Showing posts with label Seputar Menulis. Show all posts
Showing posts with label Seputar Menulis. Show all posts

Thursday, March 12, 2020

Tips Meningkatkan Motivasi Membaca dan Mengikat Makna

Tips Meningkatkan Motivasi Membaca dan Mengikat Makna - Di tulisan ini saya ingin share bagaimana cara saya produktif membaca, mengikat makna, sebelum akhirnya merangkai kata-kata menjadi sebuah tulisan.

A. MEMBACA

Oke, saya ingin bicara tentang membaca dulu. Membaca bagi saya seperti membuka cakrawala yang sempit. Membuat saya lebih open minded dan menyadari; bahwa saya adalah ikan kecil di dunia yang sangat besar ini dengan segala berbagai macam pikiran manusia. Kalau kata Asma Nadia, “Ingin menjadi penulis tapi gak suka membaca, saya gak ngerti tuh. Karena membaca adalah kuliahnya para penulis.” 

Pesan itu begitu bermakna bagi saya yang ingin menjadi seorang menulis. Dan pada tahun 2020, saya memiliki resolusi untuk membaca 100 buku dalam setahun. Dan hingga saat ini, saya sudah menamatkan 21 buku sejak Januari 2020. 

Berikut adalah tips dari saya untuk bisa membaca banyak buku (yang kita sukai) tanpa harus boros mengeluarkan banyak uang:

1. Saya berlangganan aplikasi yang bernama Gramedia Digital. 


Sebulan berlangganan adalah 89.000 untuk full premium package (fiksi, nonfiksi, buku anak). 45.000 untuk fiksi saja dan 45.000 untuk buku anak.  Saya langganan yang premium.

Setelah berlangganan, hampir semua (tidak semua) buku terbitan Gramedia dapat ditemukan di aplikasi ini. Entah terbitan lama maupun baru. Jadi, daripada saya membeli satu buku seharga 90.000 rupiah atau lebih, lebih baik saya langganan 89.000 untuk akses bacaan yang tidak terbatas selama satu bulan. Karena biasanya dalam satu bulan, saya menyelesaikan bacaan sepuluh buku. Kalau saya beli perbukunya, satu buku 80.000 kali sepuluh. Itu artinya saya perlu menghabiskan uang 800.000 untuk memenuhi minat baca saya. Alhamdulillah ada Gramedia Digital, akses bacaan tak terbatas dengan hanya 89.000 perbulan.

2. Saya memanfaatkan aplikasi Google Playbooks


Jika tidak menemukan buku yang saya cari di Gramedia Digital, saya akan mencari di Google Playbooks. Meskipun di aplikasi yang satu ini, kita tetap harus membayar untuk setiap buku yang ingin kita baca, tapi harganya tetap jauh lebih murah daripada buku fisik. Misalnya Ebook Bumi Manusia seharga Rp 60.000 sementara buku fisik di pasaran Rp 85.000. 

Tips saya jika membaca di gadget: nyalakan bluelight filter dan juga sesuaikan cahayanya yang sesuai dengan kemampuan mata.

3. Membeli buku fisik saat diskon (Islamic Book Fair), membeli langsung dari penulisnya, atau meminjam dari teman.


Saya sebenarnya penggemar buku fisik (paperbook), tapi karena saya sekarang tinggal di Amerika, saya pun terpaksa lebih sering membeli ebook digital. Meski begitu, andai saja saya ada di Indonesia, saya akan membeli buku fisik dengan penawaran harga terbaik. Seperti di IBF.

Saya juga sempat membeli 11 buku fisik karya Bunda Asma Nadia langsung dari penulisnya (karena sebagian besar karangan Bunda tidak akan teman-teman temukan secara digital, ada digital namun tidak legal). Jadi untuk menghargai penulisnya, saya membeli yang asli (dari stok penulisnya) dan bertanda tangan. Harganya pun jauh lebih murah daripada toko buku. Teman-teman bisa kunjungi Instagram @asmanadiapreloved untuk info lebih lanjut.

4. Beberapa aplikasi yang saya sarankan juga: untuk buku bahasa Indonesia ada iPusnas dan untuk bahasa Inggris ada Kindle dan Scribd. Saya langganan Scribd 9 USD perbulan untuk novel-novel berbahasa Inggris. Ini jatuhnya jauh lebih murah daripada saya beli paperbook di Amerika yang satu bukunya sekitar 15-20 USD.

Aplikasi iPusnas
Aplikasi Scribd



Menjaga Motivasi Membaca.

Beberapa orang bertanya apa yang membuat saya konsisten dalam kegemaran saya membaca buku. Sebenarnya saya juga bingung menjawabnya. It just simply your hobby. Awalnya karena saya ingin menjadi penulis yang baik, jadi saya rajin membaca. Namun sekarang, saya ketagihan. Setiap kali membaca buku, cakrawala pemikiran kita semakin terbuka dan saya dapat ilmu baru. Dan setiap kali gak membaca, rasanya kayak ‘haus’. Saya tidak tahu definisi lain selain itu. Juga mungkin, beberapa hal ini membantu saya keep on the track dengan target saya 100 buku dalam satu tahun:

1. Bergabung dengan Komunitas Pencinta Baca di Goodreads.


Bukan seperti Gramedia Digital maupun google playbooks (tempat baca buku), berikut definisi Goodreads melalui Wikipedia:

GoodReads merupakan situs jaringan sosial yang mengkhususkan pada katalogisasi buku. Sama seperti situs jaringan sosial lain, GoodReads mempunyai konten friend, group, maupun discussion. Bedanya, GoodReads memungkinkan anggota untuk menampilkan daftar buku sudah dibaca (read), buku yang sedang dibaca (currently reading), dan akan dibaca (to read). Dalam situs ini, pengguna dapat saling berbagi rekomendasi buku bacaan dengan memberikan review maupun komentar.

Jujur, saya paling senang membangun pertemanan di sini daripada platform sosial media yang lain. Karena kami saling memantau jumlah bacaan satu sama lain dan saling memberi saran bacaan yang mungkin menarik. Disini beberapa teman saya bahkan ada yang sudah membaca 37 hingga 41 buku sepanjang tahun 2020. Jadi karena melihat orang lain lebih termotivasi, itu juga memotivasi saya untuk terus membaca.


2. Belajar membaca cepat, cerdas, bermakna, dan efektif. 

Speed Reading for Beginners oleh Muhammad Noer

Quantum Reader oleh Bobbi DePorter

Berikut dua buku yang membantuku membaca lebih cepat, efektif, lebih bermakna dan pemahaman yang lebih baik. Jadi saya tidak mudah lelah dalam membaca sebuah buku karena saya mempelajari teknik yang membuat cara saya menerima informasi lebih efektif.
B. MENGIKAT MAKNA

Baiklah, sekian tentang membaca. Sekarang tentang mengikat makna.

Saya ingat pada saat saya kecil, saya membaca sebuah buku dan tulisannya: banyak orang membaca buku, namun sedikit sekali dari mereka yang mengikat makna dari tulisan-tulisan tersebut. Maksudnya, banyak dari orang-orang yang membaca, tapi mereka tidak menangkap ide-ide, mutiara hikmah, atau kosakata baru yang mereka baca. Sehingga mereka kesulitan dalam memperkaya tulisan mereka sendiri dari bacaan tersebut.

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Imam Ali pernah berkata “ikatlah ilmu (dengan menulisnya)” dan beliau mengatakan itu hingga dua kali. Juga terdapat pernyataan dari Stephen R. Covey yang berkata:

“Sebagian besar dari perkembangan mental kita dan disiplin studi kita berasal dari Pendidikan formal. Akan tetapi, segera sesudah kita meninggalkan disiplin eksternal sekolah, banyak dari kita membiarkan otak kita terhenti pertumbuhannya. Kita tidak lagi membaca secara serius, kita tidak menjajaki subjek baru secara mendalam di luar bidang tindakan kita kita tidak berpikir secara analitis, kita tidak menulis—setidaknya tidak kritis atau tidak dengan cara yang menguji kemampuan kita mengekspresikan diri di dalam bahasa yang baik, jelas, dan ringkas. Sebaliknya, kita malah menghabiskan waktu kita untuk menonton televisi.”

Ada dua hal yang menarik yang bisa ditangkap dari pernyataan Covey di atas:

1) Membaca secara serius
2) Mengekspresikan diri dalam bahasa yang lebih baik, jelas, dan ringkas.

Dalam usaha saya untuk menjalani kedua hal di atas, berikut yang saya lakukan:

1. Meski melakukan speed reading, saya tetap mencoba fokus menangkap ide-ide utama, ide baru dan penting dari setiap paragraf yang saya baca. Justru sebenarnya, lebih mudah bagi saya untuk menangkap ide dengan tempo membaca yang lebih cepat, karena dengan begitu, tidak ada jeda bagi saya untuk melamun saat membaca.

2. Untuk karya nonfiksi, saya stabilo bagian yang menurut saya penting. Untuk karya fiksi, saya highlight rangkaian kata-kata yang cantik, quotes baru, dan kosakata baru. Dan jika saya tidak bisa melakukannya (misalnya, Gramedia digital tidak menyediakan fitur highlight di aplikasi mereka), jadi saya memiliki buku saya sendiri yang menuliskan rangkaian kata-kata dan kosakata baru tersebut buku tersebut.

Buku: Menapak Jalan Dakwah di Bumi Barat, Biografi Pemikiran Imam Shamsi Ali.

Ebook: Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer (Google Playbooks)

Kumpulan rangkaian diksi dan kalimatnya Mbak Rosi L Simamora dari buku Negeri Para Roh. 


Ebook Negeri Para Roh saya temukan di Gramedia digital—yang tidak memiliki fitur highlight. Jadi saya catat di buku terpisah. Tips ini saya dapatkan dari Pinterest beberapa tahun lalu, platform infografis yang bermanfaat buat penulis. Dan saya aplikasikan sampai sekarang. 

Saya rekomendasikan untuk teman-teman semua mencoba aplikasi Pinterest. Lalu mencari kata kunci apapun tentang ide tulisan teman-teman di aplikasi tersebut. Misalnya plot twist ideas, how to start a novel, writing tips, science fiction ideas, Harry Potter character patterns dsb.

Oh ya, dengan menuliskan rangkaian kata-kata dari novel lain, saya tidak bermaksud plagiasi ya. Saya belajar untuk menulis dalam bahasa yang lebih baik, belajar mengadaptasi gaya, dan memilih diksi yang lebih efektif. Sekian. Semoga Bermanfaat.

Sunday, April 3, 2016

Kesan Pertama Ikut Bikin Buku Club


Di sudut ibu kota, mentari terlihat menyapa ramah dan sinarnya mengintai dari balik awan yang bergemalayut manja. Sepasang kakiku melangkah keluar dari sebuah rumah krem di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Ini hari Minggu, hari libur yang biasanya kuhabiskan waktu dengan tertidur seharian di rumah sebagai balas dendam satu minggu yang sibuk. Tapi tidak untuk hari ini, dimana aku teringat bahwa aku mengambil kelas Bikin Buku Club di Hostel Prasdana.

Setelah memesan gojek dan dibawa muter-muter oleh Tukang Gojek yang tidak tahu ke mana arah SMK 57, pada akhirnya aku tiba juga di depan bangunan SMK 57. Aku pun memasuki gerbang berwarna hijau tersebut dan berjalan menyusuri arah panah menujuh Hostel Prasdana. Di dalamnya, terlihat seorang pria tertidur pulas di bagian pelayanan. Terlihat butir peluh di dahinya, hingga aku tak ingin mengganggunya. Namun pria itu terbangun ketika aku membuka pintu aula pertemuan.

“Mau kemana, dek?”

“Inspirator Academy dimana ya, Pak?”

Pria itu menunjuk ke luar bangunan menuju tempat diadakannya kondangan, membuatku mengernyitkan dahi. “Di luar de, di tempat yang kecil.”

“Oh, oke, terimakasih pak,” jawabku dengan wajah masih kebingungan. Lalu aku pun berjalan keluar, memastikan apa yang dimaksud oleh pria tersebut sebagai ‘tempat yang kecil’, singkat cerita, di tengah kebingunganku, aku pun menelpon Mas Rendi, Kepala Sekolah Bikin Buku Club. Kudengar suara yang menyahut adalah seorang perempuan, yang memintaku segera berbalik badan. Aku pun berbalik badan, dan akhirnya ketemu! Ternyata bangunannya adalah bangunan tepat di samping Hostel Prasdana, ruangan yang dimaksud bukanlah aula, melainkan seperti ruang meeting.

Kakiku berjalan memasuki ruangan ber-AC tersebut dan aku langsung disodori berbagai modul, buku novel dan nonfiksi, kertas, pulpen dan lain sebagainya. Ternyata fasilitas yang diberikan lengkap, sepadan dengan harga yang diberikan untuk bisa masuk klub ini. Hehehe. Mengingat bahwa aku harus menyisihkan pemasukan bulananku demi ini, tapi sepertinya memang harus bermodalkan nekad biar seseorang dapat berhasil. Bukan hanya dalam menulis buku.



Sudah terdapat empat orang peserta di dalam ruangan tersebut. Namun sepertinya aku yang termuda, karena rata-rata dari mereka sudah kerja sementara aku masih mahasiswi. Dan sepertinya para peserta lain telah cukup memakan asam-garam kehidupan dan telah sukses dengan usaha dan pekerjaan masing-masing. Terdiam sesaat. Aku melihat disana ada Mas Brili dan Mas Idho juga, yang akan menjadi pembimbing selama 3 bulan ke depan. Terdiam lagi sesaat. Berada dikelilingi orang yang memiliki lebih banyak pengalaman selalu membuatku bangga akan diriku sendiri. Membuatku tahu bahwa aku juga keren dan seksi. Hehehe…

Selalu menjadi kesenanganku adalah bertemu keluarga baru dan teman-teman baru. Aku sangat senang berada di sekeliling orang yang jauh lebih berpengalaman dariku, dan aku selalu fanatik akan hal tersebut. Membuatku menyadari, bahwa aku juga akan memiliki keterlibatan lebih jauh di masa depan. Setidaknya, untuk dapat berkontribusi pada orang lain dan masyarakat.

Sebagai mahasiswi psikologi, sudah kuduga bahwa kelas akan berjalan dengan pendekatan behaviorisme, yaitu “reward” dan “punishment”. Dimana pendekatan behaviorisme tersebut memang paling efektif diterapkan di Indonesia dibandingkan pendekatan yang lain. Bahkan andaikata aku menjadi dosen psikologi pun, aku akan menerapkan pendekatan ini pada seluruh mahasiswaku, dan menjadi dosen paling killer yang mereka kenal.  Dan detik itu juga aku tahu, inilah yang aku cari-cari selama ini!

          Aku tahu dan menganal diriku sendiri dengan sangat baik, seorang sepertiku memang perlu ditendang-tendang dan diseret-seret terlebih dahulu agar bukuku jadi. Benar-benar JADI maksudnya. Kalau tidak begini, mungkin aku akan lebih banyak menghabiskan waktu kosong di malam hari dengan bermain game online ataupun menonton drama Korea, duh!

Oke, gak bahas kesana deh, over all, aku suka banget dengan sistem PR mingguan dan PR harian yang diterapkan oleh Bikin Buku Club. Sistem ini memaksaku untuk mengalirkan lebih banyak ide-ide tak kenal batas ruang dan waktu. Bahkan dalam waktu singkat, kami diminta untuk membuat sebuah puisi ataupun diary, dan juga membuat sebuah tips and trik. 

Karena waktu yang diberikan sangat singkat (10 Menit) untuk menuliskan kedua genre tersebut, aku mengambil puisi yang kubuat sejak tahun 2011 lalu yang kumuat di blog ini berjudul: Puisi Cinta Love Is… sementara untuk tips, aku menuliskan sebuah tips untuk jago bahasa Inggris hanya dalam waktu 10 detik. Sebuah tips yang kurasa ampuh pada diriku sendiri, dan kurasa orang lain juga akan tercengang mengetahuinya.

Dari kedua genre tersebut (Fiksi dan Nonfiksi), setiap peserta diminta untuk menilai karya peserta lainnya. Dan aku mendapatkan nilai yang hampir saja setara antara keduanya. Nilai fiksiku lebih tinggi 0,5. Meski suatu hari aku juga ingin menulis nonfiksi, namun setelah kupikirkan lagi dan mendengarkan suara hati, buku pertamaku haruslah sebuah fiksi. Dimana aku ingin orang melihat dunia dalam diriku sendiri.

Because I spend a lot of time lost in my mind, and I love thinking and imagining something abstract. I would like to share my inner world with other people, and I love hearing people share theirs too.









Wednesday, June 8, 2011

Download GenQ Paper


GenQ Paper adalah nama majalah sekolah di Husnul Khotimah yang khusus santri putri. Nah, kali ini saya menyediakan bentuk pdf-nya. Belum semuanya saya convert jadi PDF karena suatu hal. Untuk sekarang dua aja dulu, ya... Silakan download...

GenQ Paper (GP) Edisi Januari 2011 - COSPLAY

GenQ Paper (GP) Edisi April 2011 - Save Our Earth

Friday, May 20, 2011

Struktur Kepengurusan FLP Ranting Husnul Khotimah (Putri)




Ketua : Wenty Gafrina Martin

Wakil Ketua : Yesya Aulia

Sekretaris : Aisyah Sa’diyah

Bendahara : Zulfa Sania

Sie Kaderisasi

Koor : Maryam Qonita

Bendahara : Tinna Hadyana

Anggota : Elisa Wulandari, Sabrina Khoiruzadi, Ilma Iliyin, Azzahro Waniatul, Sumayyah, Asma Khanifah, Nabila Khalida, Zakiyah Riris, Isma Dzakirah (PJ: Aisyah Sa’diyah)

Sie Humas

Koor : Nurhaya Afifah

Bendahara : Sanivesa Tafak Maulina

Anggota : Nurul Ihsani, Zahra Nurul K, Sumayyah Syahidah, Zahra Muthmainnah, Husna Nur F, Nida Rosyidah, Shofiyah Banan, Rifka Aisyah, Aminatuzzuhria (PJ: Zulfa Sania)

Sie Event Organizer

Koor : Zakiyah Rahma

Bendahara : Salma Muadzaroh

Anggota : Maryam Amatullah, Sabila Rosyida, Thufailah Sungkar, Sarah Fauzia, Maulidina Wirdani, Andia Dwi, Izzah Ifadah, Sahara Hamas, Sintia Tri Arti (PJ: Yesya Aulia)

Wednesday, April 20, 2011

500 Daftar Kata Baku dan Tidak Baku





Daftar kata baku dan tidak baku ini saya susun berdasarkan artikel, buku, dan kamus besar bahasa Indonesia. Mengetahui banyaknya salah mengeja dalam bahasa Indonesia, agaknya memuat artikel daftar kata baku dan tidak baku ini sangat bermanfaat. Yuk, langsung simak apa aja kata-kata yang baku dan tidak baku tersebut. Insya Allah saya sudah mengecek ulang di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Catatan: yang benar adalah kata yang pertama dituliskan. Selanjutnya diikuti dengan kata yang salah.

Huruf A
Abjad (bukan) Abjat

Acap kali (bukan) Acapkali
Adakalanya (bukan) Ada kalanya
Adang (bukan) Hadang

Adhesi (bukan) Adesi
Adiluhung (bukan) Adi luhung
Aerobik (bukan) Erobik
Afdal (bukan) Afdhol, Afdol
aktivitas (bukan) aktifitas

Akhirat    (bukan) Akherat
Aksesori (bukan) Asesoris
Akuarium (bukan) Aquarium

Akuatik (bukan) Aquatik
Aluminium (bukan) Almunium
Alquran (bukan) Al-Quran, Al-Qur’an
Ambulans (bukan) Ambulan, Ambulance

Amendemen (bukan) Amandemen
Amfibi (bukan) Amphibi, Ampibi

Amonia (bukan) Amoniak
Analisis (bukan) Analisa
Anda (bukan) anda
Andal (bukan) Handal
Andam (bukan) Handam

Antarinstansi (bukan) Antar-instansi
Antena (bukan) Antene
Antre (bukan) Antri
Anugerah (bukan) Anugrah
Anutan (bukan) Panutan
Apotek (bukan) Apotik

Artefak (bukan) Artifak
Asas (bukan) Azas
Asasi (bukan) Azasi

Astronout (bukan) Astronot
Asyik (bukan) Asik
Ateis (bukan) Atheis

Ateisme (bukan) Atheisme
Atlet (bukan) Atlit
Atmosfer (bukan) Atmosfir
Autentik (bukan) Otentik
Autobiografi (bukan) Otobiografi

Autopsi (bukan) Otopsi
Azan (bukan) Adzan

Huruf B
Balans (bukan) Balan

Balig (bukan) Baligh
Balsam (bukan) Balsem
Batalion (bukan) Batalyon
Baterai (bukan) Baterei / Batre 

Becermin (bukan) Bercermin
Belasungkawa (bukan) Bela sungkawa
Berandal (bukan) Brandal
Berangus (bukan) Brangus

Berantas (bukan) Brantas
Berengsek (bukan) Brengsek
Berkah (bukan) Barokah

Bertanggung jawab (bukan) Bertanggungjawab
Besok (bukan) Esok

Biosfer (bukan) Biosfir 
Blanko (bukan) Blangko
Boling (bukan) Bowling 
Bolpoin (bukan) Bolpen
Boraks (bukan) Borax
Bosan (bukan) Bosen
Brankas (bukan) Berankas
Bujet (bukan) Budget
Bumiputra (bukan) Bumi putra
Bus (bukan) Bis

Huruf C
Cabai (bukan) Cabe
Capai (bukan) Capek

Cecak (bukan) Cicak
Cedera (bukan) Cidera
Cendekia (bukan) Cendikia

Cendekiawan (bukan) Cendikiawan
Cendera mata (bukan) Cinderamata

Cengkerama (bukan) Cengkrama
Cengkih (bukan) Cengkeh

Cokelat (bukan) Coklat

Huruf D
Dahsyat (bukan) Dahsat/dasyat

Dahulu (bukan) Dulu
Daripada (bukan) Dari pada
Darmasiswa (bukan) Darma siswa
Darmawisata (bukan) Darma wisata
Dasbor (bukan) Dasbord
Debit (bukan) Debet

Debitur (bukan) Debitor
Definisi (bukan) Difinisi

Dekret (bukan) Dekrit
Depot (bukan) Depo
Desain (bukan) Disain
Detail (bukan) Detil

Detergen (bukan) Deterjen
Deviasi (bukan) Defiasi
Diagnosis (bukan) Diaganosa

Diesel (bukan) Disel
Diferensial (bukan) Differensial
Digit (bukan) Dijit
Diskotek (bukan) Diskotik
Dramatisasi (bukan) Dramatisir
Doa (bukan) Do’a
Dolar (bukan) Dollar

Doping (bukan) Dopping
Dukacita (bukan) Duka cita

Dupleks (bukan) Duplex
Durian (bukan) Duren

Huruf E
Efektif (bukan) Efektip

Efektivitas (bukan) Efektifitas
Eksem (bukan) Eksim

Eksklusif (bukan) Eksklusiv
Eksplisit (bukan) Explisit
Eksponen (bukan) Eksponent
Ekspor (bukan) Eksport
Ekspres (bukan) Expres
Ekstra (bukan) Extra
Ekstrakurikuler (bukan) Ekstrakulikuler
Ekstrem (bukan) Ekstrim

Ekstremis (bukan) Ekstrimis 
Ekstrover (bukan) Ekstrovert
Ekuivalen (bukan) Ekuifalen
Elektrode (bukan) Elektroda
Elips (bukan) Elip
Elite (bukan) Elit
Email (bukan) E-mail
Embus (bukan) Hembus
Empas (bukan) Hempas

Esai (bukan) Esei/Essay
Esens (bukan) Esense

Huruf F
Faksimile (bukan) Faksimili
Februari (bukan) Pebruari

Figur (bukan) Figure 
Film (bukan) Filem 
Fiologi (bukan) Phiologi
Fondasi (bukan) Pondasi
Formal (bukan) Formil
Fosfor (bukan) Pospor
Fondasi (bukan) Pondasi

Foto (bukan) Poto
Fotokopi (bukan) Photocopy

Fotomodel (bukan) Foto model 
Fotosintesis (bukan) Fotosintesa
Fraksinasi (bukan) Fraksinase
Frasa (bukan) Frase
Frekuensi (bukan) Frekwensi

Huruf G
Gaib (bukan) Ghaib/Ghoib

Gangster (bukan) Gengster
Ganjal (bukan) Ganjel
Gatal (bukan) Gatel
Geladi (bukan) Gladi
Gelora (bukan) Glora
Genius (bukan) Jenius
Genting (bukan) Genteng

Gereget (bukan) Greget
Glukosa (bukan) Glukose

Griya (bukan) Gria
Grup (bukan) Group
Gua (bukan) Goa
Gubuk (bukan) Gubug
Gudeg (bukan) Gudek

Huruf H
Hadis (bukan) Hadits
Hafal (bukan) Hapal
Hakikat (bukan) Hakekat
Halalbihalal (bukan) Halal bihalal

Hangus (bukan) Angus
Harfiah (bukan) Harafiah

Hektare (bukan) Hektar
Herpes (bukan) Herfes/Herves
Heterografi (bukan) Hetrografi
Hierarki (bukan) Hirarki
Hipotesis (bukan) Hipotesa

Histori (bukan) History

Huruf I
Ideologi (bukan) Idiologi

Ihram (bukan) Ikhram/Ihrom
Ijazah (bukan) Ijasah
Ikat (bukan) Iket
Ikhlas (bukan) Iklas/Ihlas
Imajinasi (bukan) Imaginasi
Imbau (bukan) Himbau
Impit (bukan) Himpit

Impor (bukan) Import
Indra (bukan) Indera

Indragiri (bukan) Inderagiri
Infus (bukan) Inpus
Ingin (bukan) Pengen
Insaf (bukan) Insyaf
Intelijen (bukan) Intelejen

Intens (bukan) Inten
Intermeso (bukan) Intermezzo
Introspeksi (bukan) Interopeksi
Isap (bukan) Hisap

Islamiah (bukan) Islamiyah
Isra (bukan) Isra' / Isro
Istigfar (bukan) Istighfar
Istri (bukan) Isteri

Huruf J
Jadwal (bukan) Jadual

Jasad (bukan) Jasat
Jemaah (bukan) Jama'ah
Jemawa (bukan) Jumawa

Jenazah (bukan) Jenasah
Jender (bukan) Gender
Jenderal (bukan) Jendral

Judo (bukan) Yudo
Jumat (bukan) Jum’at

Junior (bukan) Yunior
Justru (bukan) Justeru

Huruf K
Kabar (bukan) Khabar
Kacamata (bukan) Kaca mata
Kaidah (bukan) Kaedah

Kakbah (bukan) ka'bah
Kanguru (bukan) Kangguru
Kanker (bukan) Kangker
Karena (bukan) Karna
Karier (bukan) Karir
Karisma (bukan) Kharisma

Karnaval (bukan) Karnafal
Kasatmata (bukan) Kasat mata

Kasrah (bukan) Kasroh
Katalisis (bukan) Katalisa
Katapel (bukan) Ketapel
Kategori (bukan) Katagori

Katolik (bukan) Katholik
Kaus (bukan) Kaos

Kebun (bukan) Kebon
Kedaluwarsa (bukan) Kadaluarsa/Kadaluwarsa
Kedelai (bukan) Kedelei
Kelengkeng (bukan) Klengkeng
Kemarin (bukan) Kemaren
Kempis (bukan) Kempes
Kendaraan (bukan) Kenderaan

Kendur (bukan) Kendor
Kesatria (bukan) Ksatria

Khatam (bukan) Hatam/Khotam
Khawatir (bukan) Kuatir
Khotbah (bukan) Khutbah
Khuldi (bukan) Kuldi
Khusyuk (bukan) Khusuk
Kiai (bukan) Kiyai
Kilometer (bukan) Kilo meter

Klien (bukan) Client
Kliping (bukan) Keliping
Kloter (bukan) Keloter
Koboi (bukan) Koboy
Komersial (bukan) Komersil
Komoditas (bukan) Komoditi

Kompleks (bukan) Komplek
Komplet (bukan) Komplit
Konferensi (bukan) Konperensi

Konfirmasi (bukan) Komfirmasi
Kongres (bukan) Konggres
Konkret (bukan) Kongkrit
Konstanta (bukan) Konstan

Konsumtif (bukan) Konsumtip
Koordinasi (bukan) Koordinir
Korsleting (bukan) Konsleting
Kover (bukan) Cover

Kreatif (bukan) Kreatip
Kreativitas (bukan) Kreatifitas
Kredit (bukan) Kridit

Kreditur (bukan) Kreditor
Kualitas (bukan) Kwalitas
Kuantitas (bukan) Kwantitas
Kuintal (bukan) Kintal
Kuitansi (bukan) Kwitansi

Kuorum (bukan) Kworum
Kuota (bukan) Kwota, Kuotum

Huruf L 

Laba-Laba (bukan) Labah-Labah
Label (bukan) Lebel
Lafal (bukan) Lapal
Lahad (bukan) Lahat

Legalisasi (bukan) Legalisir
Lemari (bukan) Almari
Lembap (bukan) Lembab
Lever (bukan) Liver
Limfa (bukan) Limpa
Linear (bukan) Linier

Litosfer (bukan) Litosfir
Lokakarya (bukan) Loka karya
Lubang (bukan) Lobang

Huruf M
Maaf (bukan) Ma’af/Maap

Macam (bukan) Macem
Magrib (bukan) Maghrib
Majelis (bukan) Majlis
Makhluk (bukan) Mahluk

Maksimum (bukan) Maximum
Manajemen (bukan) Managemen

Manajer (bukan) Manager
Mandek (bukan) Mandeg
Mangkuk (bukan) Mangkok

Mantra (bukan) Mantera
Marah (bukan) Amarah
Masjid (bukan) Mesjid
Massal (bukan) Masal
Masyhur (bukan) Mashur
Matang (bukan) Mateng

Mazhab (bukan) Mahzab
Memengaruhi (bukan) Mempengaruhi
Memercayakan (bukan) Mempercayakan
Memercayakan (bukan) Mempercayakan
Memesona (bukan) Mempesona
Memopulerkan (bukan) Mempopulerkan

Mencolok (bukan) Menyolok
Mencuci (bukan) Menyuci

Mengesampingkan (bukan) Mengenyampingkan
Mengonsumsi (bukan) Mengkonsumsi
Mengubah (bukan) Merubah
Menopause (bukan) Monopause, Manopause

Menteri (bukan) Mentri
Menyontek (bukan) Mencontek

Menyukseskan (bukan) Mensukseskan
Merek (bukan) Merk

Mesosfer (bukan) Mesosfir
Mesti (bukan) Musti
Meterai (bukan) Materai
Metode (bukan) Metoda

Mikraj (bukan) Mi'raj
Mikrob (bukan) Mikroba
Miliar (bukan) Milyar/Miliyar
Misi (bukan) Missi
Monarki (bukan) Monarkhi
Mozaik (bukan) Mosaik
Muazin (bukan) Muadzin, Muadin

Mulia (bukan) Mulya
Mungkir (bukan) Pungkir
Museum (bukan) Musium

Huruf N
Nahas (bukan) Naas

Nakhoda (bukan) Nahkoda, Nakoda
Napas (bukan) Nafas

Narasumber (bukan) Nara sumber
Nasihat (bukan) Nasehat

Negeri (bukan) Negri
Neto (bukan) Netto
Netralisasi (bukan) Netralisir

Nomor (bukan) Nomer
Nonblok (bukan) Non-blok
Nonmiliter (bukan) Non militer
Notula (bukan) Notulen
November (bukan) Nopember

Huruf O
Objek (bukan) Obyek

Objektif (bukan) Obyektif
Ojek (bukan) Ojeg

Oke (bukan) Ok
Olahraga (bukan) Olah raga
Omzet (bukan) Omset
Orang tua (bukan) Orangtua

Organisasi (bukan) Organisir
Orisinal (bukan) Orisinil / Original
Otomatis (bukan) Automatis

Huruf P
Paham (bukan) Faham

Pahit (bukan) Pait
Palem (bukan) Palm
Pancaindra (bukan) Pancaindera, Panca Indera
Pancaroba (bukan) Panca roba

Pancuran (bukan) Pancoran
Paradoks (bukan) Paradox 
Paramedis (bukan) Paramedi
Pascapanen (bukan) Pasca panen
Pascaperang (bukan) Pasca perang
Pascasajana (bukan) Pasca sarjana
Pasfoto (bukan) Pas photo
Paspor (bukan) Pasport

Paviliun (bukan) Pavilion
Pedas (bukan) Pedes
Peduli (bukan) Perduli
Pembaruan (bukan) Pembaharuan

Pensil (bukan) Pinsil
Perajin (bukan) Pengrajin

Peranti (bukan) Piranti
Pergedel (bukan) Perkedel

Permak (bukan) Vermak
Perilaku (bukan) Prilaku
Permukiman (bukan) Pemukiman
Persentase (bukan) Presentase

Persepsi (bukan) Presepsi
Perspektif (bukan) Perespektif
Petai (bukan) Pete
Petai (bukan) Pete
Pikir (bukan) Fikir
Praktik (bukan) Praktek
Prancis (bukan) Perancis

Presidensial (bukan) Presedential
Priayi (bukan) Priyayi

Produktif (bukan) Produktip
Produktivitas (bukan) Produktifitas
Proklamasi (bukan) Proklamir
Protagonis (bukan) Protogonis

Prototipe (bukan) Prototif
Proyek (bukan) Projek
Provinsi (bukan) Propinsi

Psikotes (bukan) Psikotest
Putra (bukan) Putera
Putri (bukan) Puteri

Huruf R
Ramai (bukan) Rame

Ransel (bukan) Rangsel
Rapi (bukan) Rapih
Rapor (bukan) Raport
Reaumur (bukan) Reamur
Realitas (bukan) Realita

Respons (bukan) Respon
Resistans (bukan) Resistan
Restoran (bukan) Restauran

Reumatik (bukan) Rematik
Rezeki (bukan) Rizki, Rejeki
Rezim (bukan) Rejim
Risiko (bukan) Resiko
Ritme (bukan) Ritma
Roboh (bukan) Rubuh

Roh (bukan) Ruh
Rohani (bukan) Ruhani
Rontgen (bukan) Ronsen

Huruf S
Sah (bukan) Syah
Sahaja (bukan) Sehaja

Sahih (bukan) Sohih/Shahih
Saksama (bukan) Seksama

Sambal (bukan) Sambel
Samudra (bukan) Samudera

Sanksi (bukan) Sangsi
Saputangan (bukan) Sapu tangan
Saraf (bukan) Syaraf, Sarap

Sastra (bukan) Sastera
Satai (bukan) Sate

Saus (bukan) Saos
Segitiga (bukan) Segi tiga
Sekadar (bukan) Sekedar
Sekretaris (bukan) Sekertaris
Sekular (bukan) Sekuler
Sepak bola (bukan) Sepakbola

Seprai (bukan) Seprei/Sepre
Seriawan (bukan) Sariawan
Setan (bukan) Syaitan, Syetan

Setrika (bukan) Seterika/Strika
Shalat (bukan) Salat
Silakan (bukan) Silahkan
Sintesis (bukan) Sintesa
Sistem (bukan) Sistim
Sontek (bukan) Contek

Sopir (bukan) Supir
Sportivitas (bukan) Sportifitas
Standardisasi (bukan) Standarisasi

Statosfer (bukan) Statosfir
Stroberi (bukan) Strawbery
Subjek (bukan) Subyek
Sumatra (bukan) Sumatera
Surah (bukan) Surat
Surga (bukan) Syurga, sorga

Survei (bukan) Survey
Sutra (bukan) Sutera

Swiss (bukan) Swis
Syawal (bukan) Sawal
Syahid (bukan) Sahid
Syubhat (bukan) Subhat

Syukur (bukan) Sukur

Huruf T 

Tafsiran (bukan) Tapsiran
Takhayul (bukan) Tahayul
Takhta (bukan) Tahta
Takwa (bukan) Taqwa
Tampak (bukan) Nampak
Tanda tangan (bukan) Tandatangan
Taoco (bukan) Tauco
Taoge (bukan) Tauge/Toge
Teknologi (bukan) Tekhnologi
Teladan (bukan) Tauladan
Teladan (bukan) Tauladan
Telanjur (bukan) Terlanjur
Telantar (bukan) Terlantar
Telentang (bukan) Terlentang
Telepon (bukan) Telpon, Telfon, Tilpon
Tenteram (bukan) Tentram
Teoretis (bukan) Teoritis
Terampil (bukan) Trampil

Termosfer (bukan) Termosfir
Tetapi (bukan) Tapi

Tim (bukan) Team
Tobat (bukan) Taubat
Tolan (bukan) Taulan
Topan (bukan) Taufan

Transpor (bukan) Transport
Triliun (bukan) Triliyun
Tripleks (bukan) Triplek
Trofi (bukan) Tropi
Trotoar (bukan) Trotoir

Huruf U
Ubah (bukan) Rubah
Ubah (bukan) Rubah

Umrah (bukan) Umroh
Unta (bukan) Onta

Urgen (bukan) Urjen/urgent
Urine (bukan) Urin
Ustaz (bukan) Ustadz, Ustad
Ustazah (bukan) Ustadzah
Utang (bukan) Hutan


Huruf V
Varietas (bukan) Varitas

Huruf w

Wali kota (bukan) Walikota
Wasalam (bukan) Wasallam
Wiraswasta (bukan) Wirausaha
 
Huruf Y
Yudikatif (bukan) Judikatif
Yudisial (bukan) Judisial

Yogyakarta (bukan) Jogjakarta

Huruf Z
Zaman (bukan) Jaman

Zamzam (bukan) zam-zam
Zamrud (bukan) Jamrud
Zikir (bukan) Dzikir

Zina (bukan) Zinah / Jinah
Zona (bukan) Zone
Zuhur (bukan) Dzuhur, Lohor


 
You might also like:

PENCARIAN
  • 1000 kata baku dan tidak baku
  • kamus kata baku dan tidak baku
  • kata baku dan tidak baku
  • contoh kata baku dan tidak baku
  • daftar kata baku dan tidak baku lengkap
  • contoh kata baku dan tidak baku
  • contoh kata baku dan tidak baku dalam kehidupan sehari-hari
  • kata baku dan tidak baku beserta artinya

Sunday, April 10, 2011

Download Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Offline

KBBI Bahasa. KBBI Bahasa. Download kamus bahasa indonesia, Download Kamus Besar Bahasa Indonesia, KBBI Bahasa Indonesia Offline







Sebagai seorang editor, sudah pasti dituntut untuk bisa membedakan kata baku dan tidak baku. Biasanya aku pergi ke perpustakaan sekolah untuk membuka kamus besar bahasa Indonesia. Eeh.. ternyata ada versi piranti lunaknya yang aku dapatkan dari blognya Mas Ebta. Alhamdulillah ini sangat membantu.
Tidak usah banyak naninu, kawan pembaca Santri Menulis bisa mendownload KBBI offline di Box.net ataupun KBBI offline di 4shared.com.

Friday, April 8, 2011

Tak Sekadar Sastra

(Tulisan ini dimuat di majalah Husnul Khotimah edisi Ukhuwah)

“Kalau engkau bukan anak raja atau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”
Al-Ghozali
Dalam konteks Islam, semua yang baik yang dilakukan seorang muslim merupakan ibadah kepada Allah SWT. Termasuk dalam dunia literatur. Seperti dikatakan Al-Ghozali, jadilah penulis jika Anda bukan anak raja atau bukan anak ulama besar. Memangnya, sebegitu bermanfaatnyakah menjadi seorang penulis? Jawabannya, tergantung apa yang Anda tulis. Mari kita bahas sekilas di sini.
Berdakwahlah Lewat Tulisan!
Almarhum Ust. Rahmat Abdullah pernah berkata pada Mbak Helvy Tiana Rosa, “Teruslah berjuang dengan pena-pena itu!” Jadi, dengan menulis pun sebenarnya Anda sedang berjuang. Pertanyaannya, berjuang melawan siapa? Jika Harry Potter saja bisa ‘menyihir’ masyarakat dunia dengan fantasi sihirnya, kenapa Anda tidak menulis buku yang dipenuhi nuansa dan cahaya Islam?
Mengutip ucapan Shanon Ahmad, “Bersastra dalam Islam haruslah bertonggakan Islam, yaitu sama seperti beribadah untuk dan karena Allah.” Juga sebagaimana firman Allah SWT, "Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu.”
Karya Sastra Islami
Karya sastra yang “tak sekadar sastra” senantiasa mengajak pembaca untuk kembali mengingat Allah, entah disampaikan secara tersurat maupun tersirat. Selain itu, ia juga selalu mengajak untuk amar ma’ruf nahi munkar.
Sastra Islami bicara tentang cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Bukan malah cinta semu yang diobral Shakespeare di sepanjang Mouff Distrik ataupun dari Place de la Contrescarpe di Paris. Sastra yang Islami juga bukan sekadar bertemakan Islam, melainkan mengarah kepada pembentukan jiwa dan terkandung di dalamnya sebuah pembenaran.
Sastra Islami ditulis oleh pribadi yang Islami pula. Karena prinsip menulis itu pada dasarnya sama seperti ke wc: yang dikeluarkan adalah yang dimasukkan. Jika Anda hanya membaca tentang dunia politik, maka Anda akan menulis seputar dunia politik saja. Jika Anda banyak membaca karya sastra yang Islami, maka Anda akan menjadi penulis karya sastra yang Islami pula. Simpel, kan?
Bicara tentang membaca, data dari UNDP membuktikan kalau minat baca Indonesia berada di peringkat 96 dari negara lain. Bahkan termasuk terendah di Asia Tenggara. Kita bisa lihat fakta santri sendiri, hanya 60% santri Husnul Khotimah yang pergi ke perpustakaan, padahal standar minimal yang telah ditetapkan Internasional adalah 80% dari seluruh siswa.
Sebagian dari kita saat di perpustakaan mungkin cuma akan melihat judul buku sekilas, melihat isi buku dengan membuat angin dari kumpulan kertas kering itu, lalu dengan cepat menaruhnya lagi di rak. Oke, saya mengerti. Tapi jika Anda mau melatih membaca bacaan yang bermanfaat, percaya deh, Anda pasti akan menemukan “sesuatu” yang membuat Anda ketagihan.
Dampak Karya Sastra
Di zaman globalisasi ini, mayoritas anak muda lebih gemar membaca novel teenlit tanpa peduli apakah itu merusak akhlak atau tidak. Mereka akan senantiasa berdalih atas nama “kebebasan berekspresi”. Mengutip perkataan Mbak Helvy Tiana Rosa, kalau sastra tentu saja harus berpihak pada kebenaran dan keadilan, pada nilai-nilai Islam tanpa harus kehilangan nilai estetikanya.”
Dari fenomena di atas, kita tentu tahu bahwa sangat besar dampak sebuah karya sastra. Bahkan, saya berani mengatakan kalau karya sastra bisa berdampak jauh lebih besar dan lebih lama daripada pidato presiden. Kenapa? Karena karya sastra punya wujud dan mempunyai nilai estetika sendiri di dalamnya. Contohnya, buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” karya Ibu Kartini. Atau mungkin buku “Clash Civilization” karya Samuel Huntington yang pada akhirnya membuat George W. Bush menginvasi Irak dan Afghanistan. Saya yakin sih Anda tahu lebih banyak contoh karya sastra yang sangat berpengaruh di dunia, atau setidaknya berpengaruh untuk diri anda sendiri.
Penutup
Sampai disini, tidak berlebihan jika saya bilang kalau dunia berubah karena karya sastra. Begitu juga, tidak ada paksaan bagi Anda untuk menjadi seorang sastrawan. Hanya saja, jika Anda menjadi seorang penulis, jangan sampai Anda menulis buku yang bisa menjadi tabungan dosa bagi diri Anda sendiri. Wallahu A’lam. (deta/dari berbagai sumber)

Strategi Menulis: Membuat Perbandingan Yang Tepat


Perbandingan yang saya maksud di sini adalah analogi, simile, atau metafora. Buat kawan pembaca Santri Menulis pasti udah tahu apa itu analogi, simile, dan metafora. Apalagi kawan yang sesama penulis, perbandingan-perbandingan seperti ini sangat penting setidaknya untuk membantu pembaca menangkap ide yang sulit digambarkan. Tapi gak ada salahnya juga untuk memosting tulisan ini sebagai tambahan referensi.
Santri Menulis mencoba untuk mengupas tentang masalah perbandingan yang emang rada sulit. Referensinya didapat dari Panduan Menulis Dalam Bahasa Inggris karya Noah Lukeman (bukan promosi, tapi buku ini memang bagus). Tetapi sebelumnya, kita kupas dulu apa itu analogi, simile, dan metafora menurut kamus besar bahasa Indonesia.
Analogi: Persamaan atau persesuaian antara dua benda atau dua hal yang berlainan.
Simile : Majas pertautan yang membandingkan dua hal yang secara hakiki berbeda, tetapi dianggap mengandung segi yang serupa, dinyatakan secara eksplisit dengan kata seperti, bagai, laksana, dll. Contoh: Budi tersentak, seperti ada yang menyengat tiba-tiba.
Metafora : Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan. Misal, tulang punggung. Di kalimat: Pemuda adalah tulang punggung negara.
Perbandingan itu sendiri merupakan salah satu ruang bagi penulis untuk menunjukkan sampai di mana batas kreatifnya. Jadi gak salah kalau dikatakan simile adalah perbandingan yang puitis dan imajinatif. Metafora bahkan dianggap seni yang lebih tinggi daripada simile karena metafora menggunakan kata yang lebih sedikit jumlahnya.
Manfaat dari perbandingan cukup besar, yakni.
1. Membantu pembaca menangkap ide yang sulit dicerna.
2. Membuang deskripsi yang jumlahnya berlebihan. Hal ini dapat membuat naskah pun menjadi lebih padat dan memberikan kesempatan pada tiap kata untuk “berbicara”
3. Membuat karya lebih puitis dan berseni tinggi.
4. Dan Lain-Lain.
Meskipun bagi penulis yang terampil, manfaat perbandingan itu sangat besar. Tapi konsekuensi menggunakan perbandingan yang kurang tepat juga bisa menjadi bencana. Pasalnya, perbandingan merupakan ruang bagi pembaca untuk berimajinasi apa yang dimaksud penulis. Jika perbandingan yang Anda buat kurang tepat, pastinya Anda menarik perhatian pembaca untuk berimajinasi dengan ketidaktepatan Anda.
Sementara karya tanpa perbandingan sama sekali seakan tidak bernyawa. Biasanya hanya memberikan pengetahuan, tetapi tidak emosi menggerakkan. Pembaca benar-benar memahami karya itu, tetapi entah mengapa dia meletakkan buku itu dengan alasan ia tidak tergerak buat membalik halaman selanjutnya.
Sebaliknya, naskah yang juga dipenuhi dengan perbandingan (walau perbandingannya tepat) dapat terlalu tegang, justru membuat pembaca tidak menangkap ide asalnya sama sekali karena perputaran kalimat yang melelahkan.
Lalu solusi agar kita dapat membuat sebuah naskah dengan perbandingan yang tepat, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, juga ditempatkan di posisi yang pas adalah dengan latihan dan latihan. Memang, mengganti dan menemukan perbandingan yang pas rada sulit, tetapi hal itu dapat dilakukan seiring berjalannya waktu.
Namun berikut ini adalah beberapa tips yang mungkin bisa membantu merangsang imajinasi dalam membuat perbandingan:
1. Ambil satu benda dari ruangan dari cari 10 perbandingan untuk benda itu. Buatlah perbandingan simile dan metaforanya.
2. Carilah 10 perbandingan untuk menggambarkan tindakan yang dilakukan oleh benda yang sama.
3. Lakukan latihan di atas berkali-kali, entah pada benda ataupun orang.
Untuk lebih memahami materi di atas, Santri Menulis mengambil beberapa contoh simile dan metafora. Contoh-contoh simile:
  1. 1. Air sungai menghanyutkan sampah, keruh seperti susu coklat di dalam gelas.
  2. 2. Tubuhnya ramping sempurna, seakan-akan hiu putih yang elok.
  3. 3. Dia pasti baru bangun tidur. Rambutnya menjadi keriting mirip onggokan sarang burung.
  4. 4. Alisnya mengerut menghadapi kenyataan, laksana kodok melihat ular.
  5. 5. Kami berlari berebutan bagaikan ternak yang digiring.

Contoh-contoh metafora:
  1. 1. Banyak sekali kupu-kupu malam di pinggir jalan.
  2. 2. Raja hutan mengaum dengan lantang.
  3. 3. Perahu itu menggergaji ombak.
  4. 4. Engkau belahan jantung hatiku, cinta.
  5. 5. Mengukir senyuman nakal.
Nah, sekarang giliran Anda berkomentar...

Related Posts Plugin by ScratchTheWeb