliki banyak ide segar dan ide kritis. Sebuah kekuatan ide sangat dibutuhkan untuk membangun kepemimpinan. Pemuda juga memiliki kreatifitas yang tinggi dimana akan memberikan sentuhan yang berbeda dalam setiap aspek. Lihat saja pada reformasi 98 dimana terkandung di dalamnya sebuah ide besar tentang Indonesia baru.

Keempat, pemuda memiliki fisik yang kuat. Tentu saja seorang pemimpin yang baik harus memiliki stamina dan tubuh yang sehat. Seorang pemimpin tidak selamanya berada di belakang panggung tetapi juga mereka perlu mengambil aksi nyata untuk menjalankan kepemimpinannya.

Sayangnya, nasionalisme pemuda di masa lalu tidak lagi ditemukan hari ini. Jika kita bandingkan, pemuda yang memiliki semangat yang rendah lebih banyak daripada pemuda yang memiliki prestasi di bidang pendidikan dan olahraga. Potensi terbesar yang dimiliki oleh pemuda masih belum tergali bahkan digunakan untuk hal yang buruk. Contohnya adalah tawuran.

Faktanya, kita tahu bahwa pemuda adalah cerminan masa depan. Baik buruknya sebuah negaranya ditentukan oleh pemuda hari ini.

Masalahnya, untuk menciptakan generasi muda yang memiliki motivasi tinggi dan sanggup mengubah dunia menuju perbaikan tidaklah semudah membalik telapak tangan. Sistem politik dan sosial masih berlandaskan senioritas. Ditambah lagi, kesadaran pemuda Indonesia saat ini masih sangat kurang untuk menjadi seorang pemimpin.

Solusi untuk masalah ini adalah golongan tua harus memberikan kesempatan untuk para pemuda yang memiliki kemampuan dan kapabilitas. Pemuda pun perlu sepenuhnya menyadari bahwa mereka memiliki potensi besar yang sangat sayang jika diabaikan. Seperti pidato Bung Karno, “Berikan saya sepuluh pemuda, akan kugoncang dunia.”

Reaksi:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...