Kamis, 01 Juni 2017

[Eksperimen] Hanya Minum Air Putih Selama 30 Hari



Jadi, selama 30 hari atau mungkin lebih, saya tidak meminum apapun kecuali air putih. Alasan awalnya sederhana: menghemat pengeluaran di akhir bulan April. Hingga akhirnya saya menemukan beberapa artikel di Internet seperti misalnya di situs lifehack ini: This What Happens When You Drink Only Water for 30 Days. Lalu saya pun tertarik untuk melakukan eksperimen sederhana ini pada diri saya sendiri. Dan inilah yang terjadi:

Performansi Meningkat dengan Menyelesaikan 3 Bab Skripsi 8 Hari

Sebagaimana yang dimuat di artikel tersebut, saya pun benar-benar merasakan bahwa otak saya bereaksi lebih cepat sebagaimana hasil penelitian Frontiers in Human Neuroscience Journal. 80% otak adalah air, dan otak butuh lebih banyak oksigen dan air sebagai asupan. Maka jika asupan itu diperbanyak, kinerja otak pun meningkat. Kinerja otak yang meningkat akan membantu kita berpikir tekun, tajam, cepat dan lebih cerdas.

Satu contoh hasil, progress skripsi saya kecolongan start oleh teman-teman satu bimbingan. Seharusnya skripsi dimulai 1 Maret 2017, saya menulis ulang mulai dari nol lagi (mulai dari judul dan bab I) barulah tanggal 3 Mei 2017. Hal ini akibat saya yang berkutat dengan idealisme saya sendiri, bahwa skripsi saya harus tema kualitatif yang unik. Beberapa kali saya gunta-ganti judul skripsi selama dua bulan (Maret & April), karena meskipun saya anggap tema itu cukup mudah, menurut dosen pembimbing saya, tema-tema yang saya ajukan akan sulit diukur variabelnya atau aspek psikologisnya.

Lalu entah mendapat ilham dari mana, saya memutuskan untuk mengorbankan idealisme saya yang ketinggian tersebut. Mencoba tetap berlari meski start saya terlambat dan meski saya merasa putus asa untuk wisuda tahun ini. Alhamdulillah qodarullah selama 8 hari berturut-turut, saya 24 jam di depan laptop (kecuali makan, minum, tidur, sholat, ke toilet, dkk) bab 1 hingga bab 3 selesai + 2 hari revisi (di akhir mei baru setelah menerima feedback dospem setelah beliau kembali dari luar kota).

Tema saya (tentang forgiveness pada wanita) akhirnya di-ACC. Bahkan dospem bilang bahwa tulisan saya sudah cukup padat dan komprehensif, beliau juga menyukai alur pemikiran di skripsi saya karena saya menemukan benang merah inti permasalahan dan meng-highlight bagian tersebut. Beliau juga sempat mengatakan bahwa sebaiknya tulisan saya menjadi bahan diskusi bersama dosen yang lain, diterbitkan sebagai artikel, dan juga dipresentasikan dalam konferensi. Inti masalahnya sederhana, "Mengapa perempuan mudah sekali sakit hati, namun sesakit hati apapun dia tetap sanggup memaafkan?" (meski sejujurnya tidak bisa melupakan :D #ea).

Meski saya tidak tahu apakah dapat mengejar kereta wisuda tahun ini atau tidak. Tapi saya insyaa Allah akan mengusahakan yang terbaik tanpa menelantarkan amanah yang lain. Minta doa semuanya!

Berhenti Kecanduan Kopi

Bentuklah Kebiasaan Baik, Nanti Kebiasaan Baik itu Yang Akan Membentukmu.

This is probably the hardest one to leave since I was kinda all-nighter and studyholic. Saya kecanduan kopi dari usia 15 thn. Semakin parah memasuki dunia kampus ketika setiap malam harus begadang mengerjakan tugas menumpuk. Seringkali saya minum kopi hingga 5 gelas sehari, termasuk beberapa kali kopi hitam. Di tengah berlangsung mata kuliah pun, saya akan meminta izin ke dosen keluar sebentar (untuk minum kopi ke warung) karena jika tidak ada asupan kopi sedikit pun pada hari itu, saya merasa saya tidak mampu berpikir apa-apa kecuali memikirkan kepala saya yang pusing.

Tidak jarang maag kronis kambuh dan merepotkan semua orang kalau saya sudah tidak bisa jalan berhari-hari dan menangis kesakitan di atas kasur. Sampai dokter memvonis bahwa lambung saya sudah luka, dan ummi pun marah-marah setiap maag saya kambuh: "KAMU KALAU MAU MINUM KOPI, MINUM BAYGON DULU SANA!".

Lalu, saya masih kecanduan kopi dan setidaknya jatahnya berkurang dengan sedikit memelas pada ummi pakai berbagai alasan. Mulai kepala pusing, banyak tugas, tekanan darah rendah dsb. Pokoknya saya benar-benar tak bisa lepas dari kopi maksimal 3 hari. Satu hari gak minum aja sebenarnya udah pusing. And you know what? This is my first time in my life (as an adult) saya sudah tidak minum kopi selama 35 hari. Sebagaimana penelitian psikologi bilang, untuk membentuk kebiasaan itu, kita hanya butuh waktu 21 hari pembentukannya.

Bukan hanya kopi, entah mengapa saya pun kehilangan selera terhadap segala jenis minuman manis lainnya seperti teh dan susu. Mudah-mudahan saya telah mengalihkan kecanduan saya kepada yang lebih bermanfaat pada tubuh, kecanduan air putih!

Mengurangi Tekanan Darah Tinggi Sehingga Tidak Gampang Marah

Well, sebenarnya saya juga tidak tahu apakah saya bisa  menuliskan ini atau tidak. Insyaa Allah niatnya hanya sharing. Sejauh ini bulan Mei merupakan bulan dengan amanah terbanyak di tahun 2017. Saya merasa seperti campuran antara emak-emak rumahan + mahasiswa tingkat akhir + aktivis sosial + aktivis organisasi. Amanah menumpuk sementara waktu saya lebih sedikit daripada amanah-amanah tersebut.

Sepuncak-puncaknya emosi saya, adalah ketika saya duduk bersandar di satu sudut commuter line malam hari, menangis, menghela napas berat ketika sebenarnya dalam hati saya ingin teriak sejadi-jadinya... brain drained, physically tired, mentally exhausted. Lalu setelah itu saya ke toko kelontong dan membeli sebotol air mineral yang dingin dan istighfar banyak-banyak. Alhamdulillah, setelah itu pikiran saya bisa lebih tenang dan rileks.

Mengurangi minum kopi dan memperbanyak air putih membantu jantung kita lebih sehat, mengurangi risiko penyakit jantung akibat dari mengentalnya darah. Sehingga hal ini juga akan mengurangi tekanan darah di dalam tubuh.

Kehilangan Berat Badan, Detoksifikasi, dan Meningkatkan Kesehatan

Ketika kita hanya meminum air putih selama 30 hari, tubuh kita akan mengurangi zat garam yang mengikat lemak, melakukan detoksifikasi dengan mengeluarkan racun-racun dari organ-organ penting, dan membuat organ tubuh lebih bersih juga mengurangi perut buncit. Beberapa kali penelitian ilmiah telah mendemonstrasikan korelasi antara mengonsumsi minuman manis dan gangguan obesitas. (Huffington Post).

Saya juga merasa tidak mudah lapar. Saya memang sering masak di rumah dan itu untuk 2 orang adik saya yang pindah ke Jakarta buat kursus dan kuliah. Saya tidak tahu apakah saya benar-benar kehilangan berat badan atau tidak karena saya tidak begitu suka menimbang berat badan, tapi alhamdulillah orang-orang di sekeliling saya berkata seperti itu. Ummi saya yang baru tiba di Jakarta kemarin bertanya, "Det kamu kurang gizi atau apa? Koq tiba-tiba kurus begini?"

Ohya, mengonsumsi banyak air putih sebagai katalisator juga akan menetralisir pH dalam tubuh dan memperkuat imunitas tubuh. Khususnya untuk mempermudah kinerja hati dan ginjal dengan menghilangkan zat beracun, limbah dan garam.

Dan terakhir, meminum air putih menghemat pengeluaran!

Saya menghabiskan lebih sedikit uang ketika berbelanja ke Indomaret atau Alfamart. Harga air putih yang jauh lebih murah daripada minuman manis akan menghemat uangmu setiap kali ingin menghilangkan dahaga di hari yang terik, wait and see!

@maryam.qonita 
1 Juni 2017.


Reaksi:
Comments
7 Comments

7 komentar:

  1. Pas kamu baru posting mau minum air putih aja aku juga mulai coba det, tapi cuma bertahan 2minggu, gara2 pulang kampung dan disuguhi ini itu (ga mungkin ga kuminum)
    Hasilnya selama 2 minggu itu nafsu ngemil aku bener2 berkurang *yeey! otomatis pengeluaran berkurang jg #fithor

    BalasHapus
  2. Keren kak! Itu bener2 mengurangi berat badan kak?

    BalasHapus
  3. @Fithor, iya kan fithor? Hehehe. Aku makan dikit aja udah gampang kenyang banget. Hahaha.

    @Ummu Sa'idah, iya mengurangi berat badan. Asupan airnya juga perlu banyak tapi, misal 2-3 liter sehari karena itu kan detoksifikasi insyaa Allah.

    BalasHapus
  4. Menarik, tapi saya pikir saya gak akan kuat selama 30 hari itu.

    BalasHapus
  5. Menarik. Perlu dicoba 😊😊😊

    BalasHapus
  6. Saya candu bangetttt sama kopi botolan.
    Mau coba eksperimen ini ahh..

    Semoga bisa hilang candinya :)

    BalasHapus
  7. Bener banget aku uda 1 minggu ini minum air putih aja uda turun 5 kg perut mulai kempes perlahan nggak buncit hehe. Aku kira dg minum air aja bikin lemes ternyata engga sama sekali, bahkan terasa lebih bugar.

    BalasHapus

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...