Showing posts with label fakta unik. Show all posts
Showing posts with label fakta unik. Show all posts

Wednesday, August 27, 2014

4 Tipe Mahasiswa


Khususnya buat mahasiswa baru 2014 yang masih adaptasi sama lingkungan kampus, ada 4 tipe mahasiswa yang perlu kalian ketahui nih… bukan sulap bukan sihir tapi 4 tipe mahasiswa ini benar-benar ada. Daripada banyak capcipcus gak jelas, mendingan langsung aja deh!

Kuda-Kuda

Alias kuliah dagang-kuliah dagang…. Kalau yang kayak gini nih bawaannya pengen jualan mulu. Kalau temenan bawaannya pengen jualan dan diajak bisnis. Pulang kuliah langsung dagang… pas kuliah juga dagang. Emang dasar si otak dagang!

Kura-Kura

Alias kuliah rapat-kuliah rapat… Yang kayak gini nih… beuh! Kalau mau bikin janji sama doi harus sebulan sebelum hari H. Doi aktif banget organisasi, jangan salah, moto hidupnya: kuliah emang perlu tapi jangan sampai mengganggu organisasi!!

Kunang-Kunang

Alias kuliah nangkring-kuliah nangkring. Nah… ini nih yang paling fun. Hidupnya dibawa enjoy aja. Sehabis kuliah doi bisa nangkring bareng temen-temen yang lain… ke konser, ke mall, ke acara PENSI. Kuliah? Emang gue pikirin! Moto hidupnya: Muda foya-foya. Tua kaya raya. Mati masuk surga.

Kupu-Kupu

Alias kuliah pulang-kuliah pulang… Doi cepet bosen banget di kampus… bawaannya pengen pulang. Udah mana, maminya sering nelponin aja takut doi kenapa-napa. Doi tuh heran banget sama si Kuda, Kura sama Kunang… diajakin pulang kagak mau. Moto hidupnya: Kuliah perlu…tapi pulang nomor satu!!

Kalau kamu yang mau jadi yang mana???

Sunday, August 24, 2014

Kata Kunci Populer di Google

Setahun gak ngeblog, tapi kata kunci populer di google bikin pengunjung blogku meningkat dari 300 pageviews ke 800 pageviews sehari. Iseng-iseng buka Google Trends, buat nyari kata kunci populer apa lagi yang bisa bikin pageviews meningkat tiap harinya. Pertamanya sih mencari kata kunci "Menulis", "Tips Menulis", dll. Cukup banyak sih, tapi ternyata gak terlalu populer.

Terus aku pun coba searching lagi kata kunci yang lebih populer daripada kata "Menulis". Maksudnya sih, biar postingan ke depan ngebahas yang populer gitu.Terus bisa dapet visitor lebih banyak. Akhirnya aku ngebandingin kata kunci "Sholat" dan "Menulis".

Bisa dilihat kan chingu? Yang biru dengan kata kunci "sholat" jauh lebih banyak dicari daripada kata kunci "menulis". Hmm.. pertimbangan bagus nih buat ngisi blog ini seputar sholat, tata cara, bacaan, fiqh, dll, ya kan?

Iseng, aku coba ngebandingin lagi kata "sholat" dengan kata "zikir" dan jeng-jeng-jeng...
Ternyata kata kunci "sholat" masih jauh lebih banyak dicari daripada kata "zikir" :D. 

Iseng-iseng, mau tahu kata kunci apa lagi yang sebenarnya paling banyak dicari dari semua-semuanya. Kata orang sih, yang yadong-yadong gitu. Awalnya kupikir gak akan jauh berbeda, mengingat sholat adalah ibadah yang dilakukan 200 juta umat muslim di Indonesia 5 kali sehari.

Terus aku pun mencoba dengan kata "porno" dan jeng-jeng-jeng...
Antara kaget juga miris... Lihat kan garis merah yang terus meroket itu? Itu adalah kata kunci "porno" sementara garis biru di bawah adalah kata kunci "sholat". Hanya tinggal setitik kecil di terakhir-akhir.

Coba lagi dengan kata kunci "sex" dan hasilnya bikin merinding.
Garis kuning itu tingkat pencarian kata "sex" di mesin pencari Google. Garis biru dengan pencarian "Sholat" udah tenggelem gak keliatan. Begini burukkah akhlak orang indonesia?

Friday, September 7, 2012

Terompet Sangkakala Malaikat Isrofil Ditemukan?

Dengan berbagai peralatan canggih, ilmuwan berhasil menemukan fakta dan penemuan-penemuan yang mencengangkan. Tetapi benarkah ilmuwan bahkan berhasil menemkan terompet sangkakala Malaikat Isrofil? Yang mana jika ditiup maka kiamat akan terjadi??

Professor Frank Steiner dari Universitas Ulm Jerman dan timnya melakukan observasi beberapa tahun yang lalu. Mereka hendak mencari tahu seperti apa bentuknya alam semesta ini. Maka digunakan sebuah teknologi canggih milik NASA yang bernama Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP). Hasilnya... Jreng jreng jreng....
 
Alam semesta ternyata berbentuk seperti sebuah terompet raksasa! Di ujung bagin belakang ‘terompet’, alam semesta ini dinyatakan tak bisa diamati (Unobservable/Too distant to observe). Di bagian depan, ada bumi dan seluruh sistem tata surya yang bisa diamati. Hal ini dikatakan ada hubunganna dengan sebuah hadits panjang dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 halaman 60.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda :
“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah.
Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?”
Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.”
Saya tanya : “Bagaimana besarnya?”
Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.

Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama-rama yang hidup di tengah-tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.

Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 :

“Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”

Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. (Baca: Bumi kita kecil, ya?)

Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, lalu sebesar apa si peniupnya dan lebih dashsyat lagi, bagaimana dengan Sang Penciptanya? Allahu Akbar!!

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (QS. Fushshilat [41] : 53)

Wallahu’alam bish showab

Thursday, August 30, 2012

Ophiucus, Zodiak ke 13


“Katakanlah tidak ada satu orangpun yang ada di langit maupun di bumi yang mengetahui perkara ghoib kecuali Allah“ (QS. An-Naml: 65).

Perhatian!! Saiia mau ngomongin zodiak ni, tapi bukan berarti saiia tukang ramal loh. Risiko ditanggung penumpang yey, karena saiia sangat gak menganjurkan buat percaya beginian.

By the way busway, kita tahu gak dikit remaja yang percaya sama yang namanya zodiak. Bagi mereka zodiak ibarat peruntungan, jadi mereka kudu update sama ramalan-ramalan yang gak jelas bener apa kagaknya ini. Tambah gak jelas aja karena sekarang nongol zodiak baru, namanya Ophiucus. Jelas ini mengubah jajaran horoskop lama dan pastinya bikin resah remaja yang zodiaknya juga otomatis bergeser. Bagi mereka, nongolnya Ophiucus ini bikin nasib mereka juga berubah. Widiwww... ajaib bener dah!

Para astrolog dan astronom yang nyelipin Ophiucus beralasan kalau Ophiucus diselipin soalnya rotasi bumi berubah sepanjang tahun. Mereka juga beralasan kalo sebenarnya Ophiucus itu dulunya ada dalam daftar, cuma di-ilangin sama orang Babilonia. Nah lo!Udah gak jelas makin gak jelas aje. Emang mereka punya dasar nentuin nasib orang? Ckckck.

Menurut para ulama, percaya zodiak sama aja dengan mendatangi tukang ramal. Keduanya sama-sama menelaah hal yang ghoib. Tapi kita kudu lebih ati-ati, soalnya zodiak lebih gampang didapetin. Bisa lewat majalah, internet, bisa juga lewat SMS. Kalau percaya beginian, bisa-bisa sholat kita gak diterima 40 hari. Ogah banget deh!!

-Capricorn : 20 Januari - 16 Februari
- Aquarius : 16 Februari - 11 Maret
- Pisces: 11 Maret - 18 April
- Aries: 18 April - 13 Mei
- Taurus: 13 Mei - 21 Juni
- Gemini: 21 Juni - 20 Juli
- Cancer: 20 Juli - 10 Agustus
- Leo: 10 Agustus - 16 September
- Virgo: 16 Septemper - 30 Oktober
- Libra: 30 Oktober - 23 November
- Scorpio: 23 November - 29 November
- Ophiuchus: 29 November - 17 Desember
- Sagitarius: 17 Desember - 20 Januari

Suara Dari Masa Lalu Dapat Kembali?


“Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati). Pada hari ditampakkan segala rahasia.”. (Q.S. Ath Thariq ayat 8-9)

Pernah gak kita bertanya kemana larinya gelombang suara yang keluar dari mulut kita sewaktu kita saling berkomunikasi? Berbagai penemuan fisika di bidang gelombang meyakini bahwa gelombang memiliki energi. Dan berbagai penemuan fisika lainnya menunjukkan bahwa energi itu bersifat tetap meskipun bentuknya dapat berubah-ubah.

Para astronom dan psikiawan yakin kalau gelombang suara yang dipancarkan makhluk hidup penghuni bumi tetap ada, ‘berkeliaran’ di lapisan atmosfer bumi dan sebagian lagi terpancar ke sudut-sudut alam semesta..

Film fiksi ilmiah ‘Contact’ memberikan gambaran bagaimana gelombang yang telah dipancarkan ke atmosfer bumi, dapat ditangkap oleh komunitas lain di salah satu sudut alam semesta dan dikembalikan dalam wujud yang aslinya ke bumi.

Nah, adalah tantangan anak muda Islam yang cinta pada kebenaran untuk membuat suatu alat yang dapat mengurai kembali gelombang-gelombang suara masa lalu yang telah berinterferensi sedemikian rupa. Kemudian memperdengarkannya kembali seperti kita mendengar suara penyiar radio.

Bila hal itu terwujud, akan terjadi revolusi keyakinan besar-besaran dalam peradaban manusia. Karena kita akan mendengarkan seruan Nabi Nuh, doa Nabi Ibrahim, senandung Nabi Daud membaca Zabur, teriakan lantang Umar bin Khatab Alfaruqi dan Hamzah bin Abdul Muthalib di perang Badar, dan seruan dakwah Rasulullah Saw. yang penuh bahasa cinta.

Kutukan Mumi Fir'aun, Adakah?

 
 
Kita tahu kalau Hollywood cukup gencar memproduksi film tentang mumi Firaun dari Mesir. Contohnya aja film “Curse of The Pharaos” (Kutukan Sang Firaun) dan film “Mummy”, yang lalu disangkutpautkan dengan sihir bangsa Mesir Kuno. Tapi pernahkah kita bertanya, sebenarnya kutukan mumi Firaun seperti di film-film itu ada gak sih?

Semua film bertema seperti itu memiliki keyakinan yang sama, yaitu “kutukan” Raja Tutankhamun yang sangat terkenal. Ceritanya, waktu makam si raja dibuka pada tahun 1922, di dalam peti terdapat prasasti yang bertuliskan “Kematian akan segera mendatangi mereka yang menyentuh makam Paraoh.”

Dialah Howard Carter yang telah menghabiskan tujuh tahun lamanya untuk mencari makam Raja Tutankhamun yang dirahasiakan di lembah raja-raja Luxor. Namun, pencarian itu tidak sia-sia. Makam Raja Tutankhamun ditemukan setelah Carter dan timnya menggali sekitar 4 meter di bawah makam Raja Ramses VI, dimana mereka menemukan pintu masuk pada dinding batu yang menuju sebuah lorong.

Dua peti mati yang berada di luar ruangan terbuat dari emas yang terpasang dari rangka kayu. Sementara, peti mati yang berada di dalam, seluruhnya terbuat dari 300 pound emas murni. Di dalam peti emas itulah Raja Tutankhamun terbaringkan selama 3300 tahun. Setelah Carter melepas 13 lapis kain linen yang menutupi mumi, dia menemukan seuntai kalung di dalamnya. Selama ribuan tahun, damar dan minyak yang digunakan untuk melapisi mumi telah berubah menjadi lem yang merekatkan. Jadi, untuk melepas kalung itu, Carter melakukan tindakan radikal. Yaitu dengan memotong-motong mumi!

Para arkeolog dan para pekerja yang menyentuh makam Raja Tutankhamun dilaporkan meninggal secara misterius dalam tempo waktu yang tidak lama setelah peristiwa pembongkaran terjadi. Bukan cuma itu, para pengunjung yang datang untuk melihat makam pun meninggal secara mendadak setelah berkunjung. Orang yang memamerkan harta karun Raja Tutankhamun di museum juga ikut-ikutan meninggal juga secara mendadak. Masyarakat lantas menyalahkan “kutukan” Raja Tutankhamun atas kematian mendadak 25 orang ini.

Eits, jangan langsung percaya dulu. Ketika penelitian ilmiah dilakukan oleh para ilmuwan, ternyata pembunuh yang sebenarnya berada di dinding makam. Dinding yang dipenuhi ornamen indah tersebut ternyata dipenuhi dengan ribuan bahkan lebih pembunuh mematikan yang telah berumur lebih dari 3000 tahun lamanya. Hiii….

Dinding-dinding itu diselimuti jamur coklat kecil. Dan pembunuh sebenarnya adalah bakteri bernama Aspergillus Niger yang terkandung dalam spora jamur. Spora itu terhisap dan menyerang sel-sel lemah dalam tubuh dan menghancurkannya selagi menyebar. Masalahnya, waktu itu Carter tidak memakai pelindung apapun. Begitu pula teman-temannya, mereka hanya memakai pakaian sehari-hari. Dan otopsi gegabah itu telah melepas banyak pembunuh mematikan yang kasat mata.

Saturday, September 18, 2010

Bumi Kita Kecil, Ya?






Source: www.kaskus.us

Thursday, May 20, 2010

Manusia Paling Jenius William James Sidis



(Artikel ini dimuat di majalah Husnul Khotimah)


Pada suatu hari seorang wartawan terkemuka Amerika, James Thurber bertemu dengan seorang pemulung mobil-mobil rusak yang tidak lain adalah William James Sidis. Manusia paling jenius yang pernah dunia punya. Memang, saya tidak bisa mengklaim kalau Sidis adalah manusia paling jenius dan tidak seorang pun bisa mengatakan hal itu. Tapi banyak bukti bagaimana mitos itu lahir sehingga Sidis dikatakan lebih pantas disebut sebagai manusia paling jenius bahkan bila disandingkan namanya dengan Albert Einstein, John Stuart Mills, maupun Da Vinci.

Pertanyaannya, siapakah William James Sidis? Jika dia disebut manusia paling jenius mengapa namanya tenggelam? Dan apakah tidak cukup kejeniusannya itu untuk mendapat sebuah pekerjaan yang layak?

Abraham Sperling menulis buku “A Story of Genius” yang fokus menceritakan kehidupan William James Sidis. Pria yang lahir di Rusia pada tanggal 1 April 1898 itu memiliki IQ yang mencapai kisaran 250-300. Skor tertinggi yang pernah dicapai jika dibandingkan rata-rata IQ manusia hanya 90-120.

Ayahnya, Boris Sidis, Ph.D., MD, adalah psikiater handal berdarah Yahudi lulusan Harvard yang kemudian mengajar di sana. Boris adalah seorang poligot dan menulis banyak buku dan artikel tentang psikologi abnormal. Dan ibunya, Sarah Mandelbaum Sidis, MD, lulus dari Fakultas Kedokteran, Boston University dan melanjutkan belajar psikiologi juga, sama seperti suaminya.

Keajaiban Sidis sudah terlihat semenjak usianya 8 bulan, Di usia semuda itu ia sudah bisa makan sendiri menggunakan sendok. Lalu pada usia 1 tahun 6 bulan, Sidis menjadikan New York Times sebagai teman sarapan paginya. Belum genap 8 tahun, dia telah menguasai 8 bahasa asing (Latin, Yunani, Perancis, Rusia, Jerman, Ibrani, Turki, dan Armenia) dan telah menulis buku tentang astronomi dan anatomi. Dan semenjak itu namanya selalu menghiasi headline surat kabar. Meskipun awalnya Harvard University menolak Sidis ketika ayahnya mendaftarkannya karena masih 9 tahun, Sidis memecahkan rekor sebagai mahasiswa termuda di usia 11 tahun.

Sidis bergabung di klub matematika di Harvard bersama matematikawan, Norbert Wiener dan Richard Buckminster Fuller. Dia lalu membuat Harvard berdecak kagum padanya ketika memberikan ceramah tentang four dimensional bodies di depan para professor matematika. Daniel F. Comstock Professor dari M.I.T memperkirakan bahwa Sidis akan menjadi matematikawan besar di masa depan.

Sidis baru mengikuti mata kuliah penuh di usia 12 tahun. Tidak lama setelah lulus di usia 16 tahun, dia mengatakan kepada media bahwa dia ingin hidup bebas dalam pengasingan. Ia juga bersumpah di depan wartawan bahwa ia tidak akan menikah karena wanita tidak menarik baginya. Walau pada akhirnya dia bertemu dengan Martha Foley dan jatuh cinta pada wanita itu.

Kehebatan Sidis yang lain, di usia dewasanya ia telah menguasai 200 jenis bahasa di dunia dan mampu mempelajari satu bahasa baru secara menyeluruh dalam satu hari dengan sangat baik! Dia juga mampu mengalihbahasakan suatu buku ke bahasa yang lain dengan sangat cepat dan mudah.

Pria yang mengajar di tiga kelas (Euclidean geometri , non-Euclidean geometri , dan trigonometri) itu mulai menjadi dosen di usia 17 tahun demi gelar doktornya. Tapi ia merasa tertekan dengan mahasiswa universitas yang mengancamnya secara fisik.

Pada tahun 1919, usianya 21 tahun, dia mendekam di penjara di Sedition Act selama 18 bulan karena terlibat perkelahian di acara May Day di Boston. Selama persidangan dia mengatakan bahwa dirinya adalah sosialis, menentang perang dunia I dan tidak percaya adanya Tuhan. Ia lalu mengembangkan filsafatnya sendiri tentang “libertarianisme”. Setelah mendekam di penjara, keluarganya menahannya di Sanitorium di New Samphire selama satu tahun untuk memperbaiki diri Sidis. Mereka juga membawanya ke California selama satu tahun lagi dan mengancam memasukkannya ke rumah sakit jiwa jika tidak menurut.

Kehidupan selanjutnya dia memutuskan untuk hidup bebas dan independen. Dia bekerja sebagai teknisi mesin dan pekerjaan kasar lainnya di New York. Ia memutuskan hubungan dengan keluarganya sendiri. Sebuah majalah bahkan menuliskan bahwa Sidis menghabiskan sisa hidupnya dengan menjadi seorang berandalan. Sidis juga mengaku kepada pers kalau ia membenci matematika dan menarik diri dari ilmu pengetahuan karena itulah yang selama ini membuatnya tersiksa.

Tahun 1937, ia menulis artikel berjudul “Where Are They Now?” dengan nama samaran dan dituduh telah menulis banyak pernyataan palsu. Di bawah judul, ia menulis tentang hidupnya yang kesepian dalam kamar tidur. Dalam pengasingan dia menjadi publik cemooh dan hinaan yang lalu membuatnya hidup menderita.

Sidis meninggal di usia tergolong muda pada hari Senin, 17 Juli 1944 karena pendarahan di otak. Dia meninggal dalam keadaan menganggur, kesepian dan sangat miskin. Ayahnya juga meninggal dengan penyakit yang sama di usia 56 tahun.

Belakangan disadari bahwa kesuksesannya di masa lampau adalah hasil percobaan sang ayah yang pada akhirnya membuatnya tersiksa dan mengasingkan diri ini. Boris ingin menjadikan anaknya sebagai model pendidikan yang baru untuk menentang sistem pendidikan konvensional yang dianggapnya sebagai biang keladi kriminalitas. Sayangnya, penyadaran dan penyesalan selalu datang terlambat.

Pelajaran yang mungkin bisa kita ambil dari artikel ini adalah IQ tinggi saja tidak cukup. Dibutuhkan keseimbangan antara IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient). Dan juga bahwa orang tua tidak bisa begitu saja menjadikan anak sebagai proyek mereka hanya demi mengemban obsesi dan ambisi semata karena setiap anak pasti akan mewarisi perbuatan orang tuanya. Seperti dinyatakan White Lion dalam lagunya When The Cry, …what have we become …just look what we have done …all that we destroyed …you must build again.

Related Posts Plugin by ScratchTheWeb