Senin, 31 Mei 2010

Liburan Zahra dan Beni

Hari itu, Zahra pulang lebih sore dari biasanya karena ia harus hadir di tempat lesnya. Sedang Beni sudah pulang sejak pukul 13:30 siang tadi. Karena Zahra merasa lelah, ia langsung menuju kamarnya yang nyaman. Ia sudah tidak sabar merebahkan tubuhnya dia atas kasur yang empuk dan lembut. Sambil merebahkan tubuhnya yang lemas itu, pkiran Zahra berputar karena mengingat semua aktifitas yang hari itu ia lakukan. Tersentak ia menyadari pengumuman yang diberi tahukan oleh ibu guru ketika di sekolah. Tanpa berfikir panjang, ia langsung bergerak untuk mengganti baju dan segera menemui Mamanya.

“Ma, aku punya satu pengumuman dari ibu guru” ucap Zahra.

“Apa itu?”

“Tadi ibu guru bilang bahwa kita akan mendapatkan liburan selama dua minggu.”

“Oh ya!? Dan apa yang ingin kamu lakukan selama liburan?”

“Nah, itu dia, ma. Menurut mama kegiatan apa yang asyik untuk dilakukan tanpa merasa bosan?”

Zahra dan mamanya terlibat dalam perbincangan itu hingga malam tiba saat mereka sedang makan malam…

“Pa, kegiatan apa yang menurut papa yang baik dilakukan anak-anak di hari libur nanti?” Tanya Mama kepada Papa.

“Bagaimana kalau hari pertama libur kita akan melakukan semua aktivitas secara bersama-sama. Mulai dari membereskan rumah sampai memasak makanan yang akan kita makan?”

“Wah, boleh juga tuh, Pa” seru Beni dan Zahra girang.

Malam itu mereka lalu merancang dengan matang jadwal yang akan mereka kerjakan di hari libur nanti. Dimulai dari hari pertama sampai hari-hari berikutnya. Kalau tidak menyusun jadwal seperti ini, pasti jadi susah teratur.

Hari-hari telah mereka lalui. Waktu yang tidak pernah berhenti berputar membuat tibanya hari pertama libur tersebut dan untuk 2 minggu ke depan terasa begitu cepat. Sampai mereka kembali masuk sekolah. Jadwal yang sudah mereka rencanakan jauh-jauh juga mulai dilaksanakan satu demi satu.

Matahari telah terbit. Tentunya dari arah timur. Inilah hari yang dinantikan oleh Zahra dan Beni sekeluarga. Mama dan Papa membangunkan Zahra dan Beni dari semenjak pagi. Mereka lalu bersama-sama membereskan rumah mulai dari setiap kamar tidur sampai kamar mandi, dapur, ruang keluarga, ruang tamu, juga halaman depan dan belakang. Setelah membereskan rumah, mereka berlanjut menuju dapur untuk memasak. Untuk bagian kali ini, Mamalah yang yang mengambil alih. Sedangkan Zahra dan Beni berencana membuat spaghetti spesial. Setelah makanan telah siap dan dihidangkan di meja makan, mereka menyantapnya bersama. Keceriaan yang terpancar dari Mama, Papa, Zahra, dan Beni begitu terlihat satu hari penuh. Mereka berkumpul bersama dan tibalah saatnya mereka beranjak tidur karena hari sudah malam.

Sebelum tidur, Zahra dan Beni melihat mading kecil mereka untuk melihat-lihat jadwal apakah yang sudah menanti di hari kedua untuk liburan mereka tahun ini. Karena terlalu lelah, merekapun begitu cepat terbawa ke lam mimpi. Esok harinya, Papa mengajak mereka satu keluarga untk mengunjungi tempat out bond yang sudah menjadi langganan mereka. Tapi hari itu mereka mulai dari siang hari. Meskipun panas terik matahari begitu menyengat, tapi mereka begitu menikmati semua wahana yang ada.

Akhirnya, malam pun tiba. Dan kini mereka menuju rumah.

“Pa, Ma, apa jadwal kita besok?” Tanya Beni kepada kedua orang tuanya.

“Untuk besok, kita bersantai saja dirumah. Iya kan, Pa, Ma?” tukas Zahra lebih dahulu. Setelah sampai di rumah, mereka berganti pakaian piama sebelum beranjak naik ke atas kasur karena baju yang mereka kenakan tadi sudah kotor dan bau keringat. Zahra dan Beni merasa sangat senang karena hadirnya Mama dan Papa di liburan kali ini sepenuhnya mereka sendiri.

Hari ketiga dan keempat, mereka hanya menghabiskan waktu di rumah. Beni terlihat asyik bermain PS. Kadang, Papa ikut bermain bersamanya. Sedangkan mama dan Zahra belajar menyulam. Hari berikutnya, Papa dan Mama mengajak Zahra dan Beni untuk menjenguk teman Papa dan Mama yang sedang jatuh sakit. Disana, mereka berbincang-bincang sedikit sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Gramedia - toko buku untk membeli buku.

Semenjak kecil, Zahra dan Beni sudah ditanamkan untuk gemar membaca oleh Papa dan Mama. Akhirnya, lumayan banyak buku yang mereka beli. Hingga tiba pukul 17.00, mereka pulang kembali menuju rumah. Keesokan harinya, Papa hanya mengajak mereka berenang di rumah dan tidak lua Papa megajarkan cara berenang yang baik kepada mereka.

Hari berganti hari. Tidak tersa jatah libur sudah berkurang banyak dan tersisa tiga hari lagi. Tanpa diduga, Papa mengajak kami mereka untuk berkunjung ke salah satu panti asuhan yang tidak terlalu jauh dari rumah merka. Disana, Zahra dan Beni sangat merasa senang. Karena dengan begitu, mereka akhirnya mempunya banyak teman baru.

“Hai, perkenalkan aku Zahra. Dia Beni, adikku” ujar Zahra sambil menunjuk Beni di dekatnya.

“Hai juga, namaku Annisa.”

Persahabatan mulai terjalin diantara mereka. Zahra dan Annisa duduk di kursi belakang sambil bertukar fikiran. Tidak hanya itu, sesekali mereka tentang pengalaman diri masing-masing. Zahra terkagum-kagum ketika mendengar pengalaman Annisa karena ternyata Annisa sudah ditinggal lama oleh kedua oang tuanya. Sedangkan Annisa tegar menghadapinya. Ia lebih sering terlihat riang dan gembira. Selain itu, ia juga anaknya baik , rajin, dan pintar, sehingga semua anak di panti asuhan bangga kepadanya.

Satu hari penuh Zahra dan Beni bersama anak-anak panti yang saat ini sudah menjadi teman mereka. Setiap orang memiliki pengalaman berbeda-beda. Dan itulah yang Zahra dan Beni kagumkan dari mereka. Mereka begitu tegar biarpun tanpa kehadiran orang tua kandung di sisi mereka. Dan malam itu juga, mereka berpamitan untuk segera pulang. Hari berikutnya, Mama dan Papa meminta kepada Zahra dan Beni untuk menuliskan tentang semua pengalaman baru yang mereka peroleh di liburan tahun ini. Papa juga berpesan kepada mereka untuk belajar memahami atas apa yang mereka tuliskan. Karena besok sudah mulai masuk sekolah, seperti biasanya, Zahra dan Beni pun mempersiapkan diri mereka untuk menjalani aktivitas seperti biasanya.

Berakhirlah sudah liburan Zahra dan Beni bersama Mama dan Papa yang mereka sayangi.

Oktober, 2008

Reaksi:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...