Jumat, 02 Maret 2018

Pengertian dan 20 Bahan Muhasabah Diri



Pengertian Muhasabah adalah upaya untuk mengevaluasi, mengukur, atau menilai diri akan kebaikan dan keburukannya dalam hubungan dirinya kepada Allah maupun kepada sesama manusia lainnya. Selain pengertian muhasabah, Muhasabah itu sendiri berasal dari akar kata hasiba yahsabu hisab, yang secara etimologis artinya adalah melakukan perhitungan.

Berikut ini adalah cheklist atau bahan evaluasi yang bisa kugunakan untuk mengukur perkembangan spritualitas kita sehari-hari alias muhasabah. Karena memang tugas kita adalah untuk senantiasa terus berbenah diri, membekali diri dan juga memperbaiki diri di hadapan-Nya. Bukan hanya sehari-hari kita bikin cheklist yang bersifat dunia saja, yang bersifat spiritualitas kita juga perlu kita evaluasi.
 
Sebagaimana diperintahkan dalam Al-Quran dalil tentang muhasabah.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. [Q.S.Al-Hasyr (59):18]

Selain dalil dalam Al-Quran, terdapat pula hadits tentang muhasabah 
"Dari Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, "Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT". (HR. Imam Turmudzi).

20 Checklist ini aku temukan dalam buku Islam for Beginners. Berikut beberapa pertanyaannya untuk mengukur tingkat spiritualitasmu:

  1. Barapa banyak waktu yang kau habiskan untuk ibadah atas inisiatifmu sendiri setiap harinya?
  2. Berapa banyak waktu yang kau habiskan untuk evaluasi harian dan menulis catatan hikmah/pelajaran yang kau bisa ambil hari itu?
  3. Berapa lembar Quran yang kau baca setiap hari?
  4. Apakah kau sholat tahajjud?
  5. Sholat sunnah apa lagi yang kau dirikan?
  6. Apakah kau puasa seninkamis, 9 dzulhijjah, dan asy-syura secara rutin?
  7. Apakah kau melakukan i’tikaf 10 hari terakhir bulan Ramadhan setiap tahun secara rutin?
  8. Bagaimana kualitas sholatmu dalam hal konsentrasi, kebahagiaan dalam hati, kenyamanan jiwa dan bisakah kau membedakan ketiganya dengan jelas?
  9. Berapa tingkat sedekahmu?
  10. Apa yang orang lain katakan mengenai akhlakmu dan bagaimana kau bisa tahu?
  11. Seberapa banyak pengakuan publik dan popularitas penting bagimu? Apa buktinya?
  12. Apa kau memiliki seorang mentor? Mengapa dia menjadi mentormu?
  13. Bagaimana kondisi hatimu? Bagaimana kau mengetahuinya?
  14. Berapa banyak hal yang kau katakan pada orang lain, kau mengatakannya juga?
  15. Berapa banyak uangmu yang kau habiskan di jalan dakwah?
  16. Seberapa hati-hati saat kau makan? Apakah kau memakan/meminum sesuatu yang bahan-bahannya tidak diketahui?
  17. Apakah penghasilanmu halal?
  18. Seberapa hati-hati dirimu dengan apa yang kau lihat dan apa yang kau dengar?
  19. Kapan terakhir kali kamu menangis dalam kesendirian karena cinta kepada Allah?
  20. Berapa banyak perbuatanmu dipengaruhi oleh pemikiran orang lain dan berapa banyak yang murni untuk ridho Allah SWT?

Insya Allah kita semua merupakan orang-orang yang bertakwa, yang dalam menempuh hidup ini memiliki visi yaitu untuk mendapatkan Ridha Illahi, sehingga bisa melakukan muhasabah dan mengukur diri kita. Oleh karena itu, sudah selayaknya bagi seorang hamba untuk bersikap objektif terhadap dirinya sendiri.

Imam Hasan Al-Bashri berkata: “Seorang mukmin adalah panglima untuk dirinya sendiri, ia mengatur dan menginspeksi dirinya sendiri karena mengharapkan keridhaan Allah SWT”.

Dalil Quran dan Hadits Tentang Muhasabah

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. [Q.S.Al-Hasyr (59):18]

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan jiwanya dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat.” (QS. 87:14-15)

    “… dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”
(QS. 91:7-10)

Hadits tentang Muhasabah

Dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw., bahwa beliau berkata, "Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt. (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, "Hadits ini adalah hadits hasan")

"Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT". (HR. Imam Turmudzi).

You might also like:

Pencarian:
  • pengertian muhasabah
  • hadits tentang muhasaba
  • dalil tentang muhasabah
  • muhasabah hati
  • cara muhasabah diri
  • arti muhasabah dalam bahasa arab
  • muhasabah diri motivasi
  • makalah muhasabah
  • muhasabah diri motivasi
  • contoh muhasabah diri 
  • kata kata muhasabah diri
  • muhasabah diri islami
  • muhasabah diri mp3
  • doa muhasabah diri 
  • muhasabah hati

Reaksi:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...