Senin, 13 Agustus 2012

Menggapai Mimpi, Walau Lelah asal Lillah!

 Keinginan yang menggebu, ambisi yang mendewa, langkah kaki yang terburu-buru. Akhirnya tiba saat aku terima semua kegagalan, entah apa yang ada dalam pikiran dan apa yang ada di hati, apakah keinginan dan takdir bisa berjalan bersama?


Masih terpatri dalam benak saat aku berkata INGIN BISA PROGRAMMING. Yang seperti apa ?? (Kata trainer harus RINCI). Eh..... bisa ngehack? Yang bisa bikin kecerdasan buatan buat robot? Yang bisa bikin situs? Atau software? Aku hanya suka ngotak-ngatik makanya aku suka programming. Tidak tahu kenapa. Tidak tahu ingin seperti apa. Hanya suka. Tidak peduli pada akhirnya bisa jadi programmer atau tidak, aku hanya ingin bisa programming.

Masih terpatri dalam benak saat aku bilang... INGIN JADI PENULIS. Kenapa??? Karena aku suka menulis! Membiarkan imajinasi mengembara dengan bebas, menulis hal-hal yang kadang tak masuk logika!! Mewujudkan duniaku sendiri dengan imajinasi dan jari-jari tanganku yang menari. Entah di atas keyboard atau di atas kertas. Punya kebebasanku sendiri, bahkan walau saat mentok, istirahat dan bisa lebih banyak mencari inspirasi. Fun dan rasanya seperti bermain!

JADI PENULIS ATAU PROGRAMMER??? Rasanya seperti selingkuh. Hehehe... Jadi kuputuskan ingin jadi penulis yang jago programming! Amiiin ya Rabb.

Langkah awalku ingin jadi penulis>>> 6 SD dan terus hingga sekarang. Masih inget banget waktu itu pulpen selalu habis dalam dua hari. Jadi terpaksa bongkar celengan gara-gara bokek buat beli pulpen. Beberapa perlombaan kumenangi, forum kepenulisan juga dipegang, organisasi majalah, bahkan tawaran bikin skenario film (Sayangnya waktu itu kutolak mungkin karena pengennya fokus OSN Komputer. Soie banget deh waktu itu :) ).

Langkah awalku ingin jago programming>>> 3 SMP dan terus hingga sekarang. Masih inget banget waktu itu... pas warnet masih jarang dan jaraknya lumayan jauh. Belum punya motor pastinya. Hehe. Bolak-balik jalan jauh gak peduli panas maupun hujan. Jalan lewat hutan bambu dan tempat pembuangan sampah. Pernah aku di warnet (yg waktu itu masih jauh) sampai kesorean dan dimarahin umi di tempat. Dikirain naksir sama tukang warnetnya :D

Itu demi ngambilin kode-kode gak jelas dari internet.... BUAT DILIHATIN. Awalnya sekadar dilihatin walaupun gak ngerti. Ih.... keren ya??? Koq bisa jadi game keren? Situs keren? Robot keren??? Rasanya seneng melambuung tinggi kubuat program pertamaku dengan PASCAL. Lupa sih... tapi kayaknya semacam tebak-tebakan angka gitu ada kakulatornya juga. Belajar sepuluh jam sehari. Rela jagain toko sembako gara-gara disitu ada kompinya walau kayaknya sih pentium 2 atau pentium 3 ya? Bahkan sampai kompi yang pojok di labkom sekolah meledak pas kupake. Beneran keluar asep gitu... Hihihi.

Akhirnya bisa bikin game-game yang sedikit lebih kreatif. Kadang gantiin guru ngajar di STUDY CLUB Komputer. Pokoknya masa-masa aku gila banget sama PASCAL sampai menggebu-gebu! Dan sudah didaftarin OSN tapi sayang gak jadi karena guru pembimbingku keluar. Waktu itu kertas mimpiku kurobek-robek. Dan saat itulah titik aku bersumpah: CUKUP SAMPAI DISINI AKU GAGAL!

3 SMA>>> INGIN KULIAH DI STEI ITB. Pokoknya harus STEI ITB. Kalau gak lulus akan kucoba tahun depan. Belajar mati-matian buat SNMPTN jalur tertulis. Gak mungkin lewat undangan karena prestasiku biasa-biasa saja. Aku bahkan sujud syukur bisa naik kelas karena nilai tugasku nyaris NOL!  Waktu itu yang kupikirkan aku cuma mau ikut OSN... tapi juga mau juara lomba nulis... Kuliah??  Berharap bisa lewat sertifikat-sertifikat lomba. (Walau akhirnya gak sempat ikut OSN).

Akhirnya terpaksa lewat SNMPTN tulis. Karena selama ada kemauan dan ada kesempatan sekecil apapun itu yang penting dicoba. Keinginanku lulus begitu MENDEWA. Demi SNMPTN aku mengabaian TO UN. Toh hanya TO dan toh hanya UN. Wajar banget terpaksa aku merasakan nilai TO UN Terburuk se-Level (Walaupun harusnya gak seburuk itu sih tapi gak enak juga jadi bahan omongan).

Aku minta doa ortu pas umroh biar lulus STEI ITB. Belajar berdarah-darah (Lebay mode on) di 2 bulan terakhir. Aku sangat semangat!! Kata teman-teman, aku adalah orang paling semangat yang pernah mereka temui! Waktu itu aku jarang makan (Maunya belajar), sering begadang, kamar mirip gubuk kertas kotretan, sampai ratusan soal sehari aku baru bisa tidur. Meskipun begitu, kenyataan yang harus kuterima aku tidak lulus. Walaupun sangat mengharap sebenarnya karena nilai SNMPTN mendekati lulus.

Inilah pertama kalinya seorang MARYAM QONITA takut bermimpi!!


Mungkin semua ini teguran Allah karena niatku bukan karena Allah. Sehebat apapun amal, kalau niatnya keruh bobrok juga. Aku menyimpan ambisi ku dalam hatiku dan takdir harus seperti keinginanku. Tidak percaya takdir dan pertolongan Allah lah yang terbaik. Ini sebuah KESALAHAN FATAL!! baca deh ayat ini...

Dan orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah), serta mendustakan pahala yang terbaik, maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran” (QS Al Lail 8-10)

Alhamdulillah... ternyata ortu bukan mendoakanku lulus STEI ITB. Tapi pas umroh mendoakan yang terbaik untukku. Kesuksesan terbaik dunia dan akhirat. Dan jawabannya adalah memang gak lulus. Mungkin karena aku masih ada utang hafalan Quran 25 juz. Bukankah ada kisah penghafal Quran yang jasadnya gak hancur walau sudah dikubur 28 tahun? Juga kisah yang sembuh dari cacat karena menghafal Quran?? Dan berbagai kemudahan belajar dan mengingat kalau kita menghafal Quran?

So, lets open your mind! Masih terlalu awal untuk nyerah. Kesuksesan bukanlah sesuatu yang hanya kita lihat. Mengumpulkan kekuatan dan sadar betapa malunya aku takut bermimpi hanya karena gak lulus SNMPTN. Sementara banyak orang dengan kisah kegagalan mereka yang bertubi-tubi tapi tak pernah menyerah. Abraham Lincoln, Thomas Alfa Edison, Soichiro Honda, Ken Kawan Soetanto, Anne Ahira, dan terutama kisah Rasulullah dan para Nabi dalam perjuangan dakwah mereka.

Ini pulalah yang membuat MARYAM QONITA tidak takut GAGAL!

Aku membayangkan kalau aku berhasil jadi hafizhoh... (amiiiin ya Allah!), pas di dunia semua ilmu mudah diserap bahkan rumus-rumus fisika sekalipun! Melahirkan generasi penghafal Quran dan menikah dengan seorang penghafal Quran J. Hehehe. Pas di kubur, ada seorang bercahaya yang menemani selama dalam kubur tidak sendirian dalam tanah yg gelap. Dan di surga... dianugerahkan mahkota yang cahayanya melebihi sinar mentari. Juga menganugerahkan jubah keramah untuk kedua orang tua yang tak bisa ditukarkan bahkan dengan dunia dan seisinya. Dan yg pastinya Lillah!

Aku juga masih punya banyak kesempatan ikut tahun depan. Dengan nilai kemarin yg mendekati, aku PD SNMPTN 2013 bisa lulus. Kalaupun gak lulus juga, masih banyak pintu lain yg membimbingku menuju mimpi awalku atau bahkan yg jauuuh lebih baik. Dan yg pastinya... Lillah!

Relakanlah hatimu dengan sesuatu yang Allah berikan untukmu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya” ~Abdullah bin Mas’ud

Reaksi:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...