Senin, 06 Desember 2010

Menyikapi Rasa Cinta Pada Lawan Jenis



Bismillahirrahmanirrahim...

Sebagaimana perasaan cinta itu tumbuh perlahan-lahan, terapi untuk menghilangkan perasaan suka atau cinta juga perlahan-lahan. Disini penulis bukan mau melarang ini itu, penulis tahu kalau perasaan cinta kepada lawan jenis itu adalah fitrah (yang aneh kalau cinta sesama jenis), tapi jangan sampai kita tidak bisa jaga diri dan malah cinta kita kepada lawan jenis mengalahkan cinta kita kepada pencipta nikmat cinta.

Kenapa penulis memosting artikel menghilangkan perasaan suka kepada lawan jenis ini? Soalnya bahaya dari mengharapkan atau menyukai seseorang itu sangat besar. Yang paling berbahaya adalah kelumpuhan logika dan mendorong untuk melakukan zina. Naudzubillah. Sebelum penulis ngasih tips menghilangkan perasaan suka atau cinta kepada lawan jenis ini, coba teman jawab pertanyaan berikut:

Apakah kamu mencintai Allah?

Apakah kamu mencintai Rasulullah?

Apakah kamu mencintai kedua orang tuamu?

Nah, sekarang kita bisa mengesampingkan cinta syahwati kepada lawan jenis. Cinta kita kepada Allah, Rasulullah, dan orang tua tentu jauh lebih bermanfaat dan lebih besar kepada cinta kita kepada lawan jenis. Disini penulis gak mau mengajak teman-teman membenci orang yang kita sukai, tapi penulis mau mengajak teman-teman terapi mengobati virus merah jambu yang sering menjangkiti remaja.

Virus merah jambu adalah istilah bagi hati manusia yang dilanda kasmaran. Virus yang sangat berbahaya sehingga bisa menjadikan pengidapnya rela bunuh diri sebagaimana kisah Qais dan Laila, Romeo dan Juliet. Virus ini harus segera diobati sebelum merusak file-file hati dan melumpuhkan logika. Berikut ini adalah tips-tips menghilangkan perasaan suka kepada lawan jenis:

Pertama, segera menikah.
Ini adalah terapi yang paling utama sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan menikah, kita dapat meredam gejolak hawa nafsu yang tidak pantas. Kita pun dapat menyalurkan kebutuhan biologis kepada yang halal. Tapi bukan berarti kita menikah hanya karena alasan penyaluran syahwat, kita juga harus siap berkeluarga, hidup mandiri dan mengasuh anak.
Ibnu Majah meriwayatkan dari dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling mengasihi selain melalui jalur pernikahan.”

Kedua, berpuasa.
Rasulullah SAW bersabda, “Hai sekalian pemuda, barang siapa yang mampu untuk menikah maka hendaklah dia menikah, barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah berpuasa. Karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran (kepada perbuatan zina)” Hadits ini memberikan dua solusi, solusi utama dengan menikah dan solusi kedua dengan berpuasa. Inget, puasa bukan saat ramadhan aja loh. Kita juga bisa puasa senin-kamis atau puasa Daud secara rutin.

Ketiga, menumbuhkan keyakinan ada Zat yang lebih layak dicintai.
Jika ternyata jiwanya selalu menuntut kepada kemungkaran, hendaklah dia mengingat bahwa ada Zat yang lebih layak dicintai, lebih bermanfaat, lebih baik dan lebih kekal, yaitu Allah SWT.

Keempat, memikirkan dampak negatifnya.
Berpikirlah bahwa dengan berbagai risiko akan diraih. Yang pertama, jika kita gagal mendapatkan orang yang kita cintai dan yang kedua adalah siksa yang akan menimpa di akhirat kelak. Sebuah hadits mengatakan, sepasang kekasih yang mencintai bukan karena Allah, di akhiratnya akan saling menyalahkan. Nah lo?
Mengikuti hawa nafsu cuma menimbulkan kerusakan dunia dan menepis kebahagiaan akhirat. Lebih parah lagi, mengikuti hawa nafsu akan menghalangi mendapat petunjuk dari-Nya yang merupakan kunci keberhasilan dan kemaslahatan.

Kelima, percaya bahwa Allah pasti memberikan jodoh yang terbaik.
Orang yang cuma fokus mengejar orang yang ia cintai, menganggap dunia cuma selebar daun kelor. Please deh, masih buuaaaanyak yang lebih baik daripada dia. Lebih baik bagi kita untuk fokus menjadi orang yang hebat, sehingga memesona orang-orang hebat (Pak Mario Teguh) dan mungkin jauh lebih hebat daripada dia.
Ada yang bilang, Allah tidak memberikan jodoh seperti apa yang kita inginkan, tapi Allah memberikan seperti apa yang kita butuhkan. (Like this....!!!)

Keenam, mengadu dan memohon kepada Allah.
Ini adalah solusi terakhir. Hendaklah kita menyerahkan jiwa sepenuhnya kepada Allah, sambil memohon, merendahkan dan menghinakan diri. Maka sesungguhnya kita telah membuka pintu taufik (pertolongan Allah).

Penutup
Seperti yang saya bilang di awal, perasaan suka itu tumbuh perlahan. Untuk menghilangkannya pun perlahan. Tips menghilangkan perasaan suka atau cinta barusan mungkin tidak langsung berdampak, tapi Insya Allah efektif seperti yang terjadi pada penulis. Alhamdulillah, mulai sembuh dari virus berbahaya ini.

Ada satu kata-kata yang juga penulis suka yang mungkin sejajar dengan artikel di atas, tapi penulis lupa sumbernya dari mana. “Kebahagiaan itu mirip dengan udara bebas, karena terlalu mudah diperoleh kita sulit memikirkannya. Dan kebahagiaan sulit kita rasakan karena kita sulit memikirkan apa yang membuat kita bahagia, padahal begitu dekat.”

Wallahu’alam.

Sumber :
  1. Kitab Zaadul Ma’aad karangan Ibnul Qoyyim
  2. Majalah Husnul Khotimah edisi Valentine
  3. Mario Teguh Golden Ways, “Cinta Monyet”
  4. Pengalaman pribadi

Related Post:

Reaksi:
Comments
7 Comments

7 komentar:

  1. @Heru, kenapa harus dipersulit?

    BalasHapus
  2. Perasaan cinta kepada lawan jenis adalah hal yang wajar. Maka hal yang utama adalah mengelola dan menjaga perasaan itu dengan menjaga hubungan antar lawan jenis dengan cara yg seperti dijelaskan dalam artikel di atas, menundukkan pandangan, berpuasa dan segera menikah. Semoga Allah senantiasa memberikan taufiknya kepada kita semua dalam melakukan hal ini

    BalasHapus
  3. Jangan di hilangkan ntar bahaya! hehe, tapi di arahkan

    BalasHapus
  4. Kalo menikah dan ternyata cerai berarti ga jodoh??

    BalasHapus
  5. Menikah belum tentu jodoh, contoh perumpaan istri Nabi Nuh dan Nabi Luth, kata Allah walaupun mereka adalah istrinya di dunia tapi bukan termasuk saudara apalagi jodoh.
    Siapa tahu jodoh di temukan saat di Surga, betul?

    BalasHapus

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...