Showing posts with label Muslimah. Show all posts
Showing posts with label Muslimah. Show all posts

Sunday, April 22, 2018

Kotak Kosong Pernikahan


Orang-orang menikah dengan percaya pada mitos bahwa pernikahan adalah sebuah kotak cantik berisi hal-hal indah yg mereka tunggu-tunggu: kasih sayang, keintiman, pertemanan. Padahal sebenarnya pernikahan dimulai dengan sebuah kotak kosong. Kau harus meletakkan sesuatu dalam kotak kosong itu sebelum ada yang dapat kau peroleh.

Tidak ada cinta dalam pernikahan. Cinta itu ada dalam diri manusia. Lalu manusia meletakkan cinta dalam pernikahan. Tidak ada romantika dalam pernikahan. Romantika ada dalam diri manusia. Lalu manusia lah yang memasukkan romantika itu dalam pernikahan.

Setiap pasangan perlu belajar seni dalam membentuk kebiasaan saling memberi, mencintai, melayani, memuji, dan menjaga agar kotak pernikahan itu tetap penuh. Jika kita mengambil lebih daripada apa yang dimasukkan di dalam kotak itu, kotak itu akan kosong.

Tulisan ini buat ucapan selamat untuk sepupuku yang menikah pada tanggal 21 April 2018. Selamat mengisi kotak kosong itu, Evi Liana Putri sayangnya aku....

Saturday, April 7, 2018

S2 Dulu atau Menikah Dulu?

Seseorang menasihati bahwa menikah itu bukan soal 'kapan?' (Serem banget udah kayak antrian). Melainkan bekal apa yg dimiliki sebelum menempuh ibadah terlama tersebut. Karena apa yg dilalui setelahnya adalah perjuangan berat nan panjang yang sesungguhnya.

Menuntut ilmu menuju jenjang yg lebih tinggi (S2) selama minimal 2 tahun itu sangatlah sebentar dan tidak ada apa-apanya dengan seluruh sisa umur hidup yg akan dijalani setelah menikah, berpuluh-puluh tahun lamanya.

Ingat, aktualisasi diri itu penting. Karena perempuan akan bekerja 2 kali lipat lebih berat daripada laki-laki. Jika ada seorang perempuan (yg sudah menjadi ibu sekaligus istri) benar-benar berprestasi, pahamilah bahwa usahanya sungguh tak terperi.

Kalau kata orang "sejauh apapun melangkah pada akhirnya perempuan akan kembali pada dapur dan kasur", stereotip yg masih kental di masyarakat Indonesia. Kembali atau tidak ke dapur dan kasur, perempuan juga harus tahu bahwa skill yg dimiliki bukan hanya skill fisik (pandai memasak & beres-beres rumah) tapi juga cerdas mendidik generasi.

Maka setiap cibiran ataupun stereotip orang pada perempuan yg berpendidikan tinggi atau terlalu tua untuk menikah, jadikan motivasi untuk melangkah lebih jauh. Bukan 'gila' pendidikan bukan pula ikut-ikutan... lebih dari itu, perempuan harus membuktikan bahwa dia mampu untuk melakukan lebih daripada sekadar minta atau menunggu dinikahi.

Jika takdir Allah memang harus menikah dulu dan takdir itu tidak bisa dilawan, yang jelas kita harus percaya bahwa rencana-Nya akan lebih indah daripada rencana manusia.




Wednesday, December 20, 2017

Perempuan, Berkaryalah. Jangan Ikut-Ikutan Menikah Muda.


Saya heran dengan tren menikah muda yg ajakannya semakin kuat di masyarakat saat ini. Memang kedewasaan tidak diukur dengan faktor usia..., yg saya tidak setuju adalah nikah muda menjadi sebuah tren tersendiri. Orang-orang berlomba membuat meme di media sosial, dan anak-anak muda labil jadi iri dgn anggapan menikah muda itu menyenangkan tanpa tanggung jawab yg lebih berat.

Saya sempat mem-follow akun-akun yg mengajak gerakan nikah muda. Sayangnya jarang sekali akun-akun itu menyampaikan pesan berupa bekal apa saja yg diperlukan sebelum menikah. Isinya malah mengkompor-kompori... misal "Baper lihat temanmu pamer kemesraan di media sosial? Jika bapernya sudah akut, silakan naik ambulance untuk pergi ke KUA terdekat.".

Saya juga lebih heran dengan meme yg bertebaran dimana "jodoh" dijadikan patokan bagaimana Allah memberikan kemuliaan pada hamba-Nya.

Misal: "Ukhti sholat dhuha jangan terlambat, nanti jodohnya juga datang terlambat." Atau... "Akhi... dengan merokok tahukah kamu bahwa dengan begitu kamu telah mengurangi poin sebagai ikhwan idaman?".

Padahal Siti Maryam dan Siti Asiah. Dua wanita penghulu surga adalah bukti bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan siapa suaminya atau kapan jodohnya datang.

Andaikan akun-akun muslimah yg jumlah followernya ratusan ribu atau jutaan itu isinya bukan tentang galau, penantian, atau bobogohan.., tapi quote motivasi berprestasi.. ajakan wanita untuk berpendidikan tinggi.. atau wawasan yg diperlukan dalam mengatasi permasalahan Indonesia dengan pedang intelektualitas.

Sejujurnya, saya memimpikan remaja muslimah di Indonesia yg isi pikirannya bukan hanya ttg bobogohan... tapi bagaimana agar mereka bisa mencicipi dingin salju di bawah kaki Menara Eiffel, hujan bunga sakura di Tokyo, atau menikmati secangkir kopi hangat di Budapest.

Aktualisasi diri itu penting, bukan untuk menjadi istri pembangkang... melainkan menjadi ibu cerdas untuk anak-anak kalian kelak. Tentu suami adalah jembatan menuju surga-Nya dan memantaskan diri sangatlah penting.. Tapi, seni memantaskan diri bukanlah untuknya, melainkan untuk-Nya. Wallahu'alam.



#nikahmuda


You Might Also Like:

Tuesday, September 2, 2014

Wuiihhh, Ada Mall yang Menjual Istri


Sebuah mall yang menjual istri, baru saja dibuka di sebuah kota. Di sana, laki-laki dapat bebas memilih istri.

Di antara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut.

“Anda hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI.”

Toko tersebut terdiri dari 6 lantai. Setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok istri. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai wanita tersebut.

Diantara petunjuknya, Anda dapat memilih wanita di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko.

Lalu, seorang laki-laki pun pergi ke toko “istri” tersebut untuk mencari istri.

Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini :

Lantai 1 : Wanita di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada ALLAH. Laki-laki itu tersenyum,kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini : Lantai 2 : Wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada ALLAH, dan senang anak kecil. Kembali laki-laki itu naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini : Lantai 3 : Wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada ALLAH, senang anak kecil dan cantik banget. “Wow,” ujarnya, tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik.

Lalu sampailah laki-laki itu di lantai 4 dan terdapat tulisan Lantai 4 : Wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada ALLAH, senang anak kecil, cantik sekali dan suka membantu pekerjaan rumah. “Ya ampun!” Dia berseru, ”Aku hampir tak percaya.”

Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan seperti ini : Lantai 5: Wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada ALLAH, senang anak kecil,cantik banget,suka membantu pekerjaan rumah, dan memiliki rasa romantis. Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah kembali ke lantai 6 dan terdapat tulisan seperti ini :

Lantai 6 : Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012.000. Tidak ada wanita di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk Anda yang tidak pernah puas. Terima kasih telah berbelanja di toko “istri”. Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari yang indah buat Anda. ^^

*Sumber: zilzaal.blogspot.com/foto: artikel muslimah

Wednesday, August 27, 2014

Karena Permata itu Dicari, Ukhti


Karena Permata Itu Dicari, Ukhti    
 
Entah kenapa, akhir-akhir ini tampaknya bahasan ini mendominasi. Bagaimana kemuliaan wanita itu teraih dengan ‘melawan arus’ kebanyakan orang, saat semua orang berlomba-lomba menarik perhatian dengan menunjukkan keindahannya, seorang muslimah sejati menutupinya. Ketika kebanyakan muslimah sibuk dengan model jilbab terbaru, ia menjulurkan jilbabnya semakin panjang. Ketika mata kebanyakan wanita terpaut pada manisnya pria-pria korea, ia menundukkan pandangannya (loh? Hehe). Tidak salah. Jilbab, penampilan, tingkahlaku, hanya sedikit dari banyak factor penilaian kemuliaan seorang muslimah.

Maka siapkah, calon bidadari-bidadari surga ini, melawan arus yang satu ini?

Suatu ketika seorang akhwat masuk ke sebuah kampus, dalam waktu yang tidak lama ia segeram menjadi perbincangan seluruh aktivis kampus, termasuk di kalangan ikhwan. Karena apa? Ia adalah seorang akhwat yang memiliki wajah yang bisa dikatakan tidak terlalu mempesona kalau hanya melihat sekilas, tapi manis. Yang menarik adalah sikapnya yang santun, lembut, cerdas, baik hati dan tidak sombong, seorang aktivis kampus sejati dengan hafalan qur’an belasan juz, sangat menjaga diri dari interaksinya dengan lawan jenis, dan...berpenampilan paling rapi dibandingkan akhwat-akhwat yang lain di tempat itu. Ya, mereka menemukan seseorang yang baru, yang lain dari yang lain. Sosok akhwat dambaan ikhwan dan sosok ummahat dambaan ummat, sangat mencintai Allah dan RasulNya, juga memiliki ghirah yang luar biasa dalam perjuangan. Hmm...dia memang bidadari dunia. Jangankan ikhwan, sesama akhwat pun disamping akan iri, juga akan ikut berdebar bila berada di dekatnya. Segan. Subhanallah...

Tetapi, dirinya merasa risih dengan perbincangan seluruh aktivis kampus apalagi setelah diketahuinya tidak sedikit ikhwan yang memendam rasa padanya. Lantas dia bertanya-tanya dalam hatinya, dia sudah menjaga diri sebaik yang ia mampu, tetapi mengapa masih seperti ini? Ia sama sekali tidak pernah berniat ’menggoda’ dan ’menarik perhatian’. Seperti sudah bakat alaminya untuk eksis di suatu komunitas. Maka setiap kali ia teringat betapa orang-orang memperbincangkan dirinya, dan satu dua tiga ikhwan dan seterusnya mulai menyatakan minatnya, dia makin merasa risih hingga berniat menggunakan cadar dengan harapan akan mengurangi intensitas ’gangguan’.

Jika dibandingkan dengan kisah yang ini, jelas akan berbeda.

Seorang akhwat berada di kampus yang sama. Akhwat yang biasa. Tidak cantik, juga tidak terlihat manis. Mungkin jika dilihat lebih saksama akan terlihat garis-garis manis sekaligus keras di wajahnya. Aktivitasnya juga biasa. Mungkin iya sibuk sana sini, tapi tidak banyak yang tahu. Dia sama baik, sama santun, sama menjaga interaksi, tetapi dengan cara yang berbeda. Dia memperlakukan orang sesuai dengan karakternya sehingga seseorang yang berinteraksi dengannya akan merasa nyaman di dekatnya. Interaksi dengan lawan jenis pun berusaha senormal mungkin meski dia tetap meminimalisir interaksi untuk hal-hal yang tidak urgent. Dia sangat biasa. Tidak menjadi perbincangan, jelas. Sangat biasa, karena ia bukan pula aktivis yang terpandang di kampus atau lingkungan sekitarnya. Terkadang ia iri dengan akhwat pertama tapi, ia sangat mengaguminya. Tapi ia sadar betul, bukan itu yang ia cari. Ia tahu, Allah memandangnya. Ya, tidak banyak yang tahu, dia pun sama cinta pada Allah dan RasulNya, dan sama semangat dalam perjuangannya.

Apa yang berbeda? Ya jelas beda laaah....hehe

Memang tampaknya tidak terlihat ada yang tertarik pada akhwat kedua, seolah pandangan semua orang tertarik pada akhwat pertama. Tapi terlihat ironis ketika akhwat kedua sibuk diuji dalam langkah strategi perjuangannya, akhwat pertama disibukkan dengan strategi mengatasi ’gangguan’ ikhwan, sesuatu yang sudah dijanjikan dan sudah dipastikan Allah ada untuk setiap manusia, disaat Islam, yang diperjuangkannya, terpuruk dan membutuhkan fokus lebih dari para pejuangnya. Mengapa seperti itu?

Mungkin banyak perbedaan diantara keduanya, tapi yang paling dominan disini adalah : Ke’mencolok’kan tingkah akhwat pertama punya satu hal yang mungkin-bisa-disebut-kesalahan, yaitu terlalu mencolok dan siapapun bisa melihatnya. Sekilas ia memang bidadari dunia...tapi bidadari tidak dinikmati semua orang.

Kita tahu, bahwa setiap bagian dari wanita adalah keindahan, dari segi fisik, pemikiran, ruh, semuanya indah. Dan semua itu menggoda, termasuk tingkahnya. Kenapa keseluruhannya begitu menggoda? Karena pada keseluruhan wanita ada setan. Ada setan dalam setiap bagian wanita, bahkan dalam sms pun ada setannya.

Kalau wanita adalah permata, akhwat pertama ada di permukaan. Kilaunya memancar kemana-mana dan semua orang dapat menemukannya. Akhwat kedua, ia terkubur dalam-dalam, tertempa lebih keras di kedalaman, dan kilaunya memang terpancar keluar, tapi tidak semua dapat menemukan sumber kilauannya, tidak semua dapat menemukannya. Ia dilindungi Allah di kedalamannya.

Allah menjaganya lebih dari yang lain, dan hanya merelakannya ditemukan oleh orang yang luar biasa. Yang menemukannya bisa jadi biasa, tapi ia luar biasa, karena dapat menemukan sesuatu yang luar biasa pada sesuatu yang bisasa.

Permata yang tertempa lebih keras jauh lebih indah, bahkan di kedalaman pun kilaunya tetap memancar.

Ya, tidak semua orang dapat menemukannya. Yang menemukannya hanya yang luar biasa. Yakinlah ia luar biasa, ukhti, karena permata itu dicari.

Mungkin saja...mungkin...ini maksudnya ”yang baik untuk yang baik dan yang buruk untuk yang buruk.”

Jangan sampai kita merasa bertemu dalam kondisi yang sama, tapi tidak tahu sama baik atau sama buruk. Ukhti, kau bisa saja luar biasa, tapi hati-hati mendapatkan yang biasa, salah satu dari ribuan yang menaruh perhatian padamu.

Dua akhwat ini hanya satu contoh dari sekian banyak tipe ’muslimah idaman’ yang menarik perhatian banyak orang. Ke’mencolok’kan tidak selalu seperti ini.

Karena permata itu dicari, ukhti...

Teruntuk para ukhti : ayo fokus,,,temukan kedalaman dimana kau dilindungi olehNya. Ayo fokus! Din ini membutuhkan jejakmu lebih untuk tegak. Buktikan dan azamkan, kita tidak akan pernah cemas dengan apa yang telah dijanjikan Allah untukmu. Buktikan, bahwa masalah-sesuatu-yang-pasti ini tidak akan mengganggu konsentrasimu untuk terus bergerak. Ayo buktikan! Karena itu menentukan sedalam apa Allah akan menyimpanmu dan melindungimu. Dan menyelamatkanmu di hari Akhir nanti.


Teruntuk para Akhi : Tetap fokus! Karena itu yang menentukanmu menjadi seseorang yang biasa atau luar biasa. Seseorang yang luar biasa, adalah yang dapat menemukan sesuatu yang luar biasa pada sesuatu yang biasa. Hanya orang biasa yang tertarik pada sesuatu yang luarbiasa dan semua orang juga melihatnya luar biasa. Kau hanya menjadi orang biasa saat menjadi sama dengan banyak orang. Jangan pernah cemaskan sesuatu yang pasti ada untukmu. Tetap fokus! Perjuangan masih panjang. Kau akan menemukannya di perjalanan.^^v tetap maju.


Karena jalan ini tidak mungkin dapat ditempuh oleh orang-orang yang cemas akan masa depan rejeki dan kehidupannya --Hasan Al-Banna

Fokuskan langkah, pikiran dan hati. Katanya mau berjuang??? Jangan cemas. Dan jangan bahas lagi ini, geli ^^

Jangan cemas, karena Sang Cinta sudah menjanjikannya untukmu.

----------
hana muwahhida
hana89_turtle@yahoo.com

Monday, October 8, 2012

Muslimah, Tiadakah Kamu Cemburu ??


Koq... mereka pacaran kita gak boleh..???
Koq... mereka dengerin lagu-lagu jahiliyah kita gak boleh...??
Koq... mereka bergosip ria, kita gak boleh...??
Koq... mereka pakai baju tank top dan rok mini, kita harus pakai baju selebar karung beras dan jilbab sebesar taplak meja...?? :D

Berhenti membandingkan diri dengan remaja masa kini, sahabat...!!
Bayangkan.... j...
ika kita berada di zaman Nabi SAW...
Saat orang-orang rela mengorbankan jiwa, harta, raga, di jalan Allah SWT.
Berlomba-lomba menegakkan ISLAM di bawah naungan pedang.

Untuk wanita bergelar muslimah...
Sudahkah selembut Khadijah? Sudahkah sesabar Fatimah? Sudahkah secerdas Aisyah atau seqawwamah Hafshoh? Seberani Shafiyah? Setegar Bunda Hajar? Seperkasa Asmaa? Setaqwa Zainab? Atau sesuci Bunda Maryam..??

Untuk lelaki yang bergelar Muslim...
Sudahkah selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq? Sebijaksana Umar bin Khattab? Sedermawan Utsman bin Affan? Sepintar Ali bin Abi Thalib? Sesederhana Bilal bin Rabah? Setegar Khalid bin Walid?

Dengan mereka... Tiadakah Kamu Cemburu???

Pejamkan mata... Lantangkan dalam dada satu azzam mengguncang Arsy Ar-Rahman...
TIME TO HIJRAH... TIME TO CHANGE COZ ALLAH...

Karena kesenangan Allah melihat hamba-Nya bertobat jauh melebihi kesenangan seorang pria kehausan yang menemukan untanya di tengah padang pasir.


You Might Also Like:
 

Wednesday, September 12, 2012

Kisah Nyata Keajaiban Ayat Kursi


kisah nyata dari US sekitar tahun 2006. Pengalaman nyata seorang muslimah asal asia yang mengenakan jilbab.
Suatu hari wanita ini berjalan pulang dari bekerja dan agak kemalalaman.....suasana jalan setapak agak sepi....dia melewati short cut yang agak gelap dan sendirian.....

Di ujung jalan pintas itu dia melihat ada sosok pria kaukasian, pasti orang amerika pikirnya....tapi perasaan wanita ini a...
gak was-was karena sekilas raut pria itu agak mencurigakan seolah ingin mengganggunya....
Dia berusaha tetap tenang dan membaca kalimah Allah....kemudian dia lanjutkan dengan terus membaca ayat kursi berulang-ulang seraya sungguh-sungguh memohon perlindungan Allah swt.....

Meski tidak mempercepat langkahnya, ketika ia melintas di depan pria berkulit putih itu, ia tetap berdoa...sekilas ia melirik ke arah pria itu.....orang itu asik dengan rokoknya...dan seolah tidak memperdulikannya....(Alhamdulillah....serunya dalam hati...)

Keesokan harinya..ia lihat berita kriminal, seorang wanita melintas di jalan yang sama dengan jalan yang ia lintasi semalam...dan wanita itu melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya dilorong gelap itu...karena begitu ketakutan, ia tidak melihat jelas pelaku yang katanya sudah berada di lorong itu ketika perempuan korban ini melintas jalan shorcut itu.....

Hati muslimah inipun tergerak karena wanita tadi melintas jalan shorcut itu hanya beberapa menit setelah ia melintas di sana...dalam berita itu dikabarkan wanita itu tidak bisa mengidentifikasi pelaku dari kotak kaca,dari beberapa orang yang dicurigai polisi....

Muslimah inipun memberanikan diri datang ke kantor polisi, dan memberitahukan bahwa rasanya ia bisa mengenali sosok pelaku pelecehan kepada wanita tsb,karena ia Menggunakan jalan yang sama sesaat sebelum wanita tadi melintas.
Melalui kamera rahasia akhirnya muslimah inipun bisa menunjuk salah seorang yg diduga sbg pelaku,ia yakin bahwa pelakunya adalah pria yang ada di lorong itu dan mengacuhkannya sambil terus merokok...

Melalui interogasi polisi akhirnya orang yg diyakini oleh muslimah tadi mengakui perbuatannya... tergerak oleh rasa ingin tau, muslimah ini menemui pelaku tadi dan didampingi oleh polisi...

muslimah ;
apa kau melihat saya,saya juga melewati jalan itu beberapa menit sebelum wanita yang kau perkosa itu? mengapa anda hanya menggangunya tapi tidak menggangguku ? mengapa anda tidak berbuat apa apa padahal waktu itu aku sendirian ?

penjahat :
tentu saja saya melihat mu malam tadi, anda berada disana malam tadi beberapa menit sebelum wanita itu,saya tidak berani mengganggu anda,aku melihat ada dua orang besar dibelakang anda pada waktu itu...satu di sisi kiri dan satu di sisi kanan Anda...

Related Posts Plugin by ScratchTheWeb